Beranda Umum Pengertian Komunisme: Arti, Ciri-Ciri, Sejarah, dan Contoh Penerapan Komunisme

Pengertian Komunisme: Arti, Ciri-Ciri, Sejarah, dan Contoh Penerapan Komunisme

Pengertian Komunime Adalah
Ilustrasi via cogitare1989.wordpress.com

Pengertian Komunisme Adalah

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan paham komunisme (communism)? Secara umum, pengertian komunisme adalah suatu ideologi atau paham yang berhubungan dengan filosofi, politik, sosial, dan ekonomi, dimana tujuan utamanya adalah untuk menciptakan masyarakat dan sistem ekonomi yang maju dalam hal teknologi dan tenaga-tenaga produktif.

Ada juga yang mengatakan bahwa pengertian komunisme adalah suatu ideologi yang lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan. Paham komunisme menekankan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi (modal, tanah, tenaga kerja) dimana tujuannya untuk mewujudkan masyarakat yang makmur, dan setara atau tanpa kelas.

Komunisme adalah suatu paham anti-kapitalisme, dimana dalam penerapannya tidak mengakui kepemilikan akumulasi modal pada individu dan seluruh alat-alat produksi dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakya secara merata. Pada dasarnya, ideologi komunisme bertentangan dengan Pancasila karna dalam komunisme sangat membatasi demokrasi dan tidak mengakui adanyak hak perorangan.

Baca juga: Pengertian Ideologi

Sejarah Singkat Paham Komunisme

Sejarah Komunisme
Karl Marx, pencetus paham Komunisme

Paham Komunisme pertamakali dicetuskan oleh Karl Marx dan Friedrich Engelsdalam sebuah manifesto politik yang diterbitkan pada 21 Februari 1848. Manifesto politik tersebut berisi teori analisit pendekatan komunis untuk perjuangan kelas masyarakat dan kemakmuran ekonomi yang pada akhirnya menjadi suatu gerakan politik yang paling berpengaruh pada saat itu.

Latar belakang munculnya ideologi ini adalah karena adanya kesenjangan ekonomi di berbagai negara Eropa pada segi industri. Pada masa itu, orang-orang yang berkuasa lebih mementingkan kesejahteraan ekonominya sendiri dimana petani dan buruh selalu mengalami penindasan.

Karl Marx dengan paham Komunisme-nya ingin menciptakan suatu masyarakat yang lebih adil, tidak mengenal kelas, mengutamakan hak setiap orang, serta tidak bergantung kepada Tuhan.

Ideologi ini mengalami perkembangan yang sangat pesat di berbagai negara di dunia. Bahkan komunisme mencapai puncak kejayaannya di negara Rusia (Bolshevik) dengan terbentuknya Uni Soviet dan Komunisme Internasional (Komintern).

Tujuan utama berdirinya Komintern adalah untuk membuat masyarakat dunia menjadi pengikut paham komunis. Namun, perkembangan ideologi ini menurun sejak terjadinya perang dunia ke-2 hingga akhir perang dingin (revolusi 1989). Inilah yang pada akhirnya meruntuhkan ideologi Komunisme dan bubarnya Uni Soviet pada tahun 1991.

Meskipun paham Komunisme ditolak di berbagai negara (termasuk Indonesia), paham ini tetap ada dan dipakai sebagai ideologi di beberapa negara, seperti; Republik Rakyat Tiongkok, Vietnam, Laos, Kuba, dan Korea Utara.

Baca juga: Pengertian Liberalisme

Ciri-Ciri Komunisme

Ciri-Ciri Komunisme
Pengertian komunisme dan ciri-cirinya

Paham Komunisme memiliki beberapa ciri khusus yang membedakannya dengan paham lainnya. Sesuai dengan pengertian Komunisme, adapun ciri-ciri Komunisme adalah sebagai berikut:

  1. Paham ini mengajarkan teori pertentangan kelas sosial di masyarakat, sehingga sering terjadi pertentangan antara kaum proletariat melawan tuan tanah dan kapitalis.
  2. Komunisme memiliki doktrin revolusi terus-menerus (continuous revolution) hingga menyebar ke seluruh dunia.
  3. Menganut sistem politik satu partai, yaitu partai komunis. Dalam penerapannya hanya ada satu partai saja dan tidak ada partai oposisi, sehingga cenderung tidak menghormati Hak Asasi Manusia.
  4. Negara dan hukum akan hilang karena tidak dibutuhkan dalam paham Komunisme.
  5. Kekayaan alam dan alat-alat produksi merupakan milik pemerintah sepenuhnya dan kepemilikan individu tidak diakui selain pakaian, perabotan, dan upah.
  6. Secara teori, paham ini bertujuan untuk memakmurkan rakyat, dan tanpa kelas sosial. Namun, pada pelaksanaannya ada fase diktator proletariat yang bertugas menghabiskan lawan komunisme, terutama tuan tanah.

Baca juga: Pengertian Pancasila

Kelebihan dan Kekurangan Komunisme

Kelebihan dan Kekurangan Komunisme
Kelebihan dan Kekurangan Komunisme

Pada dasarnya dalam setiap ideologi terdapat kelebihan dan kekurangan tersendiri. Mengacu pada pengertian Komunisme, adapun beberapa kelebihan dan kekurangan Komunisme adalah sebagai berikut:

1. Kelebihan Komunisme

  • Di bidang ekonomi, cenderung lebih mudah mengendalikan angka pengangguran, inflasi, dan lainnya karena pemerintah memiliki kendali penuh.
  • Setiap individu dianggap sama sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa lebih unggul atau lebih rendah.
  • Umumnya jarang terjadi krisis ekonomi atau kasus kelaparan karena pemerintah telah mengatur masalah ekonomi secara terpusat dan masyarakat hanya mengikuti.

2. Kekurangan Komunisme

  • Tingginya potensi terjadi monopoli yang dilakukan oleh pemerintah atau aparat pemerintah yang dapat merugikan masyarakat.
  • Pada praktiknya, Komunisme cenderung tidak menghargai Hak Asasi manusia.
  • Tidak ada kebebasan individu untuk berkembang sehingga masyarakatnya cenderung pasif dan tidak memilik motivasi untuk berkembang.

Baca juga: Pengertian Demokrasi

Contoh Penerapan Ideologi Komunisme

Contoh Komunisme
Pengertian Komunisme dan contoh penerapannya

Beberapa negara di dunia masih menerapkan paham ideologi Komunisme di negaranya, misalnya di Korea Utara dan Tiongkok. Mengacu pada pengertian Komunisme, adapun contoh penerapan Komunisme adalah sebagai berikut:

1. Perekonomian Dikuasai Pemerintah

Di Korea Utara, segala kegiatan perekonomian dikuasai oleh pemerintah. Dalam pelaksanaannya, rakyat biasa hanya boleh memiliki kegiatan ekonomi dalam skala kecil sedangkan industri besar dikuasai oleh pemerintah.

Selain itu, semua sumber daya dan alat-alat produksi juga di bawah kekuasaan pemerintah. Sehingga di negara Komunis tidak ada kegiatan ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh pihak swasta.

2. Menggunakan Sistem Satu Partai

Hingga saat ini Republik Rakyat Tiongkok masih menerapkan sistem satu partai. Artinya, prinsip demokrasi di negara ini tidak ada sehingga siapapun yang dicalonkan oleh partai Komunis Tiongkok, maka ia akan menjadi presiden. Hal ini bisa terlihat saat Xi Jinping yang merupakan presiden Tiongkok telah berkuasa lebih dari dua periode.

3. Kurang Mendukung Praktik Keagamaan

Banyak yang menganggap bahwa Komunisme itu adalah paham yang tidak mengakui adanya Tuhan (Ateisme). Sebenarnya anggapan tersebut keliru karena pada dasarnya keduanya berbeda, Komunisme adalah ideologi politik sedangkan Ateisme adalah ideologi kepercayaan.

Namun, paham Komunisme menganggap bahwa penganut agama cenderung lebih mengandalkan doa ketimbang melakukan usaha atau tindakan untuk mencapai sesuatu. Hal tersebut akhirnya membuat penganut agama menyamakan Komunisme dengan Ateisme.

4. Menganggap Semua Manusia Setara

Menurut ajaran Komunisme, setiap manusia memiliki derajat yang sama. Tidak ada kaum borjuis dan tidak ada kaum proletar.

Ajaran inilah yang membuat banyak rakyat kecil bersemangat untuk mengikuti Komunisme karena dianggap akan mensejahterakan mereka. Meskipun demikian, pada praktiknya Komunisme justru bisa membuat individu menjadi tidak berkembang.

Baca juga: Pengertian Sejarah

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian Komunisme, sejarah, ciri-ciri, kelebihan dan kekurangannya, serta contoh penerapan paham komunisme. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.