Ben Pasternak, Remaja 15 tahun Kreator Game Populer Impossible Rush

Ben-Pasternak-Imposible-Rush

Tiap manusia dibekali Tuhan sebuah kelebihan yang mungkin berbeda satu dengan yang lain. Dan terdapat beberapa dari kita yang dianugerahkan talenta di atas rata-rata dalam sebuah bidang. Salah satu contohnya yakni seorang pemuda berusia 15 tahun bernama Ben Pasternak.

Dilihat sekilas tentu tidak akan mengetahui apakah talenta remaja asal Eastern Suburbs Sydney, Australia ini. Namun ketika sudah mulai mengoperasikan perangkat komputer miliknya, kita akan tahu kemampuan luar biasa apa yang dimiliki Ben. Ia adalah kreator dari game peringkat atas untuk perangkat iOs, Impossible Rush. Di usianya yang masih belia, Ben telah mampu mengembangkan aplikasi yang banyak pihak menilai mempunyai potensi yang sangat besar. Bahkan dalam beberapa pemberitaan internasional menyebut Ben sebagai “The Next Mark Zuckerberg”.

Tidak hanya itu beberapa waktu belakangan, muncul juga rumor persaingan antara 2 raksasa teknologi dunia #Facebook dan #Google untuk menggaet talenta muda asal negeri kanguru tersebut. Berikut ulasan lengkap mengenai Ben Pasternak.

Menciptakan Impossible Rush di Waktu Senggang

Ben Pasternak adalah siswa di sekolah menengah Reddam House’s Woollahra di kawasan Sydney Australia. Di waktu senggangnya ia mempunyai hobi mengutak atik dan menciptakan #aplikasi mobile secara mandiri. Hobinya tersebut membawa Ben bertemu secara online dengan seorang pemuda 22 tahun bernama Austin Valleskey yang berasal dari Chicago, Amerika Serikat.



Dari perbincangan antar dua kreator muda tersebut, munculah ide untuk membuat aplikasi game. Ben pun mulai membuat konsep game yang telah disepakati. Ia sering mengerjakannya di waktu senggang mengisi kebosanan jam sekolah. Dan setelah beberapa minggu masa pengembangan, game berjudul Impossibel Rush tersebut tercipta.

Tak butuh waktu lama untuk menyedot perhatian pengguna gadget iOs, jumlah unduhan game Impossible Rush tumbuh dengan sangat cepat. Game tersebut pertama kali di luncurkan pada bulan Oktober tahun 2014 lalu, dan dalam 6 minggu saja sudah 500.000 pengguna mendownload game penguji refleks tersebut. Yang menarik pertumbuhan angka unduhan game Impossible Rush naik lebih cepat ketimbang beberapa aplikasi popular macam Google dan #Twitter.

Keuntungan dari game tersebutpun mulai mengalir. Dan puncaknya manakala sebuah perusahaan asal Perancis, Akkad resmi membeli game tersebut dengan nilai USD 25.000 atau setara dengan lebih dari Rp. 300 juta. Saat ini pengembangan game tersebut telah resmi diteruskan oleh perusahaan Akkad.

Mendapat Undangan Google dan Facebook

Setelah mendengar potensi Ben, pihak Google dan Facebook secara hampir bersamaan mengirimkan undangan kepada Ben Pasternak untuk datang ke kantor pusat mereka. Hal tersebut nampaknya menjadi sinyalmen adanya persaingan antar kedua perusahaan tersebut untuk bisa menggaet Ben di masa mendatang.

Facebook lewat perwakilannya menyatakan terkesan dengan apa yang telah dilakukan oleh Ben. Bersama dengan rekan kreatornya, Austin Valleskey, ia diundang untuk melihat segala hal yang ada di kantor pusat Facebook. Pun demikian dengan Google, bahkan Google mengundang secara eksklusif Ben untuk masuk dalam sebuah acara kompetisi teknologi bertajuk “Hack Generation Y”.

Lebih dalam mengenai Hack Generation Y, event tersebut merupakan kompetisi tahunan yang diadakan bagi para kreator aplikasi muda dan berbakat dari seluruh dunia. Dan dalam kompetisi tersebut kabar Ben akan ditandemkan dengan 2 jenius muda lain yakni Helena Merk (15 tahun) and James Harnett (16 tahun). Mereka berdua juga merupakan jawara dalam beberapa kompetisi teknologi tingkat dunia.

Nantinya dalam kompetisi tersebut tim Ben ditantang untuk menyelesaikan sebuah konsep aplikasi buatan Ben yang lain yang bernama “One”. One adalah sebuah aplikasi social media agregartor untuk perangkat iOs. Dan menurut pandangan ketua Hack Generation Y, Michael Matais, One merupakan aplikasi yang mempunyai potensi luar biasa untuk dikembangkan. Menariknya kompetisi tersebut hanya memberikan waktu tak lebih dari 30 jam untuk menyelesaikan aplikasi itu.

Meskipun prestasi yang ditorehkan Ben Pasternak terbilang sangat besar, namun bukan berarti kita tidak bisa melakukan hal yang sama. Bagi rekan-rekan yang mungkin sedang berusaha mengembangkan aplikasi mobile, tetap yakin bahwa potensi dan peluang usaha tersebut masih terbuka sangat besar.





2 total comments on this postSubmit yours
  1. Yang dari Indonesia ga ada bos ?
    Bahas dong..

  2. Aduh jadi iri nih gue jadinya, itukan cita-cita gue juga jadi programmer

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud