Pengertian UPS: Cara Kerja, Komponen, dan Jenis-Jenis UPS

Di dalam artikel ini dibahas secara lengkap tentang pengertian UPS, bagaimana cara kerja UPS, apa saja komponen di dalam sebuah UPS, serta beberapa jenis UPS yang digunakan.

Pengertian UPS Adalah

UPS adalah singkatan dari Uninterruptible Power Supply, dimana dalam bahasa Indonesia disebut dengan suplai daya bebas gangguan. Secara singkat, pengertian UPS adalah suatu perangkat yang berfungsi sebagai alat untuk menyimpan dan menyediakan daya alternatif (backup) ketika peralatan elektronik kehilangan daya listrik dari sumber utamanya secara tiba-tiba.

Perangkat UPS ini juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengatur arus listrik yang diterima oleh perangkat elektronik menjadi lebih stabil. Dengan adanya perangkat UPS maka peralatan elektronik yang terhubung dengannya akan menjadi lebih aman dari kerusakan akibat dari arus listrik yang tidak stabil atau tiba-tiba terputus.

Namun, perangkat UPS ini hanya dapat menyediakan daya listrik dalam jangka waktu yang relatif singkat. Sebuah Uninterruptible Power Supply (UPS) dengan daya 600 watt pada umumnya dapat memberikan daya listrik pada sebuah perangkat elektronik dengan kebutuhan daya 400 watt hanya selama 10-17 menit saja.

Baca juga: Pengertian Komputer

Fungsi UPS Pada Instalasi Listrik

Dari penjelasan definisinya dapat kita pahami bahwa UPS memiliki fungsi yang sangat penting bagi perangkat elektronik. Adapun beberapa fungsi UPS adalah sebagai berikut:

1. Sebagai Cadangan Listrik Sementara

Fungsi utama dari sebuah UPS adalah untuk memberikan daya listrik cadangan pada peralatan elektronik (misalnya komputer, kulkas, TV, dan lainnya) ketika sumber listrik utama padam.

Sebuah UPS mampu menyimpan daya listrik dengan kapasitas tertentu sehingga dapat digunakan untuk menyuplai daya listrik sementara pada peralatan elektronik yang terhubung dengannya. Dengan begitu, peralatan elektronik tersebut tidak langsung mati ketika listrik terputus secara tiba-tiba.

2. Menstabilkan Arus Listrik

Secara umum, tegangan listrik di perumahan atau perkantoran bisa mengalami ketidakstabilan karena adanya hambatan. Itulah sebabnya arus listrik yang masuk ke peralatan elektronik tidak selalu dalam keadaan yang konstan.

Sebuah UPS dapat membuat arus listrik yang masuk ke dalam perangkat elektronik menjadi lebih stabil sehingga perangkat elektronik tersebut dapat digunakan dengan baik sebagai mana mestinya.

3. Mencegah Kerusakan Peralatan Elektronik

Seperti kita ketahui, kondisi tegangan listrik yang sering naik-turun dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik, khususnya perangkat komputer. Bukan hanya tegangan listrik yang tidak stabil, pemadaman listrik secara tiba-tiba seperti yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia berpotensi mengakibatkan kerusakan barang-barang elektronik.

Dengan adanya UPS, maka potensi kerusakan barang-barang elektronik akibat tegangan listrik yang tidak stabil atau pemadaman listrik secara tiba-tiba dapat diatasi, atau setidaknya diminimalisir.

4. Membantu Backup Data

Masih berhubungan dengan poin 1, dimana UPS dapat memberikan cadangan listrik sementara pada sebuah peralatan elektronik, khususnya komputer/ laptop.

Sebuah komputer yang terhubung dengan UPS tidak akan langsung mati ketika listrik padam dari sumbernya. UPS secara otomati akan memberikan daya listrik ke komputer selama sekitar 10-17 menit. Dengan begitu, kita masih dapat menyimpan data yang sedang dikerjakan, lalu mematikan komputer tersebut secara normal.

Baca juga: Pengertian Hardware

Komponen UPS

Perangkat UPS terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Berikut ini adalah beberapa komponen UPS tersebut:

  1. Baterai, yaitu bagian UPS yang dapat menyimpan daya listrik dan dapat digunakan sebagai sumber listrik alternatif selama 10 – 30 menit. Baterai pada UPS biasanya berjenis lead-acid atau nikel-cadmium.
  2. Rectifier, yaitu komponen penyearah pada UPS yang berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi arus DC dari suplai listrik utama. Rectifier bekerja pada saat pengisian baterai dilakukan.
  3. Inverter, yaitu komponen UPS yang berfungsi untuk mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC. Inverter bekerja ketika UPS dipakai untuk memberikan daya listrik ke perangkat elektronik.

Baca juga: Pengertian Router

Jenis-Jenis UPS

Jenis-Jenis UPS

Berdasarkan cara kerjanya, perangkat UPS dapat dibedakan menjadi empat jenis. Adapun jenis-jenis UPS adalah sebagai berikut:

1. Standby (Offline) UPS

Jenis UPS yang pertama dan yang paling umum dalam sistem yang lebih kecil adalah Standby atau Offline UPS. Jenis UPS ini pada umumnya digunakan untuk penggunaan pribadi, misalnya untuk komputer.

Jenis UPS ini bekerja dengan cara menunggu waktu untuk beroperasi. Ketika terjadi tegangan yang tidak stabil atau listrik padam, Standby UPS akan mengambil alih secara otomatis.

Standby UPS memiliki rectifier dan inverter di dalam satu unit. Jenis UPS ini akan memblok suplai daya utama dan switch akan berpindah saat terjadi gangguan, sehingga arus DC mengalir dari baterai menuju inverter.

Standby Offline UPS
Cara kerja Standby UPS via realpars.com

2. Line-Interactive UPS

Line-Interactive UPS merupakan jenis UPS yang banyak ditemukan dalam infrastruktur bisnis skala kecil. Jenis UPS ini bekerja dengan cara yang mirip dengan Standby UPS tetapi dengan kemampuan yang lebih baik dalam mengatur tegangan secara otomatis.

Pada Line-Interactive UPS terdapat monitor yang dapat memantau pasokan listrik yang masuk dan mendeteksi tegangan rendah atau tegangan tinggi. Jenis UPS ini dilengkapi dengan alat AVR (automatic voltage regulator) dimana fungsinya untuk mengatur tegangan dari suplai daya ke perangkat elektronik.

Line-Interactive UPS
Cara kerja Line-Interactive UPS via realpars.com

3. Online Double-Conversion UPS

Jenis UPS ini efisien karena sumber daya utama yang digunakan bukan dari suplai yang masuk, melainkan dari daya baterainya. Jadi, ketika terjadi pemadaman listrik UPS ini bekerja secara otomatis tanpa adanya waktu peralihan seperti yang terjadi pada jenis UPS lainnya.

Jenis UPS ini memiliki 1 rectifier dan 1 inverter secara terpisah. Online Double-Conversion UPS akan memblok suplai daya ke rectifier ketika terjadi gangguan sehingga akan muncul arus DC dari baterai ke inverter yang kemudian diubah menjadi AC untuk output.

Online Double-Conversion UPS
Cara kerja Online Double-Conversion UPS via realpars.com

Baca juga: Pengertian LAN

Cara Kerja UPS Secara Umum

Secara umum, cara kerja UPS ini cukup sederhana, yaitu bekerja berdasarkan kepekaan terhadap tegangan arus listrik. Ketika UPS menemukan adanya penyimpangan jalur voltase (misalnya tegangan listrik tidak stabil), UPS secara otomatis akan berpindah ke posisi operasi on-battery atau baterai hidup untuk melindungi beban (load).

Selain itu, UPS juga akan berpindah ke operasi on-battery ketika terjadi kegagalan listrik sesaat atau listrik padam akibat berbagai peristiwa, misalnya sambaran petir. Hal ini dapat meningkatkan arus UPS dan dapat menghentikan suplai arus listrik DC (direct current) menuju perangkat elektronik.

Baca juga: Pengertian Gadget

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian UPS, fungsinya, komponennya, cara kerja, serta beberapa jenis UPS. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.

Tinggalkan Balasan