Pasar Monopsoni
Ilustrasi Pasar Monopsoni

Pengertian Pasar Monopsoni

Apa itu pasar monopsoni? Pengertian Pasar Monopsoni adalah bentuk pasar yang di dalamnya terdapat satu konsumen (biasanya pelaku usaha) yang menjadi pembeli tunggal dan menguasai pasar komoditas. Pasar monopsoni adalah kebalikan dari pasar monopoli yang dikuasai oleh satu penjual besar.

Pasar Monopsoni biasanya terbentuk di daerah-daerah industri ternak potong dan perkebunan dimana petani tidak berada pada posisi yang baik dalam hal tawar menawar. Adapun beberapa faktor yang membuat pasar monopsoni terbentuk adalah sebagai berikut:

  • Tidak ada pembeli yang antusias pada pasar tersebut.
  • Lokasi produsen berada di tempat terpencil dan sulit dijangkau.
  • Biaya operasional tinggi.

Contoh pasar monopsoni adalah pasar sayuran dan peternakan sapi perah yang berada di daerah terpencil dan sulit dalam hal distribusi ke tempat lain untuk menjual produknya ke konsumen. Kesulitan dalam hal distribusi produk membuat para petani dan peternak menjual produk mereka ke satu pembeli secara borongan dengan harga yang murah.

Baca juga: Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Ciri-Ciri Pasar Monopsoni

Pasar ini termasuk dalam pasar persaingan tidak sempurna, yaitu pasar yang belum terorganisir dengan baik. Adapun ciri-ciri pasar monopsoni adalah sebagai berikut:

1. Hanya Ada Satu Pembeli

Seperti yang telah disebutkan di atas, pada pasar ini hanya terdapat satu pembeli saja. Sehingga pembeli memiliki keuntungan dari segi harga dan kualitas produk yang dibeli.

Para produsen umumnya pada posisi menerima penawaran dari pembeli agar produknya dapat terjual, meskipun seringkali harga yang ditawarkan murah.

Umumnya pembeli adalah pelaku usaha yang menjual kembali produk dari produsen. Pelaku usaha ini kemudian menjual kembali produk tersebut dengan harga yang lebih mahal untuk mendapatkan keuntungan.

2. Harga Ditentukan oleh Pembeli

Pembeli memiliki kuasa penuh atas pembentukan harga di pasar ini. Tidak jarang harga yang ditawarkan oleh pembeli tidak sesuai dengan harapan produsen namun tetap diterima karena sulit untuk mendapatkan pembeli lain.

Namun, meskipun pembeli memiliki kuasa atas pembentukan harga, tetap ada ketentuan dan aturan yang harus dipertimbangkan, misalnya disesuaikan dengan harga pasaran.

3. Produknya Adalah Bahan Mentah

Sebagian besar produk yang diperjualbelikan di pasar monopsoni adalah produk mentah dimana pembeli kemudian akan menjualnya kembali ke pihak lain.

4. Pendapatn Tidak Merata

Pada pasar ini sering terjadi ketidakadilan dimana produsen tidak memiliki peran dalam hal penentuan harga dan sulit berkembang karena sering menjual produknya dengan harga murah.

Sebaliknya, para pembeli akan semakin kaya karena dapat mengambil keuntungan dari dua pihak, yaitu dari produsen dan dari konsumen akhir yang membeli produk darinya.

5. Sering Terjadi Perselisihan

Perselisihan antara pembeli dan penjual bukan hal yang aneh di pasar ini. Hal tersebut terjadi karena harga yang diberikan pembeli jauh dari harapan penjual sehingga membuat penjual merasa dirugikan.

Perselisihan juga timbul karena belum adanya pihak ketiga, misalnya pemerintah, yang mengatur mengenai harga produk agar kedua belah pihak saling menguntungkan.

Baca juga: Pengertian Pasar Monopolistik

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopsoni

Seperti halnya jenis pasar lainnya, pasar ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan tersendiri.

1. Kelebihan Pasar Monopsoni

  • Kualitas hasil produksi pada pasar ini terjamin karena pembeli hanya mau menerima produk berkualitas.
  • Kreatifitas para produsen di pasar ini akan terasah karena selalu berusaha melakukan inovasi dan kreatifitas dalam memproduksi barang berkualitas dengan biaya murah agar tidak sampai gulung tikar.
  • Pada pasar ini pembentukan harga dilakukan oleh pembeli tanpa mempertimbangkan kondisi inflasi atau deflasi. Dengan kata lain, penentuan harga di pasar ini cenderung lebih mudah.
  • Pada pasar ini penjual tidak perlu melakukan promosi karena pembeli akan mudah menemukan mereka. Satu pembeli tersebut akan menampung semua produk dari banyak produsen lainnya.
  • Alur penjualan di pasar ini lebih mudah diatur karena pembelinya hanya ada satu pihak dan pembayaran langsung dilakukan tanpa harus menunggu produk terjual ke konsumen akhir.

2. Kekurangan Pasar Monopsoni

  • Pembeli bisa berlaku semena-mena. Sebagai penguasa pasar, tidak jarang pembeli melakukan tindakan semena-mena terhadap produsen, khususnya dalam hal penentuan harga. Contohnya, saat biaya produksi meningkat karena adanya inflasi, pembeli tidak mau membeli dengan harga lebih tinggi tapi tetap dengan harga yang lama.
  • Aspirasi penjual tidak didengar. Pada pasar ini masukan dan kritikan para produsen tidak diperhatikan oleh pembeli. Dengan kata lain, para produsen hanya bisa menerima keadaan dan berharap pembeli mau perduli dengan keinginan mereka.
  • Masalah ekonomi hanya ditanggung penjual. Masalah ekonomi pasti terjadi di semua negara, baik itu inflasi, deflasi, dan lain-lain. Kelemahan lain dari pasar ini adalah semua masalah perekonomian tersebut hanya diganggung oleh produsen, pembeli umumnya tidak perduli.

Baca juga: Pasar Persaingan Sempurna

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengertian pasar monopsoni, ciri-ciri pasar monopsoni, serta kelebihan dan kekurangan pasar monopsoni. Semoga bermanfaat.