Pengertian Liberalisme

Pengertian Liberalisme

Sebenarnya, apa itu liberalisme? Pengertian Liberalisme adalah suatu ideologi atau paham yang menjunjung tinggi kebebasan dan persamaan hak individu dalam berbagai aspek kehidupan, baik di bidang ekonomi, politik, sosial, agama, dan hal lainnya.

Pengertian liberalisme adalah suatu paham dan tradisi politik yang mengusung kebebasan dan persamaan hak bagi setiap individu di dalam masyarakat. Artinya, suatu negara dan pemerintahnya harus menghormati dan melindungi kebebasan dan hak setiap warganya dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Paham liberalisme pada umumnya tumbuh di dalam sistem demokrasi karena keduanya memiliki konsep kebebasan. Namun, walaupun paham ini mengusung kebebasan individu, kebebasan tersebut bukanlah kebebasan tanpa batas tapi terdapat keteraturan dan harus dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Pengertian Ideologi

Ciri-Ciri Ideologi Liberalisme

Ciri-Ciri Ideologi Liberalisme

Suatu ideologi dapat kita kenali dari karakteristiknya. Sesuai dengan pengertian liberalisme di atas, adapun ciri-ciri liberalisme adalah sebagai berikut:

1. Setiap Individu Punya Kesempatan Sama

Salah satu nilai pokok di dalam liberalisme adalah setiap individu memiliki kesempatan yang sama (Hold The Basic Equality of All Human) pada semua bidang. Namun, bukan berarti setiap orang bisa memberikan hasil yang sama.

Persamaan hak dan kesempatan merupakan hal yang mutlak di dalam ideologi ini. Sedangkan hasil yang nantinya akan diperoleh setiap individu tergantung pada banyak faktor misalnya keterampilan, kerja keras, sumber daya, dan lainnya.

2. Berhak Mendapat Perlakuan yang Sama

Mengacu pada poin #1 yaitu kesempatan yang sama, maka penyelesaian setiap masalah yang dihadapi individu akan mendapatkan perlakuan yang sama (Treat the Others Equally), baik itu di bidang ekonomi, politik, sosial, dan lainnya.

3. Ada Hukum dan Hukum Diterapkan

Di dalam setiap negara harus ada hukum di dalamnya yang bertujuan untuk melindungi dan menjaga hak-hak masyarakatnya. Negara liberal menetapkan patokan hukum tertinggi yang menghargai hak-hak kebebasan dan persamaan kedudukan setiap individu di dalam hukum (The Rule of Law).

4. Pemerintah Ditentukan Dengan Persetujuan

Di negara liberal, kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat sehingga penentuan pihak-pihak yang akan menjalankan negara tersebut harus mendapat persetujuan dari rakyat. Artinya, pemerintah harus bertindak sesuai kehendak rakyat dan tidak boleh bertindak atas keinginan sendiri.

5. Negara Hanyala Alat

Negara yang menganut paham liberalisme menganggap bahwa suatu negara merupakan mekanisme yang dipakai dalam perwujudan tujuan-tujuan yang lebih besar.

6. Tidak Menerima Ajaran Dogmantisme

Negara yang menganut paham liberalisme tidak menerima ajaran Dogmantisme, yaitu ideologi yang memegang kepercayaan dan menentang apapun yang tidak sesuai dengan kepercayaannya.

Baca juga: Pengertian Pancasila

Kelebihan dan Kekurangan Liberalisme

Kelebihan dan Kekurangan Liberalisme

Di dalam setiap ideologi pasti terdapat kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Demikian juga halnya dengan liberalisme. Sesuai dengan pengertian liberalisme, adapun kelebihan dan kekurangan liberalisme adalah sebagai berikut:

1. Kelebihan Paham Liberalisme

  • Adanya keinginan dan inisiatif dari masyarakat untuk berkembang menjadi lebih baik.
  • Setiap orang mendapat hak dan kebebasan yang sama di dalam bermasyarakat.
  • Terjadi persaingan yang positif di dalam masyarakat sehingga semua orang ingin menghasilkan produk bermutu tinggi.
  • Kebebasan individu dalam memilih partai politik tanpa intervensi dari pihak lain.
  • Pers memilik hak dan kebebasan dalam memberikan kritik tajam terhadap pemerintah tentunya dengan batasan dan etika pers yang berlaku.
  • Munculnya motif mencari keuntungan di masyarakat sehingga aktivitas ekonomi menjadi lebih efektif dan efisien.

2. Kekurangan Paham Liberalisme

  • Pihak-pihak yang memiliki sumber daya cenderung melakukan eksploitasi para pekerja sehingga menimbulkan kesenjangan sosial di masyarakat.
  • Terjadinya monopoli terhadap masyarakat golongan kecil atau miskin.
  • Kebebasan pers seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencapai keuntungan.
  • Timbulnya persaingan bebas sehingga pemerataan pendapan di masyarakat akan sangat sulit dicapai.
  • Munculnya kelompok-kelompok masyarakat yang menganggap dirinya lebih tinggi derajatnya dari masyarakat lain, atau sebaliknya.

Baca juga: Pengertian Nasionalisme

Sejarah Liberalisme

Sejarah Liberalisme

Awal kemunculan paham liberalisme adalah peristiwa revolusi Perancis yang terjadi pada abad 18 silam. Peristiwa tersebut disebabkan karena kepincangan sistem dan kesenjangan sosial di masyarakat yang sangat mencolok.

Pada masa itu di negara Perancis masih terdapat penggolongan terhadap masyarakat, dimana golongan tertentu mendapatkan keistimewaan yang tidak mungkin didapatkan golongan lainnya.

Kenyamanan hanya dapat dirasakan oleh mereka dari keluarga kerajaan dan pemuka agama, sedangkan masyarakat lainnya (baik yang kaya dan yang miskin) harus patuh pada masyarakat dari golongan istimewa.

Masyarakat dari golongan tanpa hak menuntut kemerdekaan dan kebebasan mereka. Pada puncaknya, yaitu tahun 1789, terjadilah revolusi yang kemudian menjadi awal terbentuknya golongan liberal. Liberalisme kemudian menyebar luas ke berbagai negara lainnya di Eropa yang kemudian diterima dan mendapat dukungan.

Baca juga: Pengertian Chauvinisme

Di atas tadi adalah ulasan singkat mengenai pengertian liberalisme, ciri-ciri liberalisme, kelebihan dan kekurangan liberalisme, serta sejarahnya. Semoga ulasan singkat ini bermanfaat.