Violet Lim ~ CEO Lunch Actually Group yang Tak Kenal Menyerah dengan Kesulitan

violet lim lunch actually

Image dari Hnworth.com

Aplikasi pendukung kerja #smartphone saat ini memang telah muncul dengan berbagai versi dan jenis. Salah satunya dari aplikasi yang telah muncul ke permukaan adalah aplikasi biro jodoh. Dengan terhubung secara online, para penggunanya yang masih single bisa dengan mudah menjalin hubungan secara online dengan lawan jenisnya yang juga menjadi pengguna aplikasi tersebut.

Dan salah satu sosok yang memimpin sebuah #aplikasi biro jodoh ini adalah Violet Lim. Menurut Violet Lim, saat ini banyaknya pria dan wanita di usia produktif yang terlambat menikah ini bukan karena tidak ada pilihan, namun mereka terhambat oleh waktu untuk menjalin pergaulan.

Dunia modern dengan tingkat kesibukan pekerjaan yang tinggi memang membuat mereka pada akhirnya terbelenggu dengan jam kantor. Kalau pun ada waktu sepulang kerja maka biasanya mereka menggunakannya untuk tidur. Dan pada hari libur pun mereka akan menghabiskannya untuk beristirahat.

Artikel lain: Thai Lee ~ Sosok Wanita Sederhana Sang CEO SHI International

Dari sinilah kemudian Violet membangun Lunch Actually, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pencarian jodoh. Lalu seperti apakah kisah Violet Lim membangun perusahaannya ini? berikut ulasannya.

Latar Belakang Pendirian Perusahaan Lunch Actually

Perusahaan biro jodoh yang didirikan Violet Lim ini bukanlah tanpa sebab. #Inspirasi dan idenya mendirikan perusahaan ini muncul ketika ia melihat fenomena di kalangan teman kerjanya semasa bekerja di Citibank Singapura yang kesulitan mencari pasangan karena keterbatasan waktu.

Maka dari sini wanita lulusan Manchester University, Inggris, ini pun mulai berpikir bagaimana caranya teman-temannya bisa segera mendapatkan pasangan di tengah waktu kerja super padat yang dijalaninya. Sebuah ide mendirikan perusahaan biro jodoh pun tercetus dari Violet.

Sayangnya saat ide ini disampaikan pada keluarganya, ia tak mendapatkan dukungan. Orang tuanya sendiri saat itu sangat tidak setuju dan menentang rencananya memulai bisnis sendiri. Menurut orang tuanya ia harus belajar dengan tekun untuk mendapatkan nilai bagus dan juga mendapatkan pekerjaan di perusahaan bergengsi.

Maka dari sini Violet mengaku bahwa dirinya memang sama sekali tidak memiliki bekal dan mental untuk memulai bisnis sendiri. Meski tak mempunyai bekal dan pengalaman namun Violet tetap bersikukuh dengan pendiriannya untuk mendirikan perusahaannya.

Mendirikan Luch Actually

Akhirnya pada tahun 2004, wanita lulusan London School of Economics dengan gelar Master Industry Relation and Personality ini mendirikan perusahannya bernama Lunch Actually. Sesuai dengan keinginannya, Lunch Actually ini dijalankan dengan fokus membantu orang-orang untuk mencarikan jodoh.




Pada awal usahanya, ia mengaku mendapatkan kesulitan untuk  mengingat orang-orang agar mau bergabung.  Pasalnya, orang-orang Asia ini dikenal dengan karakternya atau sifat pemalunya, terutama dalam urusan menjadi jodoh. Bahkan pernah suatu saat ia didatangi klien ke kantornya, namun saat ditemui klien yang ingin mencari jodoh ini malah bersembunyi di pantry kantor sebelah kantor.

Pantang Menyerah dan Meluncurkan Aplikasi eSnychrony

Meski menemui kesulitan dan permasalahan di awal usahnya, Violet tak mau menyerah. Dengan perjuangan dan kerja kerasnya akhirnya usahanya membuahkan hasil dengan bisa membuat 63.000 matches (sebutan untuk para anggota yang telah bertemu dan menjalin asmara). Setelah sukses dengan catatan matchesnya, Violet kemudian mengembangkan Lunch Actually menjadi Lunch Actually Group.

Selain itu wanita dua anak ini merambah dunia online dengan meluncurkan aplikasi eSnychrony. Sejak peluncurannnya tahun 2010, aplikasi eSnychrony sendiri saat ini telah sukses mempertemukan 16.000 pasangan dan 1.000 pasangan yang menikah.

Baca juga: Yuko Nakazawa ~ CEO Cantik Founder Perusahaan Teknologi UPQ

Tingkat Kepuasan Pengguna Aplikasi eSnychrony

Tingkat kepuasan konsumen atau pengguna pada aplikasi eSnychrony ini pun tercatat mencapai 75% yang tersebar dari Singapura, Kuala Lumpur, Penang, Hong Kong, Bangkok dan Jakarta. Bahkan di negara Singapura sendiri aplikasi ini telah mendapatkan akreditasi SDN dari pemerintah Singapura. Untuk menghindari fake profile pada aplikasi, Violet kemudian menjalin kerja sama dengan pemerintah Singapura untuk memverifikasi data anggota yang sudah menikah atau belum.

Menurut Violet meski verifikasi data ini hanya di Singapura namun proses pengumpulan data di negara lain akan melewati seleksi yang ketat. Untuk pasar Indonesia sendiri Violet sangat percaya diri bahwa aplikasinya akan banyak diminati. Keyakinan ini sendiri muncul karena aplikasi yang baru masuk Jakarta bulan April 2015 ini sudah menarik minat dan kepuasan dari beberapa pengguna.




Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud