Wheel Line, Startup Transportasi Jakarta Berkonsep Personal Courier

Wheel Line, Startup Transportasi Jakarta

Wheel Line, Startup Transportasi Jakarta

Startup yang memiliki fokus kepada transportasi sepertinya sedang naik daun. Startup transportasi yang sudah mulai eksis adalah HandyMantis, Go-jek yang saat ini sudah beroperasi di ibukota. Bahkan seiring dengan kebutuhan akan transportasi yang cepat dan tidak menyusahkan, baru-baru ini ada startup transportasi yang baru saja muncul, #startup tersebut bernama Wheel Line (WheellineJakarta.com).

Startup transportasi bermunculan seiring dengan tata kelola transportasi yang semakin tidak baik dan kemacetan dimana-mana. Startup transportasi ini menawarkan berbagai solusi untuk mendapatkan transportasi yang nyaman, cepat dan tentunya tidak menyusahkan.

Sekilas Tentang Wheel Line

Wheel Line adalah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi, logistik, dan shopping & delivery dengan armada Honda Scoopy atau lebih tepatnya dengan Jasa Personal Courier. Wheel Line resmi beroperasi pada tanggal 5 Januari 2012. Chris Wibawa selaku founder Wheel Line, mengatakan bahwa awal memulai usaha ini karena ia mengaku belum menemukan layanan kurir terpercaya di bisnis wine yang dimilikinya.

“Kami memiliki banyak konsumen di daerah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Menemukan kurir yang tepat untuk mengantarkannya sangat sulit,” jelas Chris. Chris menjelaskan, Wheel Line mengedepankan sebuah semangat yaitu, untuk mengantarkan paling lama dua jam dan juga menangani satu pesanan sekali jalan agar benar-benar menjaga keamanan dan keakuratan.

Chris juga menjelaskan bahwa kekuatan utama bisnis miliknya adalah memperhatikan setiap konsumen dengan baik. Startup ini juga menawarkan layanan kustom dalam setiap pesanan, tentunya dengan tambahan biaya. Contohnya, konsumen dapat memesan beberapa barang berbeda dalam sebuah parcel. Pilihan ini termasuk beberapa barang seperti barang pecah belah dan makanan cepat saji.

Wheel Line mengenakan biaya bagi konsumen sesuai dengan zona pengantaran. Menurut Chris, mereka menawarkan delapan zona berbeda, yakni mulai dari Rp 30.000 hingga Rp120.000. Zona ini diukur berdasarkan jarak dari kantor Wheel Line di daerah Muara Karang, Jakarta Utara. Saat ini Wheel Line menyediakan beberapa jasa transportasi untuk para pelanggan. Jasa tersebut diantaranya, Jasa Kurir, Jasa Shopping dan Delivery, Jasa Transportasi Umum ( Ojek).

Artikel lain: Go-Jek, Startup Panggilan Ojek Yang Kini Bisa Dipesan Dari Smartphone

Keunggulan Wheel Line

Usaha masyarakat yang berbeda-beda juga telah memotivasi Wheel Line untuk memberikan fasilitas bervariasi yang disesuaikan dengan barang yang akan diangkut dan tentu saja fasilitas tersebut menjadi keunggulan Wheel Line dibandingkan dengan startup transportasi yang lainnya. Berikut keunggulan yang dimiliki oleh Wheel Line

  • Sistem Plasma Cluster (Ojek)
  • Delivery Box Motor
  • BoxCooler Box
  • Ransel Wheel Line
  • Adanya sistem argo
  • Member Card ( Dengan keuntungan Diskon 20% bagi pelanggan yang memilikinya)
  • Hanya Bayar Ongkos Kirim Untuk Jasa Pembelanjaan Barang

​Startup transportasi Wheel Line bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat bagaimana cara memulai hidup praktis dalam menghadapi macetnya di jalan,  terutama di daerah ibukota Jakarta dan sekitarnya. Tentunya dengan menyediakan jasa layanan yang aman, nyaman, efisien, dan terpercaya sehingga Anda dapat dengan tenang menyerahkan tugas dan aktivitasnya kepada Personal Kurir Wheel Line.

Yang menambah keunikan Wheel Line adalah, bukan hanya sekedar menyediakan jasa ojek dan kurir serta belanja saja. Tapi Wheel Line juga menyediakan jasa pembelian tiket film di bioskop, pengantaran faktur dan rencananya dalam waktu dekat Wheel Line akan menambah inovasi dari jasa mereka.




Baca juga: GrabTaxi ~ Inovasi Kemudahan Booking Taksi Aman, Cepat dan Tepat

Moto Wheel Line

A Day Delivery Service Less Than 2 Hours

Kalimat diatas adalah motto dari Wheel Line. Dengan moto tersebut Wheel Line meyakinkan kepada para konsumen bahwa semua jasa antar mereka akan di antar dengan waktu kurang dari 2 jam. Sampai dengan saat ini Wheel Line masih beroperasi secara bootstrap ( mandiri ) dan semua usaha marketing berasal dari ‘mulut-ke-mulut’. Bagaimanapun, ia juga terbuka untuk mendapatkan investor dan kerja sama potensial. “Sejauh ini kami masih memfokuskan bisnis pada pendekatan ke konsumen agar mereka mendapatkan layanan terbaik,” jelas Chris.

Saat ini, Wheel Line belum memiliki aplikasi mobile seperti para startup-startup pendahulunya. Wheel Line memberikan layanan melalui email dan telepon, seperti yang dilakukan kompetitornya HandyMantis. Untuk dapat jauh lebih berkompetisi di ranah startup transportasi, Wheel Line harus mulai memikirkan untuk membuat aplikasi mobile supaya mempermudah para pelanggan yang ingin menggunakan jasa mereka.




Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud