Pengertian Tes Kraepelin
Ilustrasi Tes Kraepelin

Pengertian Tes Kraepelin

Apa itu tes Kraepelin? Pengertian Tes Kraepelin atau tes koran adalah jenis dari tes psikotes yang berisi susunan angka-angka untuk membentuk grafik. Tes ini sering digunakan dalam proses rekrutmen tenaga kerja baru di suatu perusahaan atau instansi.

Nama Kraepelin diambil dari penemu jenis tes psikotes ini yaitu Emilie Kraepelin yang merupakan seorang psikiater. Mengerjakan tes ini sebenarnya cukup mudah, hanya dengan menjumlahkan dua angka terdekat dengan nominal 0-9.

Pada prinsipnya tidak ada waktu yang cukup untuk mengerjakan tes koran tersebut karena memang jumlahnya sangat banyak dan Anda tidak dituntut untuk mengerjakan semua soal yang ada. Namun interpretasi dari tes kraepelin dapat digunakan oleh seorang Human Management Development (HRD) untuk mengetahui bagaimana karakter calon pegawai perusahaan.

Pengertian Tes Kraepelin Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa arti tes Kraepelin, maka kita dapat memperhatikan beberapa pendapat para ahli tentang definisi tes Kraepelin. Berikut ini adalah tes Kraepelin menurut para ahli

1. Dr. J. de Zeeuw

Pengertian tes Kraepelin menurut Dr. J. de Zeeuw digolongkan sebagai tes yang mengukur faktor-faktor khusus non intelektual (tes konsenterasi).

2. Anne Anestesi

Pengertian tes Kraepelin menurut Anne Anestesi adalah tes kecepatan. Ini ditunjukan dengan banyaknya soal yang dibatasi waktu dimana testi dipastikan tidak dapat menyelesaikan seluruh soal.

Dari pengertian tes kraepelin di atas, lalu bagaimana tes ini bisa dijadikan salah satu alternatif HRD untuk menilai kepribadian calon pegawai?

Tujuan Tes Kraepelin dan Aspek-Aspeknya

Mengacu pada pengertian tes Kraepelin di atas, tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui karakter dan performa maksimal seorang calon pegawai. Karena itu, tekanan skoring dan interpretasi didasarkan pada hasil tes secara objektif:

Hasil tes Kraepelin akan menginterpretasikan empat hal, yaitu:

  1. Faktor kecepatan (speed factor)
  2. Faktor ketelitian (accuracy factor)
  3. Faktor keajegan (rithme factor)
  4. Faktor ketahanan (ausdeur factor)

Aspek-Aspek Tes Kraepelin

Umumnya tes Kraeplin digunakan untuk mengetahui kepribadian calon pegawai dalam ujian tertulis pada proses rekruitmen pegawai perusahaan. Biasanya HRD memilih tes ini untuk mengetahui beberapa aspek yang bisa ditunjukkan dari hasil interpretasi tes  kraepelin.

Beberapa aspek yang bisa dinilai dari hasil tes kraepelin diantaranya:

1. Aspek Keuletan dan Daya Tahan

Walaupun tes ini sebenarnya tidak sulit, namun karena jumlahnya banyak bisa digunakan untuk mengetahui bagaimana daya tahan atau keuletan peserta. Waktu yang sangat terbatas untuk mengerjakan dapat menguji seberapa stabil tingkat konsistensi dari peserta dan bagaimana kemampuannya untuk menyelesaikan permasalahan yang rumit.

2. Aspek Kemauan dan Kehendak Individu

Tes kraepelin dapat digunakan untuk mengukur kemauan dan bagaimana motivasi seseorang untuk mengerjakan hal-hal pelik yang biasanya berkaitan dengan angka, pola perhitungan, operasi matematika, middle hingga advance.

3. Aspek Emosi

Kebanyakan dari tes psikotes memang digunakan untuk mengetahui bagaimana kestabilan emosi seseorang. Begitu juga dalam tes Kraepelin ini yang bisa digunakan untuk mengukur kemampuan peserta dalam mengendalikan dan meredam emosi diri saat berada pada kondisi ditekan dengan pekerjaan.

4. Aspek Penyesuaian Diri

Hasil tes Kraepelin dapat menunjukkan bagaimana seseorang dapat menyesuaikan diri dengan cepat dan beradaptasi pada pekerjaan-pekerjaan yang mungkin dirasa baru. Tidak semua orang memiliki kemampuan adaptasi yang baik dan cepat.

5. Aspek Stabilitas Diri

Dalam tes kraepelin terdiri dari beberapa tingkatan, sehingga rangkaian dari tes ini dapat digunakan untuk menunjukkan bagaimana tingkat stabilitas seseorang.

Artikel lain: Pengertian Kepuasan Kerja Menurut Para Ahli

Fungsi dan Implementasi Tes Kraeplin

Fungsi tes Kraepelin adalah untuk mengetahui tipe performa seseorang dalam bekerja. Contoh implementasi tes Kraepelin pada calon pegawai, misalnya:

  • Hasil penjumlahan angka yang sangat rendah; ini menjadi indikasi gejala depresi mental yang dialami oleh calon pegawai.
  • Terlalu sering salah Hitung; ini menjadi indikasi bahwa calon pegawai mengalami distraksi mental.
  • Penurunan grafik secara tajam; ini menjadi indikasi bahwa calon pegawai hilang ingatan sesaat pada saat tes, atau indikasi epilepsi
  • Rentang ritme/ grafik terlalu besar; ini adalah indikasi bahwa calon pegawai memiliki masalah atau gangguan emosional

Interpretasi Tes Kraepelin

Mengacu pada pengertian tes kraepelin dimana hasilnya menunjukkan sebuah grafik, maka secara sederhana interpretasi dari tes krapelin ditunjukkan dengan:

  • Jika hasil yang ditunjukkan berupa grafik datar, maka menunjukan kepribadian yang bersangkutan dapat bekerja dengan stabil atau tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan.
  • Jika hasil yang ditunjukkan berupa grafik naik, maka memperlihatkan karakter yang bersangkutan memiliki potensi untuk berprestasi selama bekerja.
  • Jika hasil yang ditunjukkan berupa grafik menurun, maka menunjukkan karakter yang bersangkutan kurang berprestasi, mudah lelah, mudah jenuh dan bosan terhadap pekerjaan.
  • Jika hasil yang ditunjukkan berupa grafik yang seimbang, maka menunjukkan kepribadian yang bersangkutan kurang stabil dalam bekerja.

Arah Karir Tes Kraepelin

Setelah mengetahui pengertian tes Kraepelin dan tujuannya, lalu apa hubungannya dengan arah karir? Dalam pelaksanaan tes Kraeplin, penguji akan mengetahui tingkat kecepatan, ketelitian, keajegan, dan ketahanan seseorang dalam menghadapi ujian. Dalam dunia karir, hal ini dapat mengindikasikan jenis pekerjaan yang sesuai bagi seseorang.

1. Kecepatan

Ini menunjukkan tempo kerja, seberapa aktif seseorang menjalankan sebuah kegiatan, apakah cepat, sedang, atau lambat. Dalam hal kecepatan juga harus dibarengi dengan keseriusan, ketenangan, hati-hati, teliti, stabil namun sensitif.

Mereka yang mendapatkan skor bagus dalam kecepatan pada tes Kraeplin cocok untuk memiliki profesi;

  • Arsitek
  • Interior Design
  • Perawat
  • Administratif
  • Konselor
  • Manager
  • Penjaga Toko
  • Dan lain-lain

2. Ketelitian

Ini menunjukkan konsentrasi kerja, seberapa besar seseorang bisa fokus terhadap pekerjaan yang dilakukan. Ketelitian ini juga disertai dengan ketenangan, hati-hati, penuh pertimbangan, logis, kritis, dan rasional.

Mereka yang mendapatkan skor bagus dalam ketelitian pada tes Kraepelin biasanya memiliki kemampuan dalam menganalisa, mengorganisir, dan mendelegasikan pekerjaan. Profesi yang sesuai dengan kriteria ini adalah:

  • Intelijen
  • Pengacara
  • Bidan manajemen
  • Dokter
  • Akuntan
  • Programer
  • Insinyur
  • Mekanik
  • Dan lain-lain

3. Kestabilan / Keajegan

Ini menunjukkan kemampuan dalam menjaga dan mengola emosi pada saat bekerja. Dengan kata lain, seseorang tersebut tidak mudah terpengaruh oleh hal lain di sekitarnya.

Mereka yang memiliki skor tinggi dalam keajegan pada tes Kraepelin umumnya dapat menghadapi perubahaan mendadak dengan cepat dan tenang. Rasa percaya diri yang tinggi, dan dapat menghadapi kritik dan perbedaan.

Profesi yang sesuai dengan kriteria ini adalah:

  • Programer
  • Pilot
  • Pengusaha
  • Mekanik
  • Polisi
  • Forensik
  • Insinyur
  • Dan lain-lain

4. Ketahanan

Ini menunjukkan daya tahan seseorang dalam menghadapi situasi tertekan. Mereka yang punya skor tinggi dalam ketahanan pada tek Kraepelin adalah individu yang bisa diandalkan, bertanggungjawab, mengikuti standar dan aturan dengan teguh,

Profesi yang sesuai dengan kriteria ini adalah:

  • Hakim
  • Polisi
  • Pengacara
  • Atlit
  • Intelijen
  • Pemimpin militer
  • Dan lain-lain

Baca juga: Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

Sesuai dengan pengertian tes Kraepelin dan penjelasan interpretasinya di atas, maka tes ini sangat efektif digunakan untuk menilai kepribadian seseorang. Bagian HRD di sebuah perusahaan bisa menggunakan tes ini sebagai salah satu alternatif untuk mempelajari kepribadian calon pegawai.