Beranda Finansial Pengertian Laba: Arti, Unsur, Jenis, dan Faktor yang Mempengaruhi Laba

Pengertian Laba: Arti, Unsur, Jenis, dan Faktor yang Mempengaruhi Laba

Pengertian Laba Adalah

Pengertian Laba Adalah

Apa yang dimaksud dengan laba (profit)? Secara umum, pengertian laba adalah keuntungan bersih yang didapatkan oleh suatu perusahaan atau individu dari kegiatan ekonomi yang dilakukannya.

Dalam ilmu ekonomi, laba dapat didefinisikan sebagai suatu peningkatan kekayaan seorang investor dari kegiatan bisnisnya, yaitu keuntungan atau hasil penanaman modal setelah dikurangi dengan biaya-biaya dalam menjalankan bisnisnya. Sedangkan dalam ilmu akuntansi, arti laba adalah selisih positif antara pendapatan dari penjualan dengan biaya produksi yang dikeluarkan dalam periode tertentu.

Dalam hal ini, laba (profit) merupakan alat ukur keberhasilan manajemen perusahaan dalam menjalankan usahanya dimana indikatornya adalah pendapatan dan biaya. Dari penjelasan definisinya, laba memiliki beberapa karakteristik tertentu, diantaranya:

  • Penentuan laba dilakukan berdasarkan transaksi yang benar-benar terjadi.
  • Laba merupakan prestasi sebuah perusahaan atau individu pada periode tertentu.
  • Penentuan laba didasarkan pada prinsip pendapatan yang membutuhkan pemahaman mengenai definisi, pengukuran, dan pengakuan pendapatan.
  • Penentuan laba membutuhkan pengukuran mengenai biaya dalam bentuk biaya historis untuk mengetahui pendapatan tertentu.
  • Penentuan laba didasarkan pada perbandingan antara pendapatan dan biaya yang relevan dengan pendapatan tersebut.

Baca juga: Pengertian Biaya

Pengertian Laba Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa itu laba, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

1. Charles Thomas Horngren

Menurut Charles Thomas Horngren, pengertian laba adalah kelebihan dari total pendapatan dibandingkan dengan total beban, atau disebut juga dengan keuntungan bersih.

2. Don R. Hansen dan Maryanne M. Mowen

Menurut Hansen dan Mowen, arti laba adalah pendapatan operasional dikurangi pajak, biaya bunga, biaya penelitian dan pengembangan. Laba bersih disajikan dalam laporan laba-rugi dengan membandingkan pendapatan dan biaya.

3. M. Nafarin

Menurut M. Nafarin (2007:788), pengertian laba adalah perbedaan antara pendapatan dengan keseimbangan biaya-biaya dan pengeluaran untuk periode tertentu.

4. Abdul Halim dan Bambang Supomo

Menurut Abdul Halim dan Bambang Supomo (2005:139), pengertian laba adalah pusat pertanggungjawaban dimana masukan dan keluarannya diukur dengan menghitung selisih antara pendapatan dan biaya.

5. Zaki Baridwa

Menurut Zaki Baridwa (2004:31), laba adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi yang jarang terjadi dari badan usaha dan juga dari seluruh transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha selama satu periode kecuali timbul dari pendapatan atau investasi dari pemilik.

Baca juga: Arti Defisit

Unsur-Unsur Laba

Dalam menentukan laba, terdapat beberapa unsur yang harus dipenuhi. Adapun unsur-unsur laba adalah sebagai berikut:

1. Pendapatan (Revenue)

Pendapatan adalah kenaikan akvita atau penurunan kewajiban perusahaan dalam satu periode akuntansi. Sederhananya, pendapatan merupakan hasil yang didapatkan setelah melakukan kegiatan bisnis atau pekerjaan.

2. Beban (Expense)

Dalam hal ini, beban adalah sesuatu yang menjadi pengeluaran perusahaan demi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Beban juga dapat diartikan sebagai kenaikan kewajiban untuk menunjang kebutuhan operasional dalam satu periode tertentu.

3. Biaya (Cost)

Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk melaksanakan suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang sesuai harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.

4. Untung dan Rugi (Profit and Loss)

Unsur untung dan rugi merupakan bagian dari laba dimana setiap bisnis pasti akan mengalaminya. Keuntungan adalah peningkatan ekuitas atau aktiva bersih yang berasalah dari semua transaksi perusahaan. Sedangkan kerugian adalah penurunan aktiva bersih atau akuitas yang berasal dari transaksi tambahan (periferal).

5. Penghasilan (Income)

Dalam hal ini, penghasilan adalah hasil akhir yang didapatkan dari perhitungan pendapatan serta keuntungan setelah dikurangi dengan beban dan kerugian pada satu periode tertentu.

Baca juga: Pengertian Akuntansi

Jenis-Jenis Laba

Laba atau keuntungan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Menurut Zaki Baridwan (2004:34), adapun jenis-jenis laba adalah sebagai berikut:

  1. Laba Kotor; yaitu selisih positif antara penjualan bersih dan harga pokok penjualan (HPP). Laba ini belum dikurangi dengan biaya operasional dalam satu periode tertentu.
  2. Laba Bersih Operasional; yaitu laba kotor dikurangi dengan harga pokok penjualan dan semua biaya dalam kegiatan usaha.
  3. Laba Bersih Sebelum Pajak; yaitu pendapatan perusahaan sebelum pajak, atau perolehan operasional dikurangi atau ditambah dengan selisih pendapatan dan biaya-biaya lainnya.
  4. Laba Bersih Setelah Pajak; yaitu laba yang diperoleh setelah ditambah atau dikurang dengan pendapatan dan biaya non operasi dan dikurangi dengan pajak.

Baca juga: Arti Benefit

Faktor yang Mempengaruhi Laba

Besar-kecil laba yang diperoleh suatu perusahaan atau individu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Mulyadi (2001:513), ada 3 faktor yang mempengaruhi laba, yaitu:

  1. Biaya, yaitu semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengolah suatu produk atau jasa sehingga mempengaruhi harga jual produk tersebut.
  2. Harga Jual, besar-kecilnya harga jual suatu produk akan berpengaruh pada jumlah atau volume penjualan produk tersebut.
  3. Volume Penjualan dan Produksi, besar-kecilnya volume penjualan suatu produk akan mempengaruhi jumlah produksi produk tersebut. Pada saat yang sama, volume produksi juga mempengaruhi besar-kecilnya biaya produksi.

Baca juga: Pengertian Transaksi

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian laba, unsur-unsur, jenis, dan faktor yang mempengaruhi laba. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.