Beranda Karir Etos Kerja: Pengertian, Fungsi, Manfaat, Faktor yang Mempengaruhi

Etos Kerja: Pengertian, Fungsi, Manfaat, Faktor yang Mempengaruhi

Pengertian Etos Kerja Adalah

Pengertian Etos Kerja

Apa yang dimaksud dengan etos kerja (work ethic)? Secara umum, pengertian etos kerja adalah seperangkat prinsip moral yang digunakan oleh seseorang dalam bekerja dan mencakup beberapa sifat berikut ini; berdedikasi, produktif, kerja sama, hormat, terampil berkomunikasi, berkarakter, berintegritas, bertanggungjawab, disiplin, profesional, rendah hati, memiliki tekad, kreatif, fleksibel, dan mudah beradaptasi.

Pendapat lain menyebutkan arti etos kerja adalah suatu sikap dalam bekerja yang terdapat di dalam diri seseorang maupun sekelompok orang yang muncul karena kehendak serta kesadaran dari diri sendiri dan didasari oleh orientasi nilai budaya terhadap pekerjaan.

Istilah “Etos” berasal dari bahasa Yunani, yang artinya kepribadian, karakter, sikap, watak, dan keyakinan terhadap sesuatu. Dalam hal ini, etos kerja seseorang dipengaruhi oleh berbagai hal, baik dari dalam diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitarnya.

Baca juga: Arti Dedikasi

Etos Kerja Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa itu etos kerja, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini:

1. Max Weber

Menurut Max Weber, pengertian etos kerja adalah perilaku kerja yang etis serta menjadi sebuah kebiasaan dalam bekerja yang berporos pada etika.

2. Clifford Geertz

Menurut Clifford Geertz, kata etos memiliki arti suatu sikap mendasar terhadap diri sendiri serta dunia yang dipancarkan oleh hidup.

3. Usman Pelly

Menurut Usman Pelly, arti etos kerja adalah sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran diri sendiri yang didasari oleh sistem orientasi nilai budaya terhadap kerja.

4. Jansen Sinamo

Menurut Jansen Sinamo, work ethic adalah seperangkat perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai dengan komitmen total pada paradigma kerja yang integral.

5. Toto Tasmara

Menurut Toto Tasmara, etos kerja adalah bentuk totalitas kepribadian diri dan juga cara memandang, meyakini, mengekspresikan, serta memberikan makna terhadap suatu hal, yang mendorong seseorang untuk bertindak dan meraih amal yang optimal.

Baca juga: Arti Integritas

Fungsi Work Ethic Secara Umum

Fungsi Work Ethic
Fungsi Work Ethic

Kinerja seseorang di dalam lingkungan kerja akan dilihat dan dinilai oleh orang-orang di sekitarnya, termasuk atasan. Etika kerja yang baik akan membuat pegawai lebih termotivasi untuk bekerja lebih baik dan profesional.

Mengacu pada definisinya, adapun beberapa fungsi etos kerja adalah sebagai berikut:

1. Mendorong Seseorang untuk Bertindak

Seringkali seseorang melakukan suatu tindakan karena adanya dorongan, baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar. Work ethic yang baik akan membuat seseorang menjadi lebih optimis dalam melakukan tanggung jawab yang diberikan padanya.

2. Memberikan Gairah untuk Lebih Giat

Bagi sebagian besar orang, dibutuhkan gairah untuk melakukan pekerjaan atau rutinitas sehari-hari. Tentunya gairah tersebut tidak muncul begitu saja, hal tersebut muncul karena adanya etos kerja yang baik di dalam diri seseorang.

3. Mendorong Seseorang untuk Bekerja Lebih

Dunia kerja dan bisnis selalu mengalami perubahan sehingga persaingan pun tidak dapat dihindari. Work ethic akan sangat menentukan seseorang dalam mempertahankan eksistensi dirinya dengan memperbanyak pengalaman dan memanfaatkan berbagai kesempatan.

Baca juga: Arti Loyalitas

Manfaat Etos Kerja

Manfaat Etos kerja
Manfaat Etos kerja

Setiap orang yang memiliki kinerja baik tentunya akan memberikan dampak positif terhadap orang-orang di sekitarnya, terutama pada perusahaan. Berikut ini adalah beberapa manfaat etos kerja tersebut:

  • Work ethic yang baik akan menghasilkan kinerja dengan kualitas baik pula.
  • Work ethic akan membuat proses kerja menjadi lebih terbuka, kekeluargaan, dan kebersamaan, sehingga sebuah kesalahan kerja dapat diperbaiki dengan cepat.
  • Work ethic juga akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja, baik di tingkat individu maupun perusahaan.
  • Umumnya suasana kerja yang kondusif dan nyaman dihasilkan oleh Work ethic yang baik sehingga setiap pegawai menyelesaikan pekerjaan sesuai target dan tepat waktu.
  • Jika setiap karyawan dalam perusahaan memiliki Work ethic yang baik, maka hal tersebut akan menghasilkan team work yang baik sehingga dapat menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama.

Baca juga: Manajemen Kinerja

Faktor yang Mempengaruhi Etos Kerja

Faktor yang Mempengaruhi Etos Kerja
Faktor yang Mempengaruhi Etos Kerja

Pada dasarnya perilaku dan tindakan seseorang di dalam dunia kerja dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu dari dalam diri sendiri dan dari luar dirinya.

Faktor dari dalam diri sendiri misalnya; bakat, sifat bawaan, kecerdasan, kekuatan fisik, dan lain-lain. Sedangkan faktor dari luar misalnya; peraturan kantor, budaya kerja, kondisi kantor, dan lain-lain.

Selain itu, ada beberapa faktor yang mempengaruhi semangat dan keyakinan seseorang dalam bekerja lebih baik, diantaranya;

1. Budaya

Faktor budaya memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap sikap dan perilaku seseorang. Lingkungan kerja yang memiliki budaya kerja disiplin dan teratur akan memberikan dampak baik baik pegawai. Demikian sebaliknya.

Etos budaya dalam lingkungan kerja merupakan gambaran dari sikap mental, tekad, disiplin, dan semangat kerja orang-orang yang berada di suatu perusahaan.

2. Sosial Politik

Struktur politik dapat mempengaruhi kinerja masyarakat. Hal tersebut karena adanya motivasi di dalam diri setiap orang untuk bekerja lebih keras agar dapat menikmati hasil yang lebih baik.

3. Agama

Seperti kita ketahui, agama merupakan sebuah sistem nilai yang mempengaruhi pola hidup para penganutnya. Cara berpikir, bersikap, dan bertindak, yang dilakukan seseorang dipengaruhi oleh ajaran agama yang dianutnya.

4. Pendidikan

Etos kerja sangat berhubungan dengan kualitas dan tingkat pendidikan sumber daya manusia. Pada umumnya, semakin berkualitas dan tinggi tingkat pendidikan seseorang maka kinerjanya akan semakin baik.

5. Kondisi Geografis/ Lingkungan

Kondisi lingkungan alam yang baik akan mempengaruhi manusia di sekitarnya dalam melakukan berbagai usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat. Hal ini tentu saja juga akan mengundang pendatang untuk mencari penghidupan di lingkungan tersebut.

6. Motivasi Intrinsik Individu

Setiap orang memiliki motivasi yang berbeda-beda di dalam dirinya. Individu yang memiliki motivasi yang tinggi akan memiliki etos kerja tinggi pula karena merupakan pandangan dan sikap berdasarkan nilai-nilai yang diyakini individu tersebut.

7. Struktur Ekonomi

Keberadaan struktur ekonomi merupakan faktor yang mempengaruhi work ethic di dalam masyarakat. Dengan adanya insentif, maka anggota masyarakat bersedia untuk bekerja keras demi mendapatkan hasil yang diinginkan.

Ciri-Ciri Individu Dengan Etos Kerja Tinggi

Ciri-Ciri Individu Dengan Etos Kerja Tinggi
Ciri-Ciri Individu Dengan Etos Kerja Tinggi

Sikap dan tindakan seseorang dalam bekerja akan menjadi gambaran kinerjanya secara umum. Berikut ini adalah ciri-ciri seseorang yang memilik etos kerja yang baik:

  1. Menghargai Waktu; seseorang yang memiliki work ethic yang baik akan sangat menghargai waktu karena menyadari bahwa setiap waktu yang berlalu tidak akan kembali lagi.
  2. Memiliki Komitmen; komitmen merupakan penggerak perilaku seseorang menuju arah tertentu yang diyakininya. Setiap komitmen akan ditentukan oleh tekad dan keyakinan seseorang sehingga menghasilkan vitalitas dan gairah.
  3. Memiliki Moralitas yang Bersih (Ikhlas); dalam hal ini, nilai keikhlasan merupakan salah satu kompetensi moral seseorang. Ikhlas adalah bentuk dari kasih sayang, cinta, dan pelayanan tanpa ikatan. Sikap ikhlas bukan hanya output dari cara seseorang melayani, melainkan juga input atau masukan yang membentuk kepribadiannya didasarkan pada sikap yang bersih.
  4. Memiliki Kejujuran; sikap jujur berkaitan dengan moral seseorang, yaitu sesuatu yang datang dari dalam kalbu. Kejujuran bukan karena keterpaksaan, tetapi suatu panggilan dari sebuah keterikatan.
  5. Memiliki Konsistensi; dalam hal ini, konsisten merupakan kemampuan untuk terus menerus bersikap taat dan mampu mempertahankan prinsip meskipun menghadapi berbagai risiko. Kemampuan ini juga mencakup kemampuan dalam mengendalikan diri dan mengelola emosi secara efektif.

Baca juga: Pengertian Profesi

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian etos kerja, fungsi, manfaat, serta beberapa faktor yang mempengaruhinya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.