Pengertian Persepsi: Proses, Faktor, Jenis, dan Contoh Persepsi

Pengertian Persepsi Adalah

Apa yang dimaksud dengan persepsi (perception)? Secara umum, pengertian persepsi adalah proses penginderaan yang dilakukan oleh manusia dengan melakukan tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi sensoris guna memberikan gambaran dan pemahaman tentang lingkungan sekitarnya.

Pendapat lain mengatakan arti persepsi adalah suatu proses interpretasi yang dimulai melalui penginderaan, yaitu suatu stimulus yang diterima individu melalui alat reseptor (indera) yang kemudian diorganisir sedemikian rupa sehingga individu menyadari dan memahami tentang hal-hal yang diindera.

Dari penjelasan tersebut, ada dua hal penting yang terdapat dalam suatu persepsi, yaitu:

  1. Interpretasi, yaitu pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoritis terhadap suatu hal.
  2. Pengorganisasian, yaitu suatu proses, tindakan, atau cara untuk mengatur sesuatu.

Dari definisinya dapat disimpulkan bahwa persepsi seseorang dapat terbentuk dari berbagai hal di sekitarnya, baik disadari maupun tidak disadari. Namun, terkadang individu mengalami kesulitan untuk membentuk persepsi sendiri karena dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, masyarakat, dan media.

Baca juga: Pengertian Paradigma

Pengertian Persepsi Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa itu persepsi, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini:

1. Robbins, S.P

Menurut Robbins, S.P (2003:88), pengertian persepsi adalah suatu proses dimana setiap individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka sehingga memberi makna pada lingkungan mereka.

2. Philip Kotler

Menurut Philip Kotler (2004:193), arti persepsi adalah suatu proses dimana individu melakukan seleksi, mengatur, dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti.

3. Robert Kreitner dan Angelo Kinicki

Menurut Robert Kreitner dan Angelo Kinicki, pengertian persepsi adalah suatu proses kognitif yang memungkinkan individu dapat menafsirkan dan memahami lingkungan sekitarnya.

4. Makmun Khairani

Menurut Makmun Khairani, arti persepsi adalah suatu proses interpretasi yang didahului oleh stimulus yang diterima oleh individu melalui alat reseptor, yaitu indera.

5. Triato Dan Titik Triwulan, T

Menurut Triato Dan Titik Triwulan, T (2006:53), pengertian persepsi adalah suatu proses identifikasi atau pengenalan sesuatu dengan menggunakan panca indera manusia. Dalam hal ini, kesan individu terhadap objek yang diindera sangat tergantung pada keseluruhan pengalaman yang didapatkan dari proses belajar dan berpikir, serta berbagai faktor yang berasal dari diri individu tersebut.

6. James H. Donelly Jr. dan James Gibson

Menurut Gibson dan Donelly, pengertian persepsi adalah suatu proses pemberian arti terhadap lingkungan yang dilakukan oleh seorang individu.

Baca juga: Pengertian Opini

Proses Terjadinya Persepsi

Seperti yang telah disebutkan pada paragraf awal, pembentukan persepsi terjadi dari pengalaman, diri sendiri, dan lingkungan seseorang. Menurut Bimo Walgito, proses terbentuknya persepsi melalui beberapa tahapan, yaitu:

  1. Adanya objek yang memberikan rangsangan atau stimulus.
  2. Stimulus tersebut kemudian memicu reseptor (alat indera manusia).
  3. Selanjutnya terjadi proses fisiologis, yaitu stimulus yang diterima oleh indera akan diteruskan oleh syaraf sensorik menuju otak.
  4. Di dalam otak terjadi proses psikologis, yaitu otak melakukan proses terhadap stimulus sehingga individu kemudian menyadari, menafsirkan, menilai, dan memahami objek yang diterima oleh alat inderanya.
  5. Setelah individu menyadari dan memahami objek yang diterima reseptor, selanjutnya otak mendapatkan kesimpulan atas informasi yang diterima sehingga menghasilkan persepsi.

Baca juga: Pengertian Psikologi

Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Secara umum, persepsi manusia dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu; faktor internal dan faktor eksternal. Adapun penjelasan mengenai faktor yang mempengaruhi persepsi adalah sebagai berikut:

1. Faktor Internal

Faktor internal dalam hal ini merupakan berbagai faktor dari dalam diri sendiri yang dapatmempengaruhi persepsi individu, diantaranya;

  • Fisiologis, yaitu proses masuknya informasi melalui alat indera manusia yang dapat mempengaruhi dan melengkapi upaya untuk memberikan arti terhadap suatu objek atau lingkungan sekitarnya.
  • Minat, yaitu kecenderungan individu untuk tertarik dan memperhatikan tipe tertentu dari stimulus.
  • Perhatian, yaitu pemusatan tenaga psikis yang tertuju pada suatu objek yang datang dari dalam dan dari luar individu.
  • Kebutuhan, yaitu segala sesuatu yang diperlukan oleh individu untuk mempertahankan hidup serta untuk memperoleh kenyamanan dan kesejahteraan.
  • Suasana Hati, yaitu keadaan emosi individu yang dapat mempengaruhi perasaannya pada saat tertentu sehingga dapat mempengaruhi individu tersebut dalam menerima, mengingat, dan bereaksi terhadap suatu objek atau lingkungannya.
  • Pengalaman dan Ingatan, pengalaman seseorang tergantung pada ingatannya terhadap berbagai peristiwa dan kejadian di masa lalu untuk mengetahui suatu rangsangan dalam pengertian luas.

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal dalam hal ini merupakan berbagai faktor dari luar diri seorang individu yang dapat mempengaruhi persepsi individu tersebut, diantaranya;

  • Stimulus, yaitu semua hal (objek atau keadaan) yang diterima oleh alat indera seorang individu dan dapat merangsang pikiran dan perasaan individu tersebut. Umumnya, untuk membentuk suatu persepsi maka stimulus harus cukup kuat. Ketepatan persepsi juga dipengaruhi oleh individu yang melakuku persepsi, terutama bila objek yang menjadi stimulus merupakan suatu benda bukan manusia.
  • Lingkungan/ Situasi, dalam hal ini obyek dan lingkungan/ situasi yang melatar belakanginya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sehingga lingkungan/ situasi yang melatarbelakangi suatu objek akan mempengaruhi persepsi seseorang, terutama bila objek adalah manusia.

Baca juga: Pengertian Filsafat

Jenis-Jenis Persepsi

Secara umum, persepsi dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Mengacu pada definisinya, adapun jenis-jenis persepsi adalah sebagai berikut:

  1. Persepsi Visual, yaitu persepsi individu yang diperoleh dari indera penglihatannya (mata). Dengan indera penglihatan, seseorang dapat mengenali suatu objek melalui cahaya yang masuk ke mata dan kemudian menafsirkankannya.
  2. Persepsi Auditori, yaitu persepsi individu yang diperoleh dari indera pendengarannya (telinga). Dengan indera pendengaran, seseorang dapat mengenali suatu objek dari suaranya.
  3. Persepsi Perabaan, yaitu persepsi individu yang didapatkan melalui indera peraba (kulit). Dalam hal ini, seseorang dapat mengenali suatu objek dengan meraba atau menyentuhnya.
  4. Persepsi Penciuman, yaitu persepsi individu yang diperoleh dari indera penciuman (hidung). Dengan indera penciuman, seseorang dapat mengenali suatu objek atau keadaan dengan merasakan bau.
  5. Persepsi Pengecapan, yaitu persepsi yang didapatkan individu dari indera pengecap (lidah). Dengan indera pengecap, seseorang dapat mengenali suatu objek dengan merasakannya di lidah, misalnya makanan atau minuman.

Baca juga: Pengertian Karakter

Contoh Persepsi

Agar lebih memahami apa itu persepsi, berikut ini adalah beberapa contoh persepsi yang sering dimiliki oleh manusia:

  1. Rendah Diri; Seorang individu dapat merasa rendah diri ketika melihat atau mendengar suatu pesan atau objek tertentu yang membuatnya tidak berdaya. Hal tersebut akan menjadi sebuah persepsi dalam pikirannya sehingga membuatnya merasa tidak nyaman.
  2. Perasaan Bangga; Dalam ilmu psikologi komunikasi disebutkan bahwa rasa bangga yang dialami seseorang merupakan contoh persepsi. Seseorang bisa mendapatkan persepsi dalam bentuk rasa bangga ketika mendengar pernyataan orang lain yang mengakui karya atau prestasinya.

Baca juga: Konsep Diri

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian persepsi, faktor yang mempengaruhinya, jenis-jenis, proses terjadinya, serta contoh persepsi. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.