Beranda Umum Pengertian Spionase: Memahami Apa Itu Spionase dan Contoh Ancamannya

Pengertian Spionase: Memahami Apa Itu Spionase dan Contoh Ancamannya

Pengertian Spionase Adalah

Apa pengertian spionase? Istilah “spionase” merujuk pada aktivitas memata-matai/ mengintai dan mengumpulkan informasi suatu organisasi tanpa seijin organisasi tersebut.

Nah, di artikel ini akan dibahas secara lengkap hal-hal yang berhubungan dengan spionase. Adapun beberapa hal yang dijelaskan adalah sebagai berikut:

  • Pertama, apa arti spionase, baik secara umum maupun menurut beberapa ahli.
  • Kedua, akan dijelaskan apa tujuan aktivitas spionase.
  • Ketiga, akan dijelaskan beberapa ciri ancaman spionase.
  • Keempat, beberapa dampak aktivitas spionase terhadap korban.
  • Kelima, beberapa contoh aktivitas spionase yang terungkap.

Jika kamu ingin mengetahui lebih jauh apa itu spionase, maka kamu akan tertarik membaca artikel ini sampai akhir.

Pengertian Spionase Adalah

Secara umum, pengertian spionase adalah suatu aktivitas mengintai atau memata-matai suatu organisasi/ lembaga dengan tujuan untuk mengambil informasi penting/ rahasia tanpa seijin organisasi tersebut.

Sedangkan menurut Kamus Hukum Black (Black Law), arti spionase adalah suatu aktivitas mengumpulkan, mengirimkan, atau menghilangkan suatu informasi penting/ rahasia yang berhubungan dengan pertahanan nasional suatu negara.

Secara etimologis, istilah “spionase” berasal dari bahasa Prancis “espionage” yang artinya pengintaian. Dalam hal ini, aktivitas spionase bukan hanya mengintai dan mengumpulkan informasi rahasi, tetapi juga dapat membocorkannya ke pihak lain atau umum dengan tujuan tertentu.

Awalnya tindakan spionase dilakukan untuk menemukan informasi rahasia di bidang politik atau militer suatu negara. Namun, saat ini aksi spionase juga banyak terjadi di bidang industrial atau perusahaan (spionase industrial).

Baca juga: Pengertian Sabotase

Pengertian Spionase Menurut Para Ahli

Agar lebih paham apa itu spionase, maka kita bisa merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut:

1. AIVD (Algemene Inlichtingen- en Veiligheidsdienst)

Menurut AIVD (badan intelijen dan keamanan Belanda), spionase adalah aktivitas mengumpulkan informasi tentang perkembangan negara lain secara diam-diam. Adapun informasi yang dikumpulkan adalah yang berhubungan dengan politik, ekonomi, teknologi, IPTEK, dan rahasian perdaganan.

2. CPNI (Centre for the Protection of National Infrastructure)

Menurut CPNI (Pusat Perlindungan Infrastruktur Nasional Inggris), pengertian spionase adalah suatu proses mendapatkan informasi yang tidak tersedia untuk umum dengan memanfaatkan agen rahasia atau peretasan komputer.

Aksi spionase biasanya juga akan melibatkan upaya untuk mempengaruhi pembuat kebijakan dan pembentuk opini guna memberikan keuntungan bagai kekuatan asing.

3. Miriam Webster

Menurut kamus bahasa Inggris Miriam Webster, pengertian spionase adalah suatu praktik memata-matai suatu sistem pemerintahan atau perusahaan untuk mendapatkan informasi rahasia mengenai rencana dan kegiatan khusus.

4. Cambridge Dictionary

Menurut kamus bahasa Inggris Cambridge Dictionary, arti spionase adalah aktivitas pengumpulan dan pelaporan informasi rahasia, khususnya terkait militer, politik, bisnis, dan industri. Spionase umumnya dilakukan dengan menggunakan agen rahasia atau mata-mata di dalam suatu organisasi atau negara.

Baca juga: Pengertian Ancaman

Tujuan Aktivitas Spionase

Secara sekilas tujuan spionase telah disebutkan dalam definisinya. Namun, sebenarnya apa sih tujuan spesifik dari aktivitas spionase? Berikut penjelasan ringkasnya:

1. Mendapatkan Rahasia Politik Negara

Setiap negara memiliki rahasia politik yang mencakup hal-hal berkaitan informasi politik, keamanan, informasi ekonomi krusial, informasi kebijakan dalam negara, dan lain-lain. Dengan mengetahui informasi rahasia politik suatu negara maka pihak pelaku spionase akan memiliki keuntungan di bidang hubungan internasional dan operasi intelijen.

2. Menetralisir Keunggulan Militer

Aktivitas spionase sering ditujukan pada bidang militer untuk mengumpulkan informasi rahasia rincian teknis sistem persenjataan, jumlah pasukan, dan sistem pertahanan suatu negara. Dengan mengetahui informasi rahasia di bidang militer maka pelaku spionase dapat menemukan titik lemahnya.

3. Mengganggu Perekonomian Negara

Aktivitas spionse ada juga yang bertujuan untuk menggangu atau merusak perekonomian suatu negara. Hal tersebut dilakukan dengan mengambil informasi rahasia mengenai produk dan rencana perusahaan di masa depan.

Pelaku spionase bisa juga mencuri ide penting dan melakukan inovasi lebih dulu sehingga selalu menguasai pasar karena lebih unggul dibanding negara lain.

4. Mengganggu Stabilitas Negara

Bukan rahasia lagi bahwa ada pemerintah asing yang melakukan spionase di suatu negara dan mengupayakan gerakan pemberontakan di negara tersebut. Tujuan dari aksi ini tentu saja untuk mengganggu stabilitas negara lain sehingga dapat dikendalikan.

Ciri-Ciri Ancaman Spionase

Aktivitas spionase tidak akan terlihat secara kasat mata oleh masyarakat umum. Deteksi terhadap aksi spionase hanya dapat dilakukan oleh badan intelijen suatu negara yang telah terlatih.

Berikut ini merupakan beberapa karakteristik ancaman spionase:

1. Bertujuan Mengambil Informasi Rahasia

Ciri utama dari spionase adalah memiliki tujuan untuk mengambil informasi rahasia/ penting dari suatu organisasi atau negara. Dengan begitu, maka pelaku spionase dapat melakukan intervensi terhadap kebijakan luar negeri, komersial, dan militer suatu negara.

2. Dilakukan Secara Tersembunyi

Aktivitas spionase sejatinya dilakuksen secara rahasia dan terselubung. Itulah sebabnya sebagian besar aksi spionase tidak terungkap atau tidak diketahui masyarakat umum.

Sumber informasi yang digunakan oleh pelaku spionase tidak berasal dari sumber terbuka, tapi dari agen terlatih yang disusupkan ke dalam organisasi atau negara tertentu.

3. Dilakukan Oleh Ahli

Spionase hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Selain itu, spionase juga menggunakan perlengkapan dengan teknologi canggih.

4. Memiliki Banyak Wajah

Pelaku spionase bisa beroperasi di bawah perlindungan organisasi non resmi untuk menyembunyikan fakta bahwa mereka bekerja untuk intelijen. Dengan kata lain, pelaku spionase bisa berperan sebagai siapa saja, mulai dari mahasiswa, pengusaha, jurnalis, dan berbagai profesi lainnya.

Dampak Aktivitas Spionase

Aktivitas spionase yang dilakukan organisasi atau negara akan menimbulkan berbagai dampak, baik bagi korban maupun pelaku spionase. Berikut ini adalah beberapa dampak yang diakibatkan adanya spionase:

1. Kedaulatan Negara Terancam

Informasi rahasia yang terungkap ke publik dapat menimbulkan konflik di berbagai lapisan masyarakat. Hal ini bisa berpotensi menimbulkan kerusuhan yang akan mengancam kedaulatan  suatu negara.

2. Intervensi Asing di Dalam Negeri

Intervensi negara asing terhadap suatu negara dapat terjadi karena informasi rahasia telah diketahui. Hal tersebut dapat menimbulkan kekacauan politik di suatu negara.

3. Perekonomian Melemah

Aktivitas spionase dapat mengakibatkan pihak korban kalah bersaing dengan negara lain di pasar bebas sehingga terjadi monopoli perdagangan oleh negara asing. Hal tersebut pada akhirnya membuat perusahaan asing mengalahkan badan usaha milik negara atau pengusaha lokal.

4. Ancaman Terhadap Keamanan Negara

Spionase yang mengumpulkan informasi rahasia di bidang militer dan keamanan suatu negara tentu saja akan menjadi ancaman besar terhadap keamanan negara tersebut.

Misalnya pelaku spionase mengetahui kelemahan kerukunan masyarakat di suatu negara adalah rasa fanatisme beragama yang berlebihan. Pelaku spionase dapat melakukan adu domba antar dua agama yang berbeda sehingga menimbulkan perang saudara.

5. Putusnya Hubungan Internasional

Aktivitas spionase yang terungkap pada akhirnya akan membuat hubungan kerjasama internasional dua negara akan putus. Dengan putusnya hubungan internasional antar dua negara maka berbagai kerjasama antar negara tersebut di berbagai bidang akan terhenti.

Contoh Aktivitas Spionase

Dalam melakukan operasi intelijen, pelaku spionase akan banyak merekrut “orang dalam” sebagai mata-mata (agen telik sandi) agar lebih mudah mendapatkan informasi dan data. Dengan begitu, pelaku spionase dapat melancarkan aksinya.

Berikut ini adalah contoh aksi spionase:

1. Spionase M16 di Iran

M16 merupakan badan intelijen Inggris yang seringkali melakukan manuver di negara lain yang berbuah keuntungan bagi negara Inggris. Salah satu aksi spionase yang pernah dilakukan M16 adalah di negara Iran.

Pada masa kepemimpinan Mohammed Mossadeq, pemerintah Iran melakukan nasionalisasi tambang minyak dimana pada waktu itu kepemilikannya ada di tangan seorang menteri Inggris. Dengan berbagai triknya, M16 melakukan berbagai aksi spionase yang mengakibatkan runtuhnya pemerintahan Mohammed Mossadeq.

2. Spionase CIA di Indonesia

Pemberontakan PRRI/ Permesta pada tahun 1957 silan ternyata mendapat bantuan dari CIA. Hal ini terungkap setelah seorang tentara Amerika bernama Allen Lawrence Pope tertangkap oleh TNI.

Dari sejumlah dokumen yang disita dari Pope, diketahui bahwa ia menyusup dalam gerakan pemberontakan di Indonesia untuk menggulingkan presiden Soekarno.

3. Spionase ASIS di Indonesia

ASIS adalah badan intelijen Australia yang pernah melakukan upaya penyadapan telepon terhadap ponsel Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Ani Yudhoyono.

Selain SBY dan istrinya, upaya penyadapan ponsel juga dilakukan terhadap Boediono, Hatta Rajasa, dan Dino Patti Djalal. Informasi tersebut diketahui pemerintah Indonesia setelah Edward Snowden (CIA) membocorkan dokumen Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA).

Kesimpulan

Di atas telah dijelaskan secara ringkas dan lengkap mengenai pengertian spionase, tujuan, ciri-ciri, dampak, dan beberapa contoh aktivitas spionase. Dari penjelasan tersebut dapat kita pahami bahwa spionase sangat berbahaya bagi para korbannya karena informasi rahasia terbongkar oleh pihak lain yang dapat mengakibatkan dampak buruk.

Memahami pengertian spionase adalah sebuah langkah awal, yang terpenting adalah melakukan upaya untuk pencegahannya. Semoga organisasi tempat kita bernaung dapat terhindar dari aktivitas spionase yang dapat merugikan di masa depan.