Beranda Akuntansi Pengertian Akuntansi: Memahami Apa Itu Akuntansi, Tujuan, Fungsi, dan Manfaatnya

Pengertian Akuntansi: Memahami Apa Itu Akuntansi, Tujuan, Fungsi, dan Manfaatnya

Pengertian Akuntansi Adalah

Akuntansi merupakan suatu proses atau kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, khususnya dalam bisnis. Tetapi sebenarnya, apa pengertian akuntansi itu sendiri?

Pada artikel ini akan dibahas secara lengkap topik yang berhubungan dengan akuntansi. Beberapa hal yang bisa kamu pelajari dari materi akuntansi ini, di antaranya:

  • Penjelasan apa itu akuntansi, baik pengertiannya secara umum maupun menurut para ahli.
  • Tujuan, manfaat, dan fungsi akuntansi.
  • Proses dalam akuntansi.
  • Bidang-bidang akuntansi dalam bisnis.

Yuk, simak artikel ini sampai akhir, agar kamu lebih paham apa yang dimaksud dengan akuntansi.

Pengertian Akuntansi Adalah

Kata akuntansi diadaptasi dari bahasa Inggris, yaitu accounting, yang artinya menghitung. Sedangkan orang yang melakukan kegiatan akuntansi disebut dengan akuntan.

Menurut American Acounting Association (AAA), pengertian akuntansi adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi pihak yang menggunakan informasi tersebut.

Sementara menurut American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, peringkasan yang tepat dan dinyatakan dalam satuan mata uang, transaksi-transaksi dan kejadian yang setidaknya bersifat finansial dan penafsiran hasil-hasilnya.

Jadi secara umum, pengertian akuntansi adalah suatu proses mencatat, meringkas, mengklasifikasikan, mengolah, dan menyajikan data transaksi, serta berbagai aktivitas yang berhubungan dengan keuangan, sehingga informasi tersebut dapat digunakan oleh seseorang yang ahli di bidangnya dan menjadi bahan untuk mengambil suatu keputusan.

Ketika kita bicara tentang akuntansi, maka sudah pasti akan berhubungan dengan angka-angka dan perhitungan rumit sebagai bentuk pencatatan transaksi. Namun, akuntansi memiliki banyak manfaat bagi pihak yang melakukannya karena dapat memberikan informasi kondisi keuangan, gambaran tingkat laba perusahaan, penentuan pajak dan peraturan perusahaan, dan lain-lain.

Pembuatan laporan akuntansi dapat digunakan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan perusahaan sesuai hasil analisis akuntansi. Jadi, akuntansi sangat dibutuhkan dalam kegiatan bisnis, yaitu sebagai alat pengontrol dan pelaporan keuangan perusahaan.

Baca juga: Pengertian Audit

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami definisi akuntansi, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

1. Charles T. Horngren dan Walter T. Harrison

Menurut Horngren dan Harrison, pengertian akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi sebuah laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan.

2. Charles Littleton

Menurut Littleton, pengertian akuntansi adalah aktivitas yang bertujuan untuk melaksanakan perhitungan periodik antara biaya (usaha) dan hasil (prestasi). Definisi ini adalah inti dari teori akuntansi dan merupakan ukuran yang dijadikan sebagai rujukan dalam mempelajari akuntansi.

3. Carl Warren, Jim Reeve, Jonathan Duchac

Menurut Warren dkk, pengertian akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.

4. Rudianto

Menurut Rudianto, akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu badan usaha.

5. C. West Churman

Menurut C. West Churman, pengertian akuntansi adalah pengalaman tertulis yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan dan pengalaman yang tersusun berharga bagi pembuatan pilihan.

6. Suparwoto L.

Menurut Suparwoto L, pengertian akuntansi adalah suatu sistem untuk mengukur dan mengelola transaksi keuangan dan memberikan hasil pengelolaan tersebut dalam bentuk informasi kepada pihak-pihak internal dan eksternal perusahaan. Pihak eksternal ini terdiri dari investor, kreditur pemerintah, serikat buruh, dan lainnya.

7. Glen C. Arnold

Menurut Arnold, akuntansi adalah suatu sistem untuk memberikan informasi (terutama keuangan) kepada siapa saja yang harus membuat keputusan dan mengendalikan penerapan keputusan tersebut.

8. Pengertian Akuntansi Menurut ABP

Menurut Accounting Principle Board (APB) Statement no. 4 dalam Smith Skousen, akuntansi adalah suatu aktivitas jasa yang menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang memiliki sifat dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam memberikan keputusan pilihan-pilihan yang logis di antara berbagai tindakan alternatif.

Baca juga: Pengertian Debit

Tujuan Akuntansi

Tujuan Akuntansi
Akuntansi dapat memberikan informasi mengenai keuangan

Pada dasarnya tujuan akuntansi adalah untuk mencatat, mengumpulkan, dan melaporkan informasi terkait keuangan, kinerja, posisi keuangan, dan arus kas dalam sebuah bisnis. Informasi ini nantinya akan digunakan sebagai dasar dalam membuat keputusan ekonomi.

Jika dijabarkan, ada beberapa tujuan akuntansi, diantaranya adalah:

1. Tujuan Akuntansi Secara Umum

  • Memberikan informasi mengenai keuangan, baik itu aktiva maupun passiva perusahaan
  • Menyediakan informasi mengenai perubahan pada berbagai sumber ekonomi (netto) perusahaan
  • Memberikan informasi keuangan perusahaan yang dapat membantu dalam pembuatan estimasi potensi keuntungan perusahaan
  • Memberikan informasi mengenai perubahan pada berbagai sumber ekonomi perusahaan, baik itu aset, hutang, serta modal.
  • Menyediakan informasi lainnya terkait laporan keuangan untuk membantu pengguna laporan tersebut

2. Tujuan Akuntansi Secara Khusus

Secara khusus, tujuan akuntansi adalah untuk menyediakan informasi dalam bentuk laporan yang memuat posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar sesuai Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) atau Generally Accepted Accounting Principles (GAAP).

3. Tujuan Akuntansi Secara Kualitatif

Tujuan akuntansi secara kualitatif meliputi beberapa hal berikut ini:

  • Memberikan informasi yang relevan
  • Menyampaikan informasi yang telah teruji kebenaran dan validitasnya
  • Informasi yang disampaikan dapat dimengerti oleh pihak-pihak yang berkepentingan
  • Menyampaikan laporan keuangan untuk kepentingan semua pihak yang terkait dengan aktivitas perusahaan
  • Memberikan informasi transaksi yang real time, atau sesegera mungkin.
  • Informasi yang disampaikan sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) dan dapat diperbandingkan
  • Penyampaian laporan keuangan harus lengkap dan memenuhi standar pengungkapan laporan keuangan

Baca juga: Laporan Laba Rugi

Manfaat Akuntansi dalam Bisnis

Pengertian Akuntansi
Ilustrasi akuntansi dalam bisnis

Bukan hanya sekedar teknik pembukuan yang hanya mencakup pencatatan transaksi saja. Manfaat akuntasi cukup penting bagi bisnis yang akan memberikan dampak besar bagi perkembangan bisnis tersebut.

Beberapa manfaat akuntasi tersebut diantaranya:

1. Sebagai Informasi Keuangan

Seperti disebutkan di atas, proses akuntansi akan memberikan informasi keuangan bagi pihak-pihak yang memerlukannya, baik itu pihak internal maupun eksternal. Informasi keuangan tersebut dapat dijadikan dasar dalam mengambil keputusan managerial.

2. Sebagai Bahan Evaluasi Keuangan

Dengan mengetahui informasi keuangan, maka seseorang atau perusahaan dapat mengetahui apa yang perlu dilakukan di masa mendatang.

Misalnya, setelah melakukan pencatatan keuangan, seseorang mengetahui keuangannya mengalami masalah karena terlalu boros dalam membeli kuota internet.

3. Sebagai Alat Kontrol dan Bukti Keuangan

Pencatatan keuangan yang dilakukan dengan baik akan membantu kita dalam mempertanggungjawabkan keuangan tanpa menebak-nebak pengeluaran.

Akuntansi juga bisa menjadi alat kontrol untuk mengendalikan keuangan. Dengan begitu, seseorang atau perusahaan memiliki dasar dalam mengalokasikan sumber daya yang dimiliki.

4. Sebagai Alat Untuk Mengelola Keuangan

Pencatatan keuangan akan sangat membantu setiap pihak dalam mengelola keuangannya. Dengan akuntansi maka kita dapat memperhitungkan berbagai keperluan sehari-hari sehingga pengeluaran tidak membengkak.

Artikel lainnya: Pengertian Neraca

Fungsi Akuntansi

Fungsi Akuntansi
Akuntansi merekam catatan transaksi secara sistematis dan kronologis

Dalam pengertian akuntansi telah disinggung tentang sistem pelaporan keuangan termasuk untung rugi perusahaan. Sehingga, akuntansi sudah pasti sangat dibutuhkan dalam bisnis karena beberapa fungsinya sebagai berikut:

1. Merekam Catatan Transaksi

Merekam catatan transaksi (recording report) secara sistematis dan kronologis merupakan fungsi utama dari akuntansi. Rekam catatan transaksi ini kemudian dikirim ke Account Ledger sampai akhirnya menyiapkan akun akhir untuk mengetahui profit dan loss dari bisnis pada akhir periode akuntansi.

2. Melindungi Properti dan Aset

Fungsi akuntansi berikutnya adalah untuk menghitung jumlah Penyusutan Aset sebenarnya dengan menggunakan metode yang tepat dan berlaku untuk aset tertentu.

Semua disipasi tidak sah dari aset akan mengakibatkan sebuah bisnis mengalami kebangkrutan. Itulah sebabnya sistem akuntansi dirancang untuk melindungi properti dan aset bisnis dari pemakaian yang tak sah.

3. Mengkomunikasikan Hasil

Fungsi akuntansi selanjutnya adalah untuk mengkomunikasikan hasil dan transaksi yang dicatat ke semua pihak yang tertarik pada bisnis tertentu. Misalnya investor, kreditor, karyawan, kantor pemerintahan, peneliti, dan instansi lainnya.

4. Meeting Legal

Fungsi akuntansi juga berhubungan dengan perancangan dan pengembangan sistem. Misalnya sistem untuk memastikan catatan dan pelaporan hasil selalu memenuhi persyaratan hukum.

Sistem ini nantinya diperlukan untuk mengaktifkan kepemilikan atau wewenang untuk mengajukan berbagai pernyataan, seperti Pengembalian Penjualan-Pajak, Pengembalian Pendapatan Pajak, dan lain sebagainya.

5. Mengklasifikasikan

Selanjutnya fungsi akuntansi yang tak kalah pentingnya adalah sebagai klasifikasi terkait dengan analisis sistematis dari semua data yang tercatat. Dengan adanya klasfikasi tersebut akan memudahkan dalam pengelompokkan jenis transaksi atau entri.

Aktivitas klasifikasi ini dilakukan pada buku yang disebut sebagai “Ledger”.

6. Membuat Ringkasan

Aktivitas meringkas ini melibatkan penyajian data rahasia dengan penyampaian yang bisa dimengerti dan berguna bagi internal maupun eksternal pengguna akhir dari laporan akuntansi tersebut.

Aktivitas ini mengarah pada penyusunan laporan:

  • Neraca Saldo
  • Laporan laba rugi
  • Neraca

7. Analisis dan Menafsirkan

Fungsi akuntansi yang terakhir adalah melakukan analisis dan menafsirkan data keuangan. Data keuangan yang sudah melalui proses analisis kemudian diinterpretasikan dengan cara yang mudah dimengerti sehingga dapat membantu dalam membuat penilaian mengenai kondisi keuangan dan profitabilitas operasional bisnis.

Selain itu, hasil analisis tersebut juga digunakan untuk persiapan rencana di masa mendatang dan framing dari kebijakan untuk pelaksanaan rencana tersebut.

Baca juga: Pengertian Jurnal Umum

Bidang-Bidang Akuntansi dalam Bisnis

Bidang accounting dalam Bisnis

Setelah mengetahui pengertian akuntansi dalam bisnis, ada beberapa bidang akuntansi dalam bisnis yang penting untuk diketahui. Berikut beberapa bidang dari akuntansi:

1. Akuntansi Keuangan

Bidang akuntansi yang menyangkut pencatatan transaksi keuangan perusahaan secara berkala sebagai sumber informasi yang berguna untuk manajemen, pemilik perusahaan dan kreditor. Umumnya hampir semua bisnis menerapkan akuntansi keuangan sebagai bentuk pelaporan dana perusahaan.

2. Auditing atau Pemeriksaan Akuntansi

Bidang dalam akuntansi yang menyangkut pemeriksaan terhadap laporan keuangan untuk mengetahui kejujuran dan kebenaran dari laporan tersebut.

Pada bisnis yang sedang berkembang biasanya belum menerapkan bidang ini. Auditing sangat penting untuk mengetahui tindak korupsi dalam perusahaan.

3. Akuntansi Perpajakan

Bidang akuntansi yang menyangkut pelaporan pajak dari keuangan perusahaan. Akuntansi perpajakan penting sebagai pertimbangan terkait konsekuensi dari transaksi perusahaan.

4. Akuntansi Budgeter

Seperti namanya, akuntansi ini digunakan untuk membuat anggaran perusahaan tentang rencana penggunaan uang dalam periode tertentu.

5. Akuntansi Biaya

Akuntansi ini digunakan untuk mengendalikan budget atau anggaran perusahaan. Gunanya untuk menekan kegunaan dana perusahaan meskipun sudah dianggarkan.

6. Akuntansi Organisasi Nirlaba

Tidak semua bisnis menerapkan bidang akuntansi ini karena tujuannya adalah merencanakan anggaran bukan untuk mendapatkan keuntungan. Misalnya saja seperti pada dana CSR suatu perusahaan, ini termasuk hasil dari akuntansi organisasi nirlaba.

Baca juga: Pengertian Anggaran

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa akuntansi adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, dan pelaporan informasi ekonomi keuangan yang berguna untuk penilaian dan pengambilan keputusan bagi pihak yang memerlukannya.

Akuntansi sangat penting dalam kegiatan bisnis, yaitu sebagai analisis laba dan rugi. Pada praktiknya, akuntansi akan memudahkan seseorang atau perusahaan dalam mengambil keputusan serta tujuan lainnya di masa mendatang.

Itulah penjelasan lengkap tentang pengertian akuntansi, tujuan, fungsi, manfaat, dan bidang-bidangnya dalam bisnis. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.