Pengertian Majas: Arti, Jenis-Jenis, dan Contoh Majas Lengkap

Artikel ini menjelaskan secara lengkap tentang pengertian majas atau gaya bahasa yang digunakan dalam karya sastra, apa saja jenis-jenis majas, dan beberapa contoh gaya bahasa yang digunakan dalam bahasa Indonesia.

Pengertian Majas Adalah

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan majas dan apa saja macam macam majas yang kamu ketahui? Secara umum, pengertian majas adalah gaya bahasa yang digunakan dalam suatu karya sastra dengan tujuan untuk memberikan efek-efek tertentu sehingga membuat karya sastra tersebut menjadi lebih hidup.

Pendapat lain menyebutkan arti majas adalah suatu gaya bahasa yang di dalamnya terdapat persamaan, perbandingan, serta kata kiasan, untuk menguatkan kesan suatu kalimat tertulis atau lisan dan menimbulkan nuansa imajinatif bagi orang yang menyimaknya. Artinya, ada macam macam majas yang digunakan untuk keperluan tertentu di dalam suatu tulisan.

Penggunaan majas bertujuan untuk menyampaikan suatu pesan secara imajinatif atau bermakna kiasan, baik melalui tulisan maupun lisan untuk mewakili pikiran dan perasaan seorang penulis. Sedangkan fungsi majas secara umum adalah untuk membuat suatu karya sastra menjadi lebih indah dalam aspek pemilihan katanya.

Baca juga: Pengertian Puisi

Pengertian Majas Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa itu majas, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini:

1. Prof. Dr. H. G. Tarigan

Menurut Prof. Dr. H. G. Tarigan, pengertian majas adalah cara mengungkapkan pikiran melalui gaya bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian seorang penulis.

2. Goris Keraf

Menurut Goris Keraf, pengertian majas adalah suatu gaya bahasa dalam karya sastra yang disampaikan secara jujur, sopan-santun, dan menarik.

3. Aminuddin

Menurut Aminuddin, pengertian majas adalah gaya bahasa yang digunakan oleh seorang penulis dalam memaparkan gagasannya sesuai dengan tujuan dan efek tertentu yang ingin dicapai.

4. Luxemburg dkk

Menurut Luxemburg dkk, pengertian majas adalah suatu gaya bahasa yang memberikan ciri khas pada sebuah teks. Artinya, pada saat tertentu suatu teks dapat diibaratkan seperti individu yang berbeda dengan individu yang lain.

5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, pengertian majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain; atau dalam bentuk kiasan.

Baca juga: Pengertian Prosa

Macam Macam Majas dan Contohnya

Secara umum, majas dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok besar. Pengelompokan gaya bahasa ini berdasarkan cara mengungkapkan makna kiasan yang ingin disampaikan. Adapun macam macam majas adalah sebagai berikut:

A. Majas Perbandingan

Sesuai dengan namanya, pengertian majas perbandingan adalah jenis majas yang dipakai untuk membandingkan atau menyandingkan suatu objek dengan objek lainnya dengan cara penyamaan, pelebihan, atau penggantian.

Beberapa gaya bahasa yang termasuk dalam majas perbandingan diantaranya adalah:

1. Majas Personifikasi

 

Majas Personifikasi
“Jam dinding ini berjalan dengan sangat lambat”

Majas personifikasi adalah suatu gaya bahasa yang isi ungkapannya seolah-olah menggantikan fungsi benda mati yang dapat bersikap seperti manusia. Kata “person” pada kata “personifikasi” berarti orang, atau meng-orang-kan sebuah benda mati. Dengan kata lain, gaya bahasa ini membandingkan antara benda mati dengan manusia.

Contoh: “daun pepaya itu melambai-lambai seolah mengajak ku bermain bersama.”

Keterangan: daun adalah benda mati yang tentunya tidak bisa melambai, namun gaya bahasa ini menggambarkan daun tersebut dapat melambai layaknya manusia.

Beberapa contoh majas personifikasi

  • Rasanya jam dinding ini berjalan dengan sangat lambat.
  • Wanita dalam lukisan itu menatapku tidak henti-hentinya.
  • Ombak di pantai itu berlari-lari saling berkejaran.
  • Malam ini bulan tersenyum indah padaku seiring dengan kebahagiaan yang kurasakan.

Selengkapnya baca; Majas Personifikasi

2. Majas Metafora

Majas Metafora
“Si raja hutan mengaum dengan keras”

Majas metafora adalah gaya bahasa yang digunakan sebagai kiasan yang secara eksplisit mewakili suatu maksud lain berdasarkan persamaan atau perbandingan. Dengan kata lain, gaya bahasa ini berisi ungkapan dimana suatu objek dibandingkan dengan objek lainnya yang sifatnya mirip, tapi bukan manusia.

Contoh: “Pria yang sukses itu dulunya dianggap sampah masyarakat

Keterangan: sampah masyarakat merupakan ungkapan yang mengandung arti sesuatu yang tidak bermanfaat.

Beberapa contoh majas metafora

  • Rio adalah tangan kanan pemiliki perusahaan raksasa tersebut.
  • Budi sangat bahagia setelah istrinya melahirkan buah hati yang mereka nanti-nantikan selama ini.
  • Semua orang terdiam ketika mendengar suara si raja hutan yang mengaum dengan keras.
  • Widia merupakan kembang desa yang selalu menarik perhatian para pria.
  • Andre selalu membawa buah tangan setiap kali ia mengunjungi rumah mertuanya.

Selengkapnya baca; Majas Metafora

3. Majas Asosiasi

Majas Asosiasi
“Wajah ayah dan anaknya sangat mirip, bagaikan pinang di belah dua”

Majas asosiasi adalah gaya bahasa yang membandingkan dua objek berbeda, namun disamakan dengan menambahkan kata sambung bagaikan, bak, atau seperti. Dalam hal ini, perbandingan pada gaya bahasa ini diungkapkan secara implisit, sehingga audiens harus menganalisis sendiri apa makna dari gaya bahasa tersebut.

Contoh: Wajah ayah dan anaknya bagaikan pinang dibelah dua.

Keterangan: kata bagaikan pinang dibelah dua mengandung arti bahwa wajah ayah dan anak tersebut sangat mirip.

Beberapa contoh majas asosiasi

  • Budi tidak punya pendirian tetap dalam menghadapi masalahnya, seperti air di daun talas.
  • Tidak ada gading yang tak retak, begitu juga manusia yang tidak luput dari kesalahan.
  • Mengharapkan dia menyelesaikan pekerjaan itu adalah hal yang sia-sia, seperti menabur garam di lautan.
  • Pernyataan anak itu kepada ibunya sangat menyakitkan, bagaikan duri dalam daging.
  • Wajah Budi dan Bapaknya sangat mirip, bagaikan pinang di belah dua.

Selengkapnya baca: Majas Asosiasi

4. Majas Hiperbola

Majas Hiperbola
Pria itu bekerja banting-tulang setiap hari demi membiayai sekolah anaknya

Majas Hiperbola adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan, bahkan membandingkan sesuatu dengan cara yang terkesan tidak masuk akal.

Contoh: “Pria itu memiliki semangat kerja yang keras seperti baja, tentu ia akan menjadi orang sukses.”

Keterangan: kata keras seperti baja dalam hal ini merupakan kesan yang berlebihan dari semangat dalam bekerja.

Beberapa contoh majas hiperbola

  • Peristiwa tragis yang terjadi pada sang anak membuat hati ibunya tersayat-sayat.
  • Pak Joko bekerja banting-tulang setiap hari demi membiayai sekolah ketiga anaknya.
  • Bu Inem dan tetangganya kalau bergosip bisa menghabiskan waktu hingga seratus tahun.
  • Suara kemarahan sang ayah menggelegar membelah bumi hingga membuat anak-anaknya ketakutan.

Selengkapnya baca: Majas Hiperbola

5. Majas Eufemisme

Majas Eufemisme
“Ketiga pria tersebut dibawa ke meja hijau untuk diadili”

Majas Eufemisme adalah suatu gaya bahasa dimana kata-kata yang dianggap kurang etis diganti dengan padanan katanya yang lebih halus dan memiliki makna yang sama.

Contoh: Guru itu tidak mengijinkan murid-muridnya untuk buang air kecil ketika sedang mengerjakan ujian.

Keterangan: kata buang air kecil digunakan untuk menggantikan kata kencing.

Beberapa contoh majas eufemisme

  • Pemerintah daerah Semarang memberikan kesempatan bagi penyandang difabel untuk bekerja sebagai pegawai negeri sipil.
  • Pejabat tersebut dibawa ke meja hijau untuk diadili karena telah melakukan penyelewengan.
  • Pelaku tabrak lari tersebut mendekam di hotel prodeo setelah tertangkap polisi.
  • Pria tuna wisma itu sering diberi makanan oleh orang-orang yang berpapasan dengannya.

Selengkapnya baca: Majas Eufemisme

6. Majas Metonimia

Majas Metonimia
“Bila kamu haus, minumlah Aqua”

Majas metonimia adalah gaya bahasa yang menyandingkan suatu istilah populer atau merek tertentu untuk merujuk pada benda yang sebenarnya lebih umum.

Contoh: “Bila kamu haus, minumlah Aqua

Keterangan: Kata aqua merupakan bahasa Inggris yang artinya air dan merupakan merek dagang sebuah produk air mineral.

Beberapa contoh majas metonimia

  • Pria itu biasanya menghisap gudang garam setiap kali selesai makan siang.
  • Yani selalu menghubungi keluarga dengan Samsung miliknya setiap menjelang hari Natal.
  • Setiap kali pulang kampung, Andi dan keluarganya selalu menggunakan Citilink.
  • Ibu selalu menggunakan Vanish setiap kali menemukan noda di pakaian yang dicuci.

Selengkapnya baca: Majas Metonimia

7. Majas Alegori

Majas Alegori
“Dalam kehidupan rumah tangga, suami adalah nahkodanya”

Majas Alegori adalah gaya bahasa yang menyandingkakan suatu objek dengan kata kiasan yang bermakna konotasi atau ungkapan.

Contoh: “Mencari wanita yang sempurna seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami.”

Keterangan: kata jarum dalam tumpukan jerami mengandung arti sesuatu yang sulit untuk ditemukan.

Beberapa contoh majas alegori

  • Seorang suami merupakan nahkoda dalam setiap rumah tangga.
  • Dalam memperebutkan hati seorang wanita, perasaan adalah jurinya.
  • Perjalanan cinta budi yang cukup panjang akhirnya berlabuh pada seorang wanita sederhana.

8. Majas Simile

Majas Simile
“Janganlah terlalu patuh, bagaikan kerbau ditusuk hidungnya”

Majas simile adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu kegiatan dengan ungkapan yang bermakna sama dimana penyampaiannya secara eksplisit atau lebih lugas. Dengan gaya bahasa ini, pembaca dapat menebak secara langsung apa arti dari ungkapan atau perumbaan yang disampaikan.

Contoh: “Anak kecil itu menangis karena ditinggalkan ibunya, bagaikan anak ayam kehilangan induknya.”

Keterangan: kata “anak ayam kehilangan induknya” mengandung makna bahwa ada kegiatan yang tanpa tujuan atau kebingungunan.

Beberapa contoh majas simile

  • Perbanyaklah belajar dan menggali ilmu agar tidak seperti katak dalam tempurung.
  • Ani terlalu patuh pada pacarnya, bagikan kerbau yang ditusuk hidungnya.
  • Andi seringkali bertanya sesuatu yang sudah diketahuinya, seperti kura-kura dalam perahu.

9. Majas Sinekdok

Majas Sinekdok
“Jhony memberikan 3 ekor kambing ke warga sebagai hewan kurban”

Majas sinekdok adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya perwakilan dalam mengungkapkan sesuatu. Majas ini terbagi dua, yaitu sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro parte.

9a. Sinekdok pars pro toto (part/ sebagian mewakili total) adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian unsur benda untuk menjelaskan keseluruhan benda tersebut.

Contoh: “batang hidungnya tidak muncul juga hingga hari ini.”

Keterangan: Dalam hal ini kata ‘batang hidung’ merujuk pada seorang individu secara keseluruhan.

Contoh majas sinekdok pars pro toto

  • Purnama memberikan 5 ekor kambing kepada masyarakat sebagai hewan kurban.
  • Kepala desa itu memberikan sumbangan kepada warganya sebesar Rp100.000,- per kepala.
  • Ayah membeli 4 ekor ayam kampung untuk hidangan arisan minggu depan.

9b. Sinekdok totem proparte (total mewakili part/ sebagian) adalah gaya bahasa yang menyebutkan keseluruhan untuk menjelaskan sebagian situasi atau benda.

Contoh: “Indonesia mewakili asia tenggara dalam turnamen sepak bola internasional.”

Keterangan: Dalam hal ini kata ‘Indonesia’ merujuk pada tim sepak bolanya saja.

Contoh majas sinekdok totem proparte

  • Tiongkok memenangkan pertandingan badminton melawan Malaysia di Olimpiade.
  • SMP Pirngadi menjadi juara umum dalam lomba cerdas cermat di Surabaya.
  • Jepang berhasil maju ke babak final pertandingan sepak bola piala dunia.

10. Majas Simbolik

Majas Simbolik
“Budi punya sifat dan pendirian yang sering berubah, seperti bunglon”

Majas simbolik adalah gaya bahasa dengan ungkapan yang membandingkan suatu hal dengan hal lainnya, dengan cara menggambarkan makna dari suatu hal menggunakan simbol, lambang, tokoh, hewan, ataupun benda, untuk menggantikan kata yang ingin diutarakan..

Contoh: “Gadis itu selalu mencari kambing hitam untuk setiap masalahnya.”

Keterangan: kata “kambing hitam” bermakna sesuatu atau seseorang yang dipersalahkan atas suatu peristiwa meskipun tidak terbukti.

Contoh majas simbolik

  • Dewi terlihat malu-malu kucing ketika Jones mendekati dan mengajaknya bicara.
  • Pria itu berubah-ubah pendiriannya, bagaikan bunglon yang dapat berganti warna sesuai dengan lingkungannya.
  • Rini selalu dikelilingi para pria, bagaikan ratu lebah.
  • Widia terlihat ramah dan mudah didapatkan, padahal dia itu jinak-jinak merpati.

B. Majas Pertentangan

Pengertian majas pertentangan adalah gaya bahasa dalam karya sastra yang menggunakan kata-kata kiasan dimana maksudnya berlawanan atau bertentangan dengan maksud yang sebenarnya. Beberapa yang termasuk dalam macam macam majas pertentangan adalah:

1. Majas Litotes

Majas Litotes
“Kapan-kapan mampir lagi ya ke gubuk kami ini”

Majas litotes adalah suatu ungkapan seperti merendahkan diri, meskipun pada kenyataan sebenarnya justru sebaliknya.

Contoh: “Silahkan mampir ke gubuk kami yang sederhana ini.”

Keterangan: Gubuk yang dimaksud adalah sebuah rumah, meskipun rumah tersebut berbentuk bangunan besar dan kokoh.

Contoh majas litotes

  • Ayo naik mobil butut yang baru saya beli ini.
  • Silahkan dinikmati makanan ala kadarnya ini ya.
  • Ini uang rokok sebagai tanda terimakasih dari saya.

2. Majas Paradoks

Majas Paradoks
“Entah kenapa, aku merasa kesepian di tengah keramaian ini, huft”

Majas paradoks adalah suatu gaya bahasa yang membandingkan situasi sebenarnya dengan situasi kebalikannya.

Contoh: “Di tengah keramaian itu aku merasa kesepian.”

Keterangan: situasi keramaian merupakan kebalikan dari sepi sehingga keduanya bertentangan.

  • Wanita itu tersenyum meski hatinya sedih karena ditinggalkan suami.
  • Dewi merasa lapar, padahal ia berada di pusat kuliner.
  • Andi merasa sangat terganggu, saat ia berada di ruangan yang sangat tenang.
  • Anak kecil itu menangis ketika berada di sekitar orang-orang yang sedang tertawa.

3. Majas Antitesis

Majas Antitesis
“Semua orang sama di mata hukum, tidak perduli tua atau muda, kaya atau miskin”

Majas antitesis adalah gaya bahasa yang memadukan pasangan kata dimana artinya saling bertentangan.

Contoh: “Semua orang sama di mata hukum, tak perduli tua-muda atau kaya-miskin.”

Keterangan: kata tua-muda dan kaya-miskin merupakan pasangan kata yang maknanya saling bertentangan.

Contoh majas antitesis

  • Besar-kecil penghasilan pria itu tidak membuat istrinya merasa kekurangan.
  • Tinggi-rendahnya pendidikan seseorang tidak berbanding lurus dengan kualitas hidupnya di masa depan.
  • Setiap orang dapat menilai baik-buruknya karakter seseorang dari tindakannya sehari-hari.
  • Cepat atau lambat masalah yang kamu hadapi akan teratasi dengan baik.

4. Majas Kontradiksi Interminus

Majas Kontradiksi Interminus
“Liburan di tempat ini sangat menyenangkan, kecuali saat hujan deras turun.”

Majas kontradiksi interminus adalah gaya bahasa yang menyangkal pernyataan yang disebutkan sebelumnya. Umumnya majas ini disertai dengan konjungsi, misalnya hanya saja atau kecuali.

Contoh: “Semua murid boleh bermain, kecuali murid yang tidak mengerjakan tugas.”

Keterangan: Kata kecuali merupakan bentuk penyangkalan dari pernyataan sebelumnya.

Contoh majas kontradiksi interminus

  • Kehidupan masyarakat Indonesia semakin sejahtera, kecuali masyarakat di desa tertentu yang masih sengsara hidupnya.
  • Acara ulang tahun Widia sangat meriah, namun ruangan di pojok itu terlihat sepi.
  • Semua anak pak Bagus sukses dalam pekerjaan, kecuali anak bontot yang selalu gagal mendapatkan pekerjaan dan pengangguran hingga saat ini.
  • Para pegawai perusahaan itu punya kendaraan modern, kecuali satu pegawai yang hanya punya mobil kuno.

C. Majas Sindiran

Pengertian majas sindiran adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan dengan tujuan untuk memberikan sindiran kepada seseorang, perilaku, dan suatu kondisi. Beberapa yang termasuk dalam jenis majas sindiran adalah;

1. Majas Ironi

Majas Ironi
“Ferguso, ternyata kamu sangat perduli kebersihan, sampai-sampai mobil mu penuh dengan sampah”

Majas ironi adalah gaya bahasa yang memakai kata kiasan dimana artinya berlawanan dengan fakta sebenarnya dimana tujuannya bermaksud untuk menyindir. Misalnya memuji suatu kondisi atau seseorang, namun maksud sebenarnya adalah untuk menyindir.

Contoh: “Wah ruang belajar mu sangat rapih ya, sampai-sampai sulit untuk duduk di sini.”

Keterangan: kata sangat rapih sebenarnya bentuk sindirian bahwa ruangan tersebut berantakan hinggu sulit untuk diduduki.

Contoh majas ironi

  • Bersih sekali ruangan ini, sampai-sampai ada banyak sarang laba-laba.
  • Ternyata kamu orangnya santun ya, soalnya cara bicaramu membentak-bentak.
  • Kamu seorang teman yang baik, sampai-sampai menemani sebentar saja enggan.
  • Wah kamu cerdas sekali ya, soal mudah begini saja tidak bisa mengerjakan.

2. Majas Sinisme

Majas Sinisme
“Yang, mulut mu bau banget sih, seperti bau got di depan rumah”

Majas sinisme adalah gaya bahasa dimana seseorang memberikan sindiran secara langsung kepada orang lain. Sinisme bertujuan untuk menyindir suatu hal atau seseorang, namun tidak dengan ungkapan untuk memperhalus sindiran tersebut, dan juga tidak menggunakan kata-kata kasar.

Contoh: “Badan mu bau sekali, tapi kalau disuruh mandi tidak mau.”

Keterangan: kata bau sekali merupakan sindiran langsung kepada seseorang.

Contoh majas sinisme

  • Suara mu keras sekali, sampai gendang telingaku mau pecah.
  • Anak mu kurus sekali ya, seperti orang yang kurang makan.
  • Kamu jangan terlalu pelit, rejeki itu tidak akan kemana-mana.
  • Ruang kerjamu kotor sekali sih, ada debu dan kotoran di mana-mana.

3. Majas Sarkasme

Majas sarkasme adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir orang lain dengan konotasi yang kasar. Biasanya gaya bahasa ini diucapkan seseorang ketika ia sangat marah.

Contoh: “Dasar tidak becus! Kalau tidak bisa kerja, kau hanya akan jadi sampah masyarakat!”

Keterangan: kata sampah masyarakat merupakan kata yang berkonotasi kasar.

Contoh majas sarkasme

  • Dasar otak udang, mengerjakan soal mudah seperti ini saja tidak bisa.
  • Tidak usah bermimpi bisa sukses di kota, perempuan kampungan seperti kamu cocoknya kerja jadi babu.
  • Seorang pemalas bodoh seperti kamu tidak akan pernah berhasil dalam hal apapun, tidur saja sana!
  • Dasar monyet bau, kadal bintit, muka gepeng, kecoa bunting, babi ngepet, dinosaurus, brontosaurus, gih!

D. Majas Penegasan

Pengertian majas penegasan adalah gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu secara tegas guna meningkatkan pemahaman dan kesan kepada pembaca/ pendengar. Beberapa yang termasuk dalam jenis majas penegasan adalah:

1. Majas Pleonasme

Majas Pleonasme
“BBM nya saya masukkan ke dalam mobil bapak ya”

Majas pleonasme adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata dengan makna sama, terkesan tidak efektif tapi disengaja untuk menegaskan sesuatu.

Contoh: “Ayo cepat naik ke atas, sebelum makanan mu menjadi dingin.”

Keterangan: kata ke atas merupakan bentuk penegasan dari kata naik karena tentunya naik pasti ke atas, tidak pernah ke bawah.

Contoh majas pleonasme

  • Bagi mereka yang namanya saya sebutkan dimohon untuk maju ke depan.
  • Pesarta yang telah melengkapi berkas persyaratannya silahkan untuk segera masuk ke dalam.
  • Agus melihat langsung dengan mata kepalanya peristiwa kecelakaan yang mengerikan itu.

2. Majas Repetisi

Majas Repetisi
“Song Hye Kyo adalah gadis impian ku, wanita yang membuatku jatuh cinta, wanita yang selalu berada dalam pikiranku”

Majas repetisi adalah gaya bahasa yang mengulang kata-kata dalam suatu kalimat.

Contoh: “Pria itu pencopetnya, dia pelakunya, dia yang mengambil dompet saya”

Keterangan: kata pria, pencopet, dan pelaku, menunjukkan orang yang sama.

Contoh majas repetisi

  • Widia adalah gadis impian ku, wanita yang membuatku jatuh cinta, wanita yang selalu mengisi relung hatiku.
  • Semarang merupakan tempat kelahiran ku, kota tempat aku dibesarkan, kota yang akan selalu ku kenang.
  • Buku ini sangat bagus untuk dibaca, buku ini berisi tentang kisah inspiratif orang sukses, buku ini saya rekomendasikan untuk kamu baca.

3. Majas Retorika

Macam Macam Majas
“Sholat jumat itu dilakukan hari apa sih guys?”

Majas retorika adalah gaya bahasa dalam bentuk kalimat tanya tetapi sebenarnya tidak perlu dijawab. Gaya bahasa ini biasanya dipakai untuk penegasan sekaligus sindirian.

Contoh: “Kalau kamu Sholat Jumat setiap hari apa mas?”

Keterangan: pada dasarnya dari sebutan “sholat jumat” sudah diketahui bahwa kegiatan tersebut dilakukan hari jumat.

Contoh majas retorika

  • Hai wanita, apa pernah aku memintamu untuk singgah di hatiku?
  • Aku bertanya padamu, apakah ada orang yang ingin kehilangan orang yang dikasihinya?
  • Lalu, siapa orang yang tidak ingin hidupnya sejahtera dan penuh keberkahan?
  • Menurutmu, apakah harga barang-barang dan sembako akan naik pada saat menjelang hari raya?

4. Majas Klimaks

Majas Klimaks
“Jenjang pendidikan formal di Indonesia dimulai dari SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi”

Majas klimaks adalah gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari dua hal secara berurutan dimana tingkatannya semakin lama semakin tinggi.

Contoh majas klimaks

  • Pada saat itu semua orang, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia, pergi mengungsi akibat gempa.
  • Jenjang pendidikan formal dimulai dari SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi.
  • Toko pakaian itu menjual celana jeans mulai ukuran S, M, XL, hingga XXL.

5. Majas Antiklimaks

Majas Antiklimaks
Setiap hari senin, kepala sekolah, guru, dan para murid melakukan upacara bendera di sekolah.

Majas antiklimaks adalah gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari dua hal secara berurutan untuk menegaskan sesuatu dengan mengurutkan dari tingkatan tertinggi ke tingkatan terendah.

Contoh majas antiklimaks

  • Setiap haris senin, mulai dari kepala sekolah, guru, staf, dan para murid di SMP Pirngadi, rutin melaksanakan upacara bendera.
  • Kegiatan tersebut diadakan untuk semua usia, baik itu lansia, dewasa, remaja, anak-anak, dan juga bayi.
  • Perusahaan itu juga membuka lowongan bagi semua jenjang pendidikan, baik itu S3, S2, S1, D3, bahkan lulusan SMA pun diterima.

6. Majas Pararelisme

Majas Pararelisme
“Kasih pasti murah hati, kasih pasti lemah lembut, kasih pasti memaafkan, kasih pasti penuh sabar”

Majas pararelisme adalah gaya bahasa yang mengulang-ulang sebuah kata untuk menegaskan makna kata tersebut dalam bebeberapa definisi yang berbeda. Biasanya digunakan pada sebuah puisi.

Pengulangan pada bagian disebut dengan anafora, sedangkan pengulangan pada bagian akhirn disebut dengan epifora.

Contoh majas pararlisme

  • Kasih pasti murah hati, kasih pasti lemah lembut, kasih pasti memaafkan, kasih pasti penuh sabar (anafora).
  • Oh ibu, ijinkanlah aku bertamasya, jangan halangiku bertamasya, karena aku ingin sekali bertamasya (epifora).

7. Majas Tautologi

Majas Tautologi
“Ruangan pesta tersebut penuh dengan kemeriahan, ramai, heboh, dan gegap gempita”

Majas tautologi adalah gaya bahasa yang mengulang kata yang bersinonim untuk menegaskan suatu kondisi atau maksud tertentu.

Contoh majas tautologi

  • Sejarah masa lalu pria itu sangat kelam.
  • Masa depan kamu akan lebih bahagia, nyaman, damai, dan tentram jika hidup bersama dengan orang yang tepat.
  • Handika adalah seorang pria yang penuh perasaan, cinta, dan kasih sayang.
  • Ruangan pesta tersebut penuh dengan kemeriahan, ramai, heboh, dan gegap gempita.

Baca juga: Pengertian Bahasa

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai pengertian majas, macam-macam majas, dan beberapa contoh majas dari setiap jenisnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.

Tinggalkan Balasan