Pengertian Aliansi dan Contohnya, Tugas, Prinsip, dan Proses Aliansi

Pengertian Aliansi dan Contohnya, Tugas, Prinsip, dan Proses Aliansi

Pengertian Aliansi
Ilustrasi Aliansi

Pengertian Aliansi Adalah

Apa yang dimaksud dengan Aliansi? Pengertian Aliansi adalah penggabungan antara dua atau lebih kelompok menjadi satu dengan tujuan agar dapat mencapai tujuan masing-masing dengan lebih baik karena adanya kerjasama yang saling menguntungkan.

Aliansi dapat juga diartikan sebagai persekutuan yang dilakukan oleh perseorangan, kelompok atau organisasi, yang mempunyai sumberdaya (sarana, prasarana, dana, keahlian, akses, pengaruh, informasi) dan bersedia untuk terlibat aktif atau berperan dalam menjalankan fungsi dan tugas tertentu.

Pengertian aliansi dalam hubungan internasional adalah kerjasama antara organisasi atau kelompok tertentu dalam ruang lingkup internasional (antar negara), baik dalam bidang politik ataupun bisnis dalam rentang waktu tertentu. Pada umumnya pihak-pihak yang melakukan aliansi akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan sebelum melakukan aliansi.

Pengertian Aliansi Menurut Para Ahli

Agar lebih mengerti apa arti aliansi, maka kita dapat merujuk beberapa pendapat para ahli. Berikut ini adalah arti kata aliansi menurut para ahli:

1. Griffiths dan Terry

Menurut Griffiths dan Terry, arti aliansi adalah suatu kesepakatan antara dua atau lebih negara untuk bekerjasama dalam masalah keamanan secara timbal balik. Artinya, aliansi merupakan kesepakatan, baik formal atau non-formal, dalam konteks keamanan dan pertahanan agar dapat mempertahankan diri dari ancaman negara lain.

2. Nye

Menurut Nye pengertian aliansi adalah pengaturan formal atau informal antara negara-negara berdaulat, biasanya untuk memastikan keamanan secara timbal balik.

Baca juga: Pengertian Globalisasi

Pengertian Aliansi Strategis dan Taktis

Bentuk aliansi dapat dibedakan berdasarkan visi dan fungsi dari anggotanya, yaitu aliansi strategis dan aliansi taktis. Berikut penjelasan keduanya:

1. Aliansi Strategis

Pengertian aliansi strategis adalah penggabungan dua kelompok dan yang bersatu menjadi sekutu dekat atau lingkaran inti. Kelompok yang berada dalam aliansi strategis berperan sebagai pendiri, penggagas, penggerak utama, dan menentukan serta mengendalikan arah kebijakan aliansi yang dibentuk.

2. Aliansi Taktis

Pengertian aliansi taktis adalah penggabungan dua kelompok yang bersatu menjadi sekutu jauh atau lingkar luar. Aliansi taktis biasanya tidak terlibat langsung dan berperan memberikan dukungan terhadap lingkaran inti.

Dalam hal ini aliansi strategis (lingkar inti) punya peranan utama karena berfungsi sebagai penggerak utama jaringan aliansi. Namun, sebuah kegiatan aliansi dapat dikatakan efektif jika melibatkan dan dijalankan bersama-bersama dengan aliansi taktis.

Baca juga: Pengertian Perdagangan Internasional

Prinsip Aliansi

Mereka yang berada dalam lingkaran utama suatu aliansi bisa saja berbeda pandangan, bahkan beda ideologi politik. Namun hal tersebut tidak menjadi penghalang dalam mencapai tujuan aliansi tersebut.

Berikut ini adalah beberapa prinsip aliansi:

  • Temukan persamaan visi, bukan perbedaan kepentingan. Aliansi harus dimulai dengan berbaik sangka.
  • Utamakan untuk menggagas beberapa pencapaian kecil, dan percaya pada harapan Anda, bukan rasa takut.
  • Lakukan tugas dan kegiatan sesuai dengan rencana. Jika kitai gagal merencanakan, maka kita berencana untuk gagal.
  • Utamakan isu yang telah disepakati dan bertumpu pada isu tersebut dalam melakukan gerakan.
  • Selalu terbuka dengan pandangan lain, bersedia bermufakat dan mengedepankan negosiasi yang saling menguntungkan.

Aliansi harus dinamis dan inovatif. Artinya, tidak mudah puas dan terus berusaha menggagas sesuatu untuk kemajuan aliansi.

Baca juga: Pengertian Komunitas

Proses Pembentukan Aliansi

Ketika prinsip-prinsip aliansi telah terpenuhi maka penggabungan kelompok yang berbeda dapat melakukan kerjasama dalam mencapai tujuan. Berikut ini adalah proses pembentukan aliansi:

1. Menentukan tujuan utama yang menjadi agenda aliansi
2. Mengidentifikasi stakeholders dan mencari berbagai pihak yang berpotensi menjadi pendukung dan penentang agenda aliansi. Melakukan analisis terhadap stakeholders:

  • Siapa stakeholder inti?
  • Alasan stakeholder tertarik pada agenda
  • Di mana posisi mereka terhadap agenda(mendukung, netral, atau menentang)?
  • Bagaimana pengaruh mereka terhadap aliansi (tinggi, sedang, rendah)?
  • Apa sumber yang dimiliki stakeholder?
  • Dimana posisi stakeholder yang paling tepat?

3. Menentukan dan menyepakati visi bersama serta misi yang diperlukan untuk mencapai visi.
4. Melakukan mobilisasi terhadap sumber daya yang dibutuhkan oleh aliansi.
5. Menjalankan pekerjaan sesuai rencana secara sistematis dan konsisten.

Contoh Aliansi

Berikut ini adalah contoh aliansi:

1. Aliansi Antar Negara

Pakta Warsawa adalah salah satu contoh aliansi antar negara yang dibentuk oleh beberapa negara di Eropa Timur. Aliansi di bidang keamanan dan pertahanan negara ini berdiri pada tanggal 14 Mei 19 di Warsawa.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh tujuh negara, yaitu, Uni Soviet, Bulgaria, Rumania, Jerman Timur, Hungaria, Polandia, Cekoslowakia. Alasan dibentuknya aliansi Pakta Warsawa adalah karena ketakutan terhadap ancaman NATO.

2. Aliansi Dalam Bisnis

Salah satu contoh aliansi dalam bisnis adalah bergabungnya Bajaj dengan Kawasaki dalam pemasaran motor Kawasaki Bajaj Pulsar 200 NS. Aliansi ini dilakukan atas dasar untuk keuntungan masing-masing perusahaan.

Kawasaki dikenal sebagai brand sepeda motor sport ternama sehingga memudahkan pemasaran motor Kawasaki Bajaj Pulsar 200 NS. Hal ini membandu Bajaj dalam pemasaran produk mereka, dalam hal ini motor Kawasaki Bajaj Pulsar 200 NS.

Baca juga: Pengertian Visi dan Misi

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian aliansi, bentuk aliansi, prinsip dan proses aliansi, serta contoh aliansi. Semoga bermanfaat.