Pengertian Sosialisasi
Ilustrasi Sosialisasi

Apa itu sosialisasi? Pengertian Sosialisasi secara umum adalah suatu proses belajar-mengajar atau penanaman nilai, kebiasaan, dan aturan dalam bertingkah laku di masyarakat dari satu generasi ke generasi lainnya sesuai dengan peran dan status sosial masing-masing di dalam kelompok masyarakat.

Pengertian sosialisasi dalam arti sempit adalah proses pembelajaran yang dilakukan individu dalam mengenal lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun sosial. Sedangkan pengertian sosialisasi dalam arti luas adalah suatu proses interaksi dan pembelajaran yang dilakukan seseorang sejak ia lahir hingga akhir hayatnya di dalam suatu budaya masyarakat.

Melalui proses sosialisasi maka seseorang dapat memahami dan menjalankan hak dan kewajibannya berdasarkan peran status masing-masing sesuai budaya masyarakat. Dengan kata lain, individu mempelajari dan mengembangkan pola-pola perilaku sosial dalam proses pendewasaan diri.

Pengertian Sosialisasi Menurut Para Ahli

Beberapa ahli sosial mengatakan bahwa sosialisasi sebagai teori tentang peranan. Agar lebih memahami apa arti sosialisasi, maka kita dapat melihat pendapat beberapa ahli tentang definisi sosialisasi. Berikut ini adalah pengertian sosialisasi menurut para ahli:

1. Soejono Dirdjosisworo

Menurut Soejono Dirdjosisworo (1985), pengertian sosialisasi mengandung tiga arti, yaitu:

  • Proses belajar; yaitu suatu proses akomodasi dimana individu menahan, mengubah impuls- impuls dalam dirinya dan mengambil cara hidup atau kebudayaan masyarakatnya.
  • Kebiasaan; dalam bersosialisasi setiap individu mempelajari kebiasaan, sikap, ide-ide, pola-pola nilai dan tingkah laku, dan ukuran kepatuhan tingkah laku di dalam masyarakat di mana ia hidup.
  • Sifat dan kecakapan; semua sifat dan kecakapan yang dipelajari dalam proses sosialisasi itu disusun dan dikembangkan sebagai suatu kesatuan dalam diri seseorang.

2. Charlotte Buhler

Pengertian sosialisasi menurut Charlotte Buhler adalah suatu proses yang membantu anggota masyarakat untuk belajar dan menyesuaikan diri terhadap bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya, agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompok tersebut.

3. Peter L. Berger

Pengertian sosialisasi menurut Peter L. Berger adalah suatu proses seorang anak belajar menjadi anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat.

4. Greenberg

Pengertian sosialisasi menurut Greenberg (1995) adalah suatu proses untuk mentransformasikan individu kepada pihak luar agar dapat ikut serta berpartisipasi secara aktif sebagai anggota suatu organisasi.

5. Gibson

Definisi sosialisasi menurut Gibson (1994) adalah sebuah aktivitas dari organisasi untuk mewujudkan dan mengintegrasikan tujuan organisasi maupun individu. Sehingga dari dua pengertian sosialisasi tersebut terdapat dua kepentingan yang berbeda, yakni kepentingan individu dan kepentingan organisasi.

6. Robert M.Z. Lawang

Definisi sosialisasi menurut Robert M.Z. Lawang adalah proses mempelajari norma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan berpartisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.

7. Karel J.Veeger

Pengertian sosialisasi menurut Karel J.Veeger adalah suatu proses belajar mengajar. Contoh: orang tua mendidik anaknya tata krama dan sopan santun.

8. Bruce J. Cohen

Pengertian sosialisasi menurut Bruce J. Cohen adalah proses pembelajaran seorang individu terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang ada dalam masyarakat sehingga seseorang menjadi bagian dari masyarakat.

Baca juga:

Tujuan Sosialisasi di Masyarakat

Setelah memahami apa yang dimaksud dengan sosialisasi, tentunya kita perlu mengetahui apa tujuannya. Berikut ini adalah beberapa tujuan sosialisasi tersebut:

  1. Agar setiap anggota masyarakat mengetahui nilai-nilai dan norma-norma (baca: pengertian norma) yang ada pada suatu kelompok masyarakat.
  2. Agar individu dapat mengendalikan fungsi organik melalui proses latihan mawas diri yang tepat
  3. Agar setiap anggota masyarakat memahami suatu lingkungan sosial dan budaya, baik lingkungan tempat tinggal seseorang maupun lingkungan baru
  4. Agar individu mengembangkan kemampuan berkomunikasi, misalnya kemampuan membaca, menulis, dan lain-lain
  5. Untuk melatih keterampilan dan pengetahuan individu dalam melangsungkan hidup bermasyarakat
  6. Agar di dalam individu tertanam nilai-nilai dan kepercayaan yang ada di masyarakat

Fungsi Sosialisasi di Masyarakat

Secara umum, fungsi dan peranan sosialisasi bagi individu dan masyarakat adalah sebagai cara mengenal dan menyesuaikan diri dengan lingkungannyat. Selengkapnya, berikut ini adalah beberapa fungsi sosialisasi bagi individu dan masyarakat:

1. Fungsi Sosialisasi Bagi Individu

Bagi individu, sosialisasi berfungsi sebagai pedoman dalam belajar mengenal dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya, baik nilai, norma, dan struktur sosial yang ada pada masyarakat di lingkungan tersebut.

2. Fungsi Sosialisasi Bagi Masyarakat

Bagi masyarakat, sosialisasi berfungsi sebagai alat untuk melestarikan, penyebaran, dan mewariskan nilai, norma, serta kepercayaan yang ada pada masyarakat. Dengan begitu, nilai, norma, dan kepercayaan tersebut dapat dijaga oleh semua anggota masyarakat.

Baca juga: Pengertian Manajemen Pendidikan

Tahap dan Jenis-Jenis Sosialisasi

Sosialisasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder. Berikut ini penjelasan dari keduanya:

1. Sosialisasi Primer

Sosialisasi primer merupakan proses sosialisasi yang pertamakali dilakukan oleh individu sejak masih anak-anak. Ini merupakan awal bagi semua anggota masyarakat dalam memasuki keanggotaan mereka pada suatu kelompok masyarakat.

Sosialisasi primer ini dimulai dari keluarga, dimana individu mulai belajar membedakan dirinya dengan orang lain di sekitarnya. Pada tahap ini anggota keluarga punya peranan penting bagi masing-masing individu. Di sinilah pertamakali seseorang mendapatkan pelajaran mengenai budaya keluarga, baik itu agama, aturan, dan lain-lain.

2. Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder merupakan pelajaran berikutnya yang dilakukan oleh individu. Pada tahap ini seseorang belajar mengenali lingkungannya di luar keluarga, baik itu nilai-nilai, norma, yang ada di lingkungan masyarakat.

Proses sosialisasi sekunder ini bertujuan agar individu dapat menerima nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku. Pada umumnya, sosialisasi sekunder ini menjadi penentu sikap seseorang karena telah beradaptasi dengan berbagai lingkungan masyarakat.

Media-Media Sosialisasi di Masyarakat

Merujuk pada pengertian sosialisasi, proses ini terjadi melalui media perantara. Berikut ini adalah beberapa media sosialisasi:

1. Keluarga

Keluarga merupakan media sosialisasi yang pertamakali diterima oleh setiap individu. Anggota keluarga diantaranya, ayah, ibu, saudara, dan lain-lain, saling berinteraksi. Di sinilah pertamakali individu mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan.

2. Teman

Setelah keluarga, proses sosialisasi terjadi melalui teman. Ketika anak-anak berinteraksi dengan teman sebayanya, terjadi proses sosialisasi dan mempelajari nilai dan norma yang baru.

3. Sekolah

Lembaga pendidikan merupakan tempat proses sosialisasi yang memberikan pengaruh yang sangat besar bagi semua orang. Pada umumnya, semua orang belajar dan melatih keterampilan dan kemandiriannya. Selain itu, interaksi dengan teman sebaya juga sering terjadi di sekolah.

4. Media Massa

Proses sosialisasi juga dapat terjadi melalui media massa atau pers (baca: pengertian pers), baik itu media cetak maupun media elektronik. Melalui media massa, setiap individu dapat mempelajari berbagai informasi baru yang belum diketahui, baik itu hal positif maupun negatif.

Contoh Sosialisasi di Masyarakat

Setelah memahami definisi sosialisasi dan medianya, lalu apa contoh sosialisasi yang terjadi di masyarakat? Berikut ini adalah beberapa contoh sosialisasi:

1. Contoh Sosialisasi di Keluarga

Proses sosialisasi di keluarga terjadi ketika anggota keluarga saling berinteraksi satu sama lain. Misalnya saat makan malam bersama, saat nonton TV bersama, atau diskusi keluarga.

Orang tua biasanya pertamakali menyampaikan hal-hal yang perlu diketahui oleh anak-anak mereka. Contoh, orang tua memberikan nasehat atau arahan tentang cara berperilaku di sekolah.

2. Contoh Sosialisasi di Masyarakat

Proses sosialisasi juga sering terjadi di lingkungan masyarakat. Misalnya ketika berdiskusi dengan tetangga, melakukan kerja bakti bersama, semua ini merupakan proses sosialisasi.

3. Contoh Sosialisasi di Sekolah

Pada saat guru berinteraksi dengan para murid dan menjelaskan tentang pelajaran, ini merupakan proses sosialisasi. Selain itu, proses sosialisasi juga terjadi ketika para murid bertanya pada guru atau memberikan jawaban tentang pelajaran di sekolah.

Baca juga: Pengertian Konsep Diri

Demikianlah ulasan tentang pengertian sosialisasi, tujuan, fungsi, jenis sosialisasi, dan media sosialisasi. Tidak adanya sosialisasi secara mendetail kepada anggota masyarkat, dapat membuat individu kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Semoga bermanfaat.