Beranda Umum Majas Asosiasi: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Majas Asosiasi

Majas Asosiasi: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Majas Asosiasi

Majas Asosiasi

Dalam artikel ini akan dijelaskan secara ringkas dan jelas mengenai pengertian majas asosiasi, apa saja ciri-cirinya, apa tujuannya, serta beberapa contoh majas asosiasi dalam suatu kalimat.

Pengertian Majas Asosiasi

Apa yang dimaksud dengan majas asosiasi (association)? Secara singkat, pengertian majas asosiasi adalah suatu gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang pada hakikatnya berbeda namun secara sengaja dianggap sama atau mirip.

Gaya bahasa ini merupakan bagian dari majas perbandingan dimana dalam penggunaannya disertai dengan kata; seperti, bagaikan, bagai, dan laksana, untuk membandingkan suatu objek dengan objek lainnya.

Jenis majas ini banyak digunakan untuk mengutarakan suatu ide atau gagasan dengan memakai perumpamaan atau peribahasa dalam membandingkan dua objek yang berbeda, sehingga penyampaiannya menjadi lebih menarik.

Baca juga: Pengertian Majas

Ciri-Ciri Majas Asosiasi

Jenis gaya bahasa ini disebut juga dengan majas perumpamaan dimana terdapat ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan jenis majas lainnya. Adapun beberapa ciri majas asosiasi adalah sebagai berikut:

  • Majas ini menggunakan suatu perumpamaan untuk membandingkan dua objek yang pada dasarnya berbeda.
  • Gaya bahasa asosiasi menggunakan beberapa kata untuk membandingkan objek, yaitu; bak, bagaikan, bagai, seperti, dan laksana.
  • Majas ini memiliki kesamaan dengan majas simile, namun gaya bahasa ini menjelaskan objek secara implisit.
  • Penafsiran makna kata pada gaya bahasa ini dapat berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya.

Baca juga: Majas Hiperbola

Fungsi dan Tujuannya

Pada dasarnya, tujuan utama dari gaya bahasa ini adalah untuk menyampaikan suatu ide dan gagasan kepada orang lain melalui perumpamaan, sehingga orang yang membaca atau mendengarnya menjadi terkesan.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penggunaan gaya bahasa ini dalam tulisan maupun dalam percakapan dilakukan dengan cara membandingkan suatu objek dengan objek lainnya dengan sebuah perumpamaan.

Baca juga: Majas Metafora

Contoh Majas Asosiasi

Contoh majas asosiasi
“Wajah selebritis itu sangat mirip dengan pemeran penggantinya, bagaikan pinang dibelah dua”

Majas asosiasi banyak digunakan pada berbagai karya sastra, seperti; puisi, cerita pendek, novel, dan lain-lain. Selain itu, gaya bahasa ini juga cukup sering digunakan dalam percakapan sehari-hari di masyarakat.

Berikut ini adalah beberapa contoh gaya bahasa yang satu ini:

1. Contoh Majas Asosiasi dalam Puisi

  • Kamu…Tak pernah aku membayangkan
    Saat melihatmu pertama kali
    Seluruh tubuhku membeku bagaikan es

    Tatap matamu bagai bintang kejora
    Senyummu laksana matahari bersinar
    Wajahmu bak mawar merekah

    Kamu, ya kamu
    Keindahanmu tak terkatakan
    Keindahanmu seperti malaikat dari langit

  • Hujan…Langit mendung laksana malam tanpa bintang
    Suara gemuruh dari langit ibarat anak yang sedang menangis

    Tes, tes, tes
    Satu demi satu
    Air turun membasahi keringnya rumput bak padang gurun

    Hujan, turun semakin derasnya seperti langit sedang bersedih
    Suara petir bersahutan bagaikan singa sedang mengaum
    Angin berhembus kencang ibarat angin ribut

2. Contoh Majas Asosiasi dalam Percakapan

  • Wajah selebritis itu sangat mirip dengan pemeran penggantinya, bagaikan pinang dibelah dua.
  • Coba lihat kuku kaki pria itu, sangat tebal seperti kuku kambing.
  • Bagi saya berdiam diri di rumah itu bagaikan berada di dalam sebuah penjara.
  • Kecantikan mu bagaikan bidadari yang turun dari langit, membuatku terpesona.
  • Setiap menjelang idul fitri lingkungan mesjid ini dipadati para pengemis, bak jamur di musim hujan.
  • Clara si gadis cantik itu memiliki mata yang bulat seperti bola pimpong.
  • Lidahnya tajam bagaikan pisau belati.
  • Tatapan pria itu menakutkan bagaikan tatapan harimau marah hendak menerkam.
  • Pesta itu tidak berarti tanpa kehadiran mu, seperti sayur tanpa garam.
  • Pelukan ayah sangat erat seperti hangatnya mentari di pagi hari.
  • Laksana bunga dedap, sungguh merah berbau tidak
  • Keindahan dan kenyamanan tempat ini membuat ku merasa seperti merasa di surga

3. Contoh Gaya Bahasa Asosiasi dalam Pantun

  • Makan mangga di atas batu, makan nasi di piring kaca. Perangainya keras seperti batu, percuma saja menasehatinya.

Baca juga: Majas Personifikasi

Demikianlah penjelasan ringkas dan jelas mengenai apa itu majas asosiasi, apa tujuannya, bagaimana ciri-cirinya, dan beberapa contoh majas asosiasi. Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa gaya bahasa ini dapat membuat suatu kalimat atau kata-kata menjadi lebih memiliki kesan terhadap orang yang membaca atau mendengarnya.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.