Beranda Sosial Pengertian Nilai: Fungsi, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya

Pengertian Nilai: Fungsi, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya

Pengertian Nilai Adalah

Artikel ini menjelaskan secara ringkas tentang pengertian nilai, fungsinya, ciri-cirinya, macam-macamnya, dan contoh nilai dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Pengertian Nilai Adalah

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan nilai (value)? Pada dasarnya pengertian nilai adalah suatu konsep umum atau gagasan yang merujuk pada hal-hal yang dianggap benar, baik, berharga, penting, indah, pantas, dan dikehendaki oleh masyarakat secara umum di dalam kehidupannya.

Pendapat lain menyebutkan definisi nilai adalah suatu bentuk penghargaan dan keadaan yang bermanfaat sebagai pedoman umum bagi manusia dalam melakukan dan menilai suatu tindakan. Suatu nilai dapat menentukan bagaimana manusia harus bersikap dan bertingkah laku sehingga tidak melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Menurut para filsafat terkemuka di dunia, nilai memiliki hubungan yang erat dengan masalah kebaikan. Dengan kata lain, sesuatu hal dianggap bernilai jika memiliki manfaat, berguna, dan berharga bagi manusia.

Baca juga: Pengertian Norma

Pengertian Nilai Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa itu nilai, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini:

1. Raden Mas Tumenggung Sukamto Notonagoro

Menurut Notonagoro, pengertian nilai adalah sekumpulan tindakan manusia yang tersusun secara sistematis, baik dalam bentuk material mapun non-material. Lebih lanjut Notonagoro menyebutkan bahwa nilai terdiri dari 3 nilai pokok, yaitu; nilai vital, materil, dan rohani.

2. Koentjaraningrat

Menurut Koentjaraningrat, arti nilai adalah suatu bentuk budaya yang berfungsi sebagai pedoman bagi setiap manusia di dalam masyarakat. Budaya tersebut bisa sesuatu yang dikehendaki ataupun tidak dikehendaki, tergantung sudut pandang masyarakat tersebut.

3. Robert M. Z. Lawang

Menurut Robert Lawang, pengertian nilai adalah suatu gambaran mengenai hal-hal yang diinginkan, berharga, pantas, dan juga mampu mempengaruhi perilaku setiap individu yang memiliki nilai tersebut. Dengan kata lain, nilai tersebut menjadi pedoman terhadap tata tertib kehidupan bermasyarakat.

4. Nursal Luth dan Dainel Fernandez

Menurut Nursal Luth dan Dainel Fernandez, pengertian nilai adalah perasaan-perasaan tentang apa yang diinginkan atau tidak diinginkan yang dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang mempunyai nilai tersebut.

Disebutkan juga bahwa nilai bukanlah tentang benar atau salah, tetapi tentang dikehendaki atau tidak, disenangi atau tidak.

5. Sidi Gazalba

Menurut Sidi Gazalba, pengertian nilai adalah sesuatu yang bersifat abstrak, ideal, bukan fakta, bukan benda konkrit, tidak hanya tentang benar dan salah yang menuntuk pembuktian empirik, melainkan penghayatan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki.

6. Hoda Lacey

Menurut Hoda Lacey (1999:23), setidaknya ada enam pengertian nilai, yaitu:

  • Sesuatu yang fundamental yang dicari orang sepanjang hidupnya.
  • Suatu kualitas atau tindakan yang berharga, kebaikan, makna atau pemenuhan karakter untuk kehidupan seseorang.
  • Suatu kualitas atau tindakan yang membentuk identitas seseorang sebagai pengevaluasian diri, penginterpretasian diri, dan pembentukan diri.
  • Suatu kriteria fundamental bagi seseorang untuk memilih sesuatu yang baik diantara berbagai kemungkinan tindakan.
  • Suatu standar yang fundamental yang dipegang oleh seseorang ketika bertingkah laku bagi dirinya dan orang lain.
  • Suatu ”objek nilai”, suatu hubungan yang tepat dengan sesuatu yang sekaligus membentuk hidup yang berharga dengan identitas kepribadian seseorang. Objek nilai mencakup karya seni, teori ilmiah, teknologi, objek yang disucikan, budaya, tradisi, lembaga, orang lain, dan alam itu sendiri.

7. Soerjono Soekanto

Menurut Soerjono Soekanto, nilai adalah konsepsi abstrak yang ada di dalam diri manusia karena nilai dapat merupakan sesuatu yang dianggap baik dan dapat pula dianggap sesuatu yang buruk.

Nilai baik akan menjadi simbol kehidupan yang dapat mendorong integritas sosial, sebaliknya nilai yang buruk akan berdampak pada terjadinya konflik.

8. Karel J. Veeger

Menurut Karel J. Veeger, sosiologi memandang nilai-nilai sebagai pengertian-pengertian (sesuatu di dalam pikiran orang) tentang baik tidaknya perbuatan-perbuatan. Dengan kata lain, nilai adalah hasil penilaian atau pertimbangan moral.

Baca juga: Pengertian Moral

Fungsi Nilai Sosial Secara Umum

Fungsi Nilai Sosial
Fungsi Nilai Sosial via lemmonythings.files.wordpress.com

Setidaknya ada enam fungsi nilai bagi kehidupan manusia. Adapun beberapa fungsi nilai adalah sebagai berikut:

  1. Nilai dapat berfungsi sebagai petunjuk arah bagaimana cara berpikir dan bertindak sesuai norma dan niali yang berlaku, sebagai acuan dalam menentukan pilihan terhadap peran individu di masyarakat, serta sebagai pemersatu banyak orang ke dalam kelompok tertentu.
  2. Sebagai sarana untuk membantu proses pengembangan diri setiap individu yang ada di masyarakat.
  3. Sebagai pelindung setiap individu yang ada di masayrakat.
  4. Sebagai sarana untuk mendorong setiap orang agar melakukan sesuatu berdasarkan nilai-nilai tertentu.
  5. Sebagai sarana untuk menyampaikan pendapat bagi masyakarat umum.
  6. Sebagai perwujudan seorang individu atau kelompok individu di dalam masyarkat.

Baca juga: Pengertian Etika

Karakteristik dan Ciri-Ciri Nilai Sosial

Nilai sosial memiliki beberapa karakteristik dan ciri-ciri seperti berikut ini:

  • Suatu nilai terbentuk melalui proses sosialisasi.
  • Nilai merupakan hasil interaksi antar warga di dalam masyarakat.
  • Nilai disebarkan di antara warga masyarakat.
  • Nilai merupakan bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
  • Nilai dapat mempengaruhi pengembangan diri sosial.
  • Nilai dapat memberikan pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.
  • Nilai-nilai cenderung berhubungan satu dengan yang lainnya dan membentuk sebuah sistem nilai.
  • Nilai dalam bermasyarakat bersifat umum, abstrak, campuran, dan stabil.
  • Nilai merupakan sesuatu yang konsepsional dan mengandung kualitas moral yang tidak selamanya realistik.

Jenis-Jenis Nilai

Jenis-Jenis Nilai
Jenis-jenis nilai via tokyo-fashion.tumblr.com

Bila ditinjau dari bentuknya, nilai dapat dibagi menjadi beberapa macam. Adapun jenis-jenis nilai adalah sebagai berikut:

1. Nilai Sosial

Nilai sosial adalah hal-hal yang telah ada dan melekat di dalam masyarakat. Hal ini berkaitan dengan sikap dan tindakan manusia di dalam suatu masyarakat dan berkaitan dengan sikap manusia sebagai mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya.

Contoh nilai sosial misalnya; bersedekah merupakan tindakan bernilai baik, menipu merupakan tindakan bernilai buruk.

Klasifikasi Nilai Sosial

Mengacu pada ciri-cirinya, nilai sosial dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Nilai Dominan, yaitu nilai yang dianggap lebih penting dibandingkan nilai-nilai lainnya berdasarkan banyaknya penganut nilai tersebut, lamanya suatu nilai dianut oleh anggota masyarakat, tingkat usaha anggota masyarakat dalam melakukan nilai tersebut, serta kebanggaan anggota masyarakat dalam melakukan nilai tersebut.
  2. Nilai Mendarah Daging (internalized value), yaitu nilai yang telah menjadi kebiasaan dan kepribadian seseorang sehingga orang melakukannya dalam alam bawah sadar.

2. Nilai Kebenaran

Nilai kebenaran merupakan suatu nilai yang mutalk dibawaj sejak lahir dan disebut juga dengan pandangan kodrati dari Tuhan yang memberikan nilai kebenaran melalui akal dan pikiran manusia.

Contoh nilai kebenaran misalnya; seorang petugas Polisi Lalu Lintas memberikan sanksi kepada pengendara yang melanggar aturan sesuai dengan kebenaran yang dianutnya.

3. Nilai Moral

Nilai moral atau nilai kebaikan merupakan sistem penilaian dalam diri manusia yang bersumber dari kehendak dan kemauan (etik, karsa). Antar manusia dapat berinteraksi dengan baik karena adanya moral di dalam dirinya.

Contoh nilai moral; seorang murid berbicara dengan gurunya dengan tutur kata yang baik dan sopan. Ini menunjukkan murid tersebut memiliki nilai moral dan etika yang tinggi.

4. Nilai Keindahan

Nilai keindahan merupakan nilai yang berasal dari unsur perasaan di dalam diri manusia, atau disebut juga dengan nilai estetika. Dalam hal ini, keindahan sifatnya universal sehingga nilai keindahan masing-masing orang akan berbeda-beda.

Contoh nilai keindahan misalnya; bagi sebagian orang seni musik merupakan sebuah bentuk keindahan. Namun, bagi sebagain orang lainnya seni rupa merupakan bentuk keindahan yang sebenarnya.

5. Nilai Agama

Nilai agama adalah nilai yang dianggap bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa dan bersifat mutlak atau tidak dapat diganggu gugat. Nilai agama atau nilai religius merupakan tata cara manusia menjalani kehidupannya dan berhubungan dengan Tuhannya.

Contoh nilai agama; manusia beribadah sesuai dengan tata cara agama dan kepercayaan yang dianutnya. Misalnya; umat Islam sholat 5 kali dalam sehari, dan umat Kristen/ Katolik melakukan kebaktian setiap hari minggu.

Baca juga:

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian nilai secara umum, ciri-ciri, klasifikasi, jenis-jenis, serta contoh nilai sosial yang ada di masyarakat secara umum. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.