Beranda Umum Majas Hiperbola: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Majas Hiperbola

Majas Hiperbola: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Majas Hiperbola

Majas Hiperbola

Pengertian Majas Hiperbola

Apa yang dimaksud dengan majas hiperbola (hyperbole)? Secara umum, pengertian majas hiperbola adalah gaya bahasa yang menyatakan sesuatu dengan cara melebih-lebihkan sehingga membuatnya terlihat lebih besar dari keadaan yang sebenarnya.

Pendapat lain mengatakan, gaya bahasa hiperbola adalah suatu majas yang bertujuan untuk menjelaskan suatu hal namun dilakukan dengan cara melebih-lebihkan dari kenyataan aslinya dengan maksud untuk meningkatkan kesan dan daya pengaruh sesuatu yang dibicarakan.

Gaya bahasa hiperbola banyak ditemukan pada karya sastra dengan tujuan agar pesan yang ingin disampaikan terasa lebih berpengaruh terhadap pembaca. Selain itu, gaya bahasa ini juga sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari dengan tujuan untuk membuat kesan dramatis sehingga menarik perhatian dari orang lain.

Baca juga: Macam-Macam Majas

Ciri-Ciri Majas Hiperbola

Jenis gaya bahasa hiperbola memiliki beberapa ciri khusus yang tidak terdapat pada gaya bahasa lainnya. Adapun ciri-ciri majas hiperbola adalah sebagai berikut:

  1. Gaya bahasa ini berusaha melebih-lebihkan sesuatu sehingga hal yang disampaikan terlihat lebih besar dari kenyataannya.
  2. Gaya bahasa hiperbola menggunakan kata-kata yang dramatis dalam penyampaiannya.
  3. Sesuatu yang disampaikan dengan gaya bahasa hiperbola cenderung tidak masuk akal.
  4. Gaya bahasa hiperbola memiliki daya pengaruh yang cukup kuat terhadap orang yang mendengar atau membacanya.

Baca juga: Majas Metafora

Contoh Gaya Bahasa Hiperbola

Agar kita lebih memahami gaya bahasa hiperbola, kita perlu memperhatikan contoh penggunaannya. Berikut ini adalah beberapa contoh majas hiperbola:

  1. Kisah sedih orang tua itu membuat hati orang yang mendengarnya tersayat-sayat.
  2. Ayahnya bekerja mati-matian memeras keringat untuk membiayai sekolah anak-anaknya.
  3. Pemuda itu berlari secepat kilat saat disuruh orang tuanya untuk membeli obat.
  4. Suara keras dari konser musik itu menggelegar membelah bumi.
  5. Air mata ibu yang kehilangan anaknya itu membanjiri tanah di sekitarnya.
  6. Kebiasaan masyarakat Jakarta membuang sampah sembarangan membuat tumpukan sampah setinggi gunung.
  7. Di jaman digital ini kecepatan penyebaran hoax melebihi kecepatan cahaya.
  8. Produk kosmetik yang digunakan wanita itu membuat kulitnya halus sebening kristal.
  9. Kegiatan fisik yang dilakukan pria itu membuat ia mandi keringat.
  10. Wanita itu cantik dan baik tapi tidak ada pria yang berani mendekati karena hatinya sedingin es.
  11. Ibu itu bertekad menyekolahkan anaknya setinggi mungkin bahkan berjuang hingga titik darah penghabisan.
  12. Pertumbuhan ekonomi di negara itu meroket mengalahkan negara lain.
  13. Pemandangan sawah di desa itu indah sekali bagaikan pemandangan di surga.
  14. Sehari tak bertemu, rasa rindu bagaikan seabad tidak bertemu.
  15. Anak itu jarang sekali mandi, sampai-sampai badannya bau sampah busuk.
  16. Bila ibu-ibu sudah ngerumpi, butuh waktu seratus tahun untuk selesai.
  17. Cinta ku pada mu sedalam lautan, seluas samudera, seputih kapas.
  18. Tatapan tajam pria itu membuatnya membeku tidak berdaya.
  19. Inflasi parah di Venezuela mengakibatkan harga barang-barang naik setinggi langit.
  20. Kemarahan sang ayah yang menggetarkan bumi telah membuat anak-anaknya terdiam ketakutan.
  21. Ibu itu pusing tujuh keliling melihat kenakalan anak-anaknya.
  22. Suara petir sore itu keras sekali, membuat jantungku hampir copot rasanya.

Baca juga: Majas Personifikasi

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian majas hiperbola, ciri-ciri, dan contoh gaya bahasa hiperbola. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.