Beranda Umum Pendidikan Karakter: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Urgensinya

Pendidikan Karakter: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Urgensinya

Pendidikan Karakter di Indonesia

Apa itu pendidikan karakter? Sebelum memahami isitilah ini, kita perlu memahami apa pengertian pendidikan dan pengertian karakter.

Secara singkat, pendidikan adalah proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan manusia yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sedangkan karakter adalah akumulasi kepribadian, watak, dan sifat individu yang mengarahkan kebiasaan dan keyakinan individu tersebut dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.

Lalu, apa yang dimaksud dengan pendidikan karakter?

Pengertian Pendidikan Karakter

Pengertian pendidikan karakter adalah suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik, di mana di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut.

Jadi, pendidikan karakter adalah suatu usaha manusia secara sadar dan terencana untuk mendidik dan memberdayakan potensi peserta didik guna membangun karakter pribadinya sehingga dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya.

Pendidikan karakter (character education) sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral dimana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus-menerus guna penyempurnaan diri ke arah hidup yang lebih baik.

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa itu character education, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini:

1. T. Ramli

Menurut T. Ramli, pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengedepankan esensi dan makna terhadap moral dan akhlak sehingga hal tersebut akan mampu membentuk pribadi peserta didik yang baik.

2. Thomas Lickona

Menurut Thomas Lickona, pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.

3. John W. Santrock

Menurut John W. Santrock, character education adalah pendidikan yang dilakukan dengan pendekatan langsung kepada peserta didik untuk menanamkan nilai moral dan memberi kan pelajaran kepada murid mengenai pengetahuan moral dalam upaya mencegah perilaku yang yang dilarang.

4. David Elkind

Menurut Elkind, pengertian pendidikan karakter adalah suatu metode pendidikan yang dilakukan oleh tenaga pendidik untuk mempengaruhi karakter murid. Dalam hal ini terlihat bahwa guru bukan hanya mengajarkan materi pelajaran tetapi juga mampu menjadi seorang teladan.

Baca juga: Pendidikan Informal

Fungsi Pendidikan Karakter

Fungsi Pendidikan Karakter

Secara umum fungsi pendidikan ini adalah sebagai pembentuk karakter peserta didik sehingga menjadi pribadi yang bermoral, berakhlak mulia, bertoleran, tangguh, dan berperilaku baik.

Adapun beberapa fungsi pendidikan karakter adalah sebagai berikut;

  1. Untuk mengembangkan potensi dasar dalam diri manusia sehingga menjadi individu yang berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik.
  2. Untuk membangun dan memperkuat perilaku masyarakat yang multikultur.
  3. Untuk membangun dan meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam hubungan internasional.

Character education seharusnya dilakukan sejak dini, yaitu sejak masa kanak-kanak. Pendidikan ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan, serta memanfaatkan berbagai media belajar.

Baca juga: Pengertian Sekolah

Tujuan Pendidikan Karakter

Tujuan Pendidikan Karakter

Pada dasarnya tujuan utama pendidikan karakter adalah untuk membangun generasi bangsa yang tangguh, di mana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong.

Untuk mencapai tujuan tersebut maka di dalam diri peserta didik harus ditanamkan nilai-nilai pembentuk karakter yang bersumber dari Agama, Pancasila, dan Budaya.

Berikut adalah nilai-nilai pembentuk karakter tersebut:

  1. Kejujuran
  2. Sikap toleransi
  3. Disiplin
  4. Kerja keras
  5. Kreatif
  6. Kemandirian
  7. Sikap demokratis
  8. Rasa ingin tahu
  9. Semangat kebangsaan
  10. Cinta tanah air
  11. Menghargai prestasi
  12. Sikap bersahabat
  13. Cinta damai
  14. Gemar membaca
  15. Perduli terhadap lingkungan
  16. Perduli sosial
  17. Rasa tanggungjawab
  18. Religius

Baca juga: Pengertian Etika

Lima Nilai Karakter Utama

Pendidikan Karakter

Di Indonesia, gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) fokus pada lima nilai karakter utama yang bersumber dari Pancasila, yaitu:

1. Nilai Karakter Religius

Penerapan nilai karakter religius dalam kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari dapat terlihat dalam beberapa hal, di antaranya;

  • Sikap cintai damai.
  • Sikap toleransi.
  • Menghargai perbedaan agama dan kepercayaan.
  • Berpendirian teguh.
  • Percaya diri.
  • Kerja sama antar pemeluk agama dan kepercayaan.
  • Anti terhadap perundungan dan kekerasan.
  • Mencintai lingkungan.
  • Dan lain sebagainya.

2. Nilai Karakter Nasionalis

Nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan terhadap bahasa, lingkungan, sosial, budaya, dan politik bangsa.

Penerapan nilai karakter nasionalis dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dapat terlihat dalam beberapa hal, di antaranya;

  • Apresiasi terhadap budaya Indoenesia.
  • Menjaga kekayaan budaya Indonesia.
  • Cinta tanah air.
  • Menghormati keberagaman budaya, suku, dan, agama.

3. Nilai Karakter Integritas

Nilai karakter integritas merupakan nilai yang menjadi dasar perilaku setiap individu sehingga individu tersebut dapat dipercaya dalam perkataan dan perbuatan, serta berkomitmen terhadap moral dan nilai-nilai kemanusiaan.

Penerapan nilai karakter integritas dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dapat terlihat dalam beberapa hal, di antaranya;

  • Sikap bertanggungjawab.
  • Aktif terlibat dalam kehidupan sosial.
  • Konsisten dalam perkataan dan perbuatan yang berdasarkan kebenaran.

4. Nilai Karakter Mandiri

Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku yang tidak tergantung pada orang lain dalam kehidupannya. Dengan kata lain, individu yang mandiri akan mempergunakan pikiran, tenaga, dan waktunya untuk mewujudkan harapan dan cita-citanya.

Penerapan nilai karakter mandiri dapat terlihat dalam beberapa hal, di antaranya;

  • Memiliki etos kerja yang baik.
  • Memiliki daya juang yang tinggi.
  • Tangguh dalam menghadapi tanangan.
  • Memiliki keberanian dan kreatif dalam bertindak.

5. Nilai Karakter Gotong Royong

Nilai karakter gotong-royong merupakan sikap dan perilaku yang menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu dalam menyelesaikan masalah bersama.

Penerapan nilai karakter gotong-royong dapat terlihat dalam beberapa hal, di antaranya;

  • Menghargai sesama.
  • Dapat bekerjasama.
  • Mampu berkomitmen terhadap keputusan bersama.
  • Saling tolong menoling.
  • Rasa solidaritas dan sikap kerelawanan.
  • Anti terhadap diskriminasi dan kekerasan.

Pentingnya Pendidikan Karakter

Pentingnya character education

Seperti kita ketahui bahwa proses globalisasi secara terus-menerus akan berdampak pada perubahan karakter masyarakat Indonesia.

Kurangnya pendidikan karakter akan menimbulkan krisis moral yang berakibat pada perilaku negatif di masyarakat, misalnya; pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obat terlarang, pencurian, kekerasan terhadap anak, dan lain sebagainya.

Menurut Thomas Lickona, setidaknya ada tujuh alasan mengapa character education harus diberikan kepada warga negara sejak dini, yaitu;

  • Ini merupakan cara paling baik untuk memastikan para murid memiliki kepribadian dan karakter yang baik dalam hidupnya.
  • Pendidikan ini dapat membantu meningkatkan prestasi akademik anak didik.
  • Sebagian anak tidak bisa membentuk karakter yang kuat untuk dirinya di tempat lain.
  • Dapat membentuk individu yang menghargai dan menghormati orang lain dan dapat hidup di dalam masyarakat yang majemuk.
  • Sebagai upaya mengatasi akar masalah moral-sosial, seperti ketidakjujuran, ketidaksopanan, kekerasan, etos kerja rendah, dan lain-lain.
  • Merupakan cara terbaik untuk membentuk perilaku individu sebelum masuk ke dunia kerja/ usaha.
  • Sebagai cara untuk mengajarkan nilai-nilai budaya yang merupakan bagian dari kerja suatu peradaban.

Baca juga: Pengertian Belajar

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas kita menyadari bahwa pendidikan karakter sangat penting bagi setiap orang. Dengan begitu, maka para guru, dosen, tenaga pendidikan lainnya, serta orang tua, sudah seharusnya senantiasa menanamkan nilai-nilai karakter yang baik kepada anak didiknya sejak dini.

Itulah penjelasan ringkas mengenai pendidikan karakater, mulai dari pengertiannya, fungsi, tujuan, serta urgensinya untuk menyikapi masalah moral-sosial yang ada di masyarakat. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.