Beranda Umum Pengertian Monolog, Contoh Teks Monolog Singkat dalam Drama

Pengertian Monolog, Contoh Teks Monolog Singkat dalam Drama

Pengertian Monolog

Apa arti monolog? Menurut para ahli, Pengertian Monolog adalah suatu percakapan yang dilakukan oleh satu orang atau tokoh tunggal dengan dirinya sendiri.

Secara etimologi, istilah “Monolog” berasal dari bahasa Yunani, yaitu:

  • Mono, yang artinya satu
  • Legein, yang artinya berbicara

Jadi, pengertian monolog adalah orang yang sedang berbicara dengan dirinya sendiri. Percakapan monolog bisa dilakukan seorang tokoh dengan dirinya sendiri melalui cermin, atau percakapan dengan dirinya sendiri di dalam hati yang berbunyi.

Monolog berfungsi sebagai penegasan keinginan atau harapan tokoh terhadap sesuatu hal. Monolog bisa dalam bentuk emosional, penyesalan, atau berandai-andai.

Monolog merupakan ilmu terapan yang mempelajari tentang seni peran. Untuk melakukan adegan monolog, dibutuhkan seseorang yang punya kemampuan dialog bisu. Seni peran ini mulai dikenal sekitar tahun 1960 an, dimana kala itu TV belu memakai pengisian suara tapi berupa monolog.

Baca juga: Pengertian Cerpen

Contoh Teks Monolog Singkat

Monolog seringkali digunakan dalam seni teater. Mengacu pada pengertian monolog di atas, seni peran ini selalu memakai naskah tulisan sehingga setiap kali ada drama monolog, umumnya ada juga teks monolog dalam naskah drama tersebut.

1. Contoh Teks Monolog dalam Naskah Drama

Berikut ini adalah salah satu contoh teks monolog singkat dalam naskah drama:

Aku Cinta Demokrasi

Aku sangat mencintai demokrasi. Tapi Aku tidak bisa berbuat banyak karena Aku hanya wong cilik. Aku tak punya tampang seperti pejuang, apalagi pahlawan gagah berani yang bisa memperjuangkan demokrasi.

Kisah ku tidak akan pernah dimuat di koran, wajah ku pun tak banyak dikenal orang. Perjuangan ku selama ini hanya sebatas RT 01 di mana aku tinggal.

Demokrasi yang aku rasakan di tempat kecil ini begitu indah. Semua warga memaknai dan mengamalkan demokrasi tanpa ada paksaan dari manapun.

Ketika ada oknum yang anti demokrasi di wilayah kecil nan indah ini, dengan gejolak semangat perdamaian para warga akan meminta aku untuk menyelesaikannya. Ya, mereka menghormati aku sebagai pimpinan hasil demokrasi mereka.

Jika aku mampu, aku dapat mengerahkan mereka bila ada yang mengusik demokrasi. Tapi toh buat apa? Di sini, demokrasi sudah berjalan begitu indah. Semua membela demokrasi dengan kompak dan dengan kesadaran sendiri.

Seandainya, semua wilayah di negeri tercinta ini menerapkan demokrasi seperti di tempat tinggal ku. Oh, sungguh indahnya hidup di Indonesia.

2. Contoh Teks Monolog Sedih

Berikut ini adalah salah satu contoh teks monolog sedih:

Ibuku Tersayang

Rasa ini selalu sama untukmu Ibu, semua cinta serta ketulusan. Hal-hal yang tidak akan pernah tampak sederhana bagiku, tetapi engkau tulus dan menganggap bahwa semua sesederhana yang kau lihat.

Senja merona yang berada di ujung barat selalu menjadi milik kita, untuk bisa menggenapkan waktu menuju malam penuh harmoni. Bukankah begitu bu? Seperti itulah kau untuk ku, kau senja yang hanya untuk ku.

Yang selalu menjadi kebahagiaanku. Fajar yang ada di ujung timur juga selalu jadi milik kita kan Ibu? Untuk menerbitkan sinar setelah gelapnya malam yang diselimuti kabut kedamaian.

Selalu itu yang engkau katakan padaku, bahwa selalu ada harapan untuk semua aspek dalam kehidupan ini. Engkaulah yang menerbitkan sinar saat dunia ku gelap.

Fajar itu selalu memberikan kehangatan, seperti hangatnya secangkir kopi di pagi hari, kau ingat kan itu bu? Kita selalu menikmati kebersamaan dengan tawa, menyeruput kopi itu sampai tetes terakhir. Mengapa demikian Ibu?

Mengapa semua itu terasa indah saat bersamamu? Kau tahu Ibu, bahwa aku lebih suka duduk di sampingmu dan menceritakan semua hak tentang apapun itu. Bagiku, hal ini lebih menenangkan daripada aku mendengarkan alunan musik instrument favorit ku.

Sudah ku duga dari dulu, bahwa engkau bukan wanita biasa. Lihatlah aku sekarang bu, aku yang setiap harinya selalu bersama mu, sampai detik pun masih mengagumimu. Berapa kata yang hendak kugunakan untuk mengungkapkan semua rasa kagumku terhadap mu? Seribu? Satu juta? Itu semua tidak akan pernah cukup.

Ibu, anakmu ini ingin sekali menjadi yang terbaik di hidupmu. Ibu, anakmu ini ingin sekali menjadi yang engkau banggakan. Ibu, anakmu ini ingin sekali ada disamping mu untuk selamanya.

I Love Ibu.

3. Contoh Teks Monolog Anekdot

Ini Salah Siapa?

Pagi-pagi buta sebelum matahari terbit, aku sudah sampai di sekolah. Namun sesampainya di depan kelas, ternyata gembok masih mengunci pintu kelas yang tertup rapat. Akhirnya aku duduk di gazebo yang berada di depan kelas.

Aku melihat ke sekeliling ku, ternyata juga sama. Ada banyak murid yang datang pagi-pagi untuk belajar dan harus terlebih dahulu seperti anjing penjaga di depan kelas. Yah begitulah, banyak dari mereka yang sekedar duduk-duduk sambil melamun.

Dalam hati takut kelas masih dikunci, tapi jadinya malah datang terlambat. Eh, sudah diperkirakan kalau belum bel tapi tetap saja harus di berhentikan petugas penjaga gerbang dan disuruh belok kanan. Ya Allah, kalau terjadi seperti ini jadinya salah siapa?

Jadinya, setiap pagi harus kerja bakti untuk mencuci mukenah, shalat dhuha, dan juga mengaji. Tujuannya agar yang telat dibukakan mata hatinya.

Dan esoknya, aku datang pagi-pagi sambil tersenyum dengan membawa detergent di tanganku. Tujuannya, untuk jaga-jaga kalau ada siswa yang telat jadi nggak perlu susah-susah untuk cari detergent. Akhir-akhir ini aku sering berangkat pagi supaya detergent yang kubawa bermanfaat untuk orang lain.

Baca juga: Pengertian Diksi

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengertian monolog dan contoh teks monolog singkat dalam drama. Semoga bermanfaat.