Beranda Umum Pengertian Aborsi: Arti, Jenis, Penyebab, dan Dampak Aborsi

Pengertian Aborsi: Arti, Jenis, Penyebab, dan Dampak Aborsi

Pengertian Aborsi Adalah

Pengertian Aborsi Adalah

Apa yang dimaksud dengan aborsi (abortion)? Secara umum, pengertian aborsi adalah suatu tindakan yang bertujuan untuk mengakhiri masa kehamilan atau pengguguran kandungan dengan cara mengeluarkan janin (embrio) sebelum memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim.

Dalam kedokteran, arti aborsi adalah keluarnya produk konsepsi (janin, selaput janin, dan plasenta) secara prematur dari rahim. Aborsi dapat terjadi secara spontan atau tidak disengaja yang disebut dengan keguguran. Sedangkan aborsi yang terjadi secara disengaja disebut dengan aborsi induksi atau abortus provocatus.

Aborsi sudah dilakukan sejak zaman kuno dengan menggunakan obat-obatan herbal, benda-benda tajam, bahkan dengan paksaan atau menggunakan metode tradisional. Dilihat dari segi hukum dan pandangan agama, terdapat perbedaan tentang hukum aborsi. Dalam beberapa kasus aborsi dilegalkan misalnya karena pemerkosaan, terdapat masalah pada janin, kemiskinan, resiko pada kesehatan ibu maupun inses.

Pengertian Aborsi Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa itu aborsi, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini:

1. H. Holmer

Menurut H. Holmer, pengertian aborsi adalah terputusnya kehamilan sebelum minggu ke 16, dimana proses plasentasi belum selesai.

2. Marjorie Jeffcoat

Menurut Marjorie Jeffcoat, pengertian aborsi adalah pengeluaran dari hasil konsepsi sebelum usia kehamilan 28 minggu, yaitu fetus belum viable by law.

3. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

Menurut KUHP, pengertian aborsi adalah pengeluaran hasil konsepsi pada setiap stadium perkembangannya sebelum masa kehamilan yang lengkap tercapai (38-40 minggu). Pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan, dimana berat kurang dari 500 gram atau kurang dari 20 minggu. Dari segi medikolegal maka istilah abortus, keguguran, dan kelahiran prematur mempunyai arti yang sama dan menunjukkan pengeluaran janin sebelum usia kehamilan yang cukup.

Baca juga: Arti Autis

Jenis-Jenis Aborsi

Dalam ilmu kedokteran atau medis, aborsi dibedakan menjadi Spontaneous Abortion dan Induced Abortion. Berikut masing-masing penjelasannya:

1. Spontaneous abortion

Disebut juga sebagai aborsi spontan yaitu terjadinya keguguran kandungan yang disebabkan oleh trauma kecelakaan atau sebab-sebab secara alamiah atau tidak sengaja.

2. Induced Abortion

Merupakan pengguguran kandungan secara disengaja dimana di dalamnya termasuk;

  • Therapeutic abortion; tindakan aborsi karena kehamilan mengancam kesehatan jasmani dan rohani sang ibu. Misalnya kehamilan akibat perkosaan.
  • Eugenic abortion; tindakan aborsi karena diketahui kondisi janin cacat.
  • Elective Abortion; tindakan aborsi karena berbagai alasan lain.

Penyebab Tindakan Aborsi

Tindakan aborsi dilakukan karena adanya beberapa faktor. Adapun beberapa faktor penyebab wanita melakukan aborsi adalah sebagai berikut:

1. Faktor Janin

Kondisi janin yang mengalami kelainan saat berada dalam kandungan merupakan salah satu faktor penyebab mengapa seseorang melakukan abortus. Kelainan tersebut dianggap akan mengganggu hidup sang anak, misalnya kelainan genetik pada anak, cacat fisik, dan lain-lain.

2. Faktor Kesehatan Ibu Hamil

Kondisi kesehatan ibu hamil juga merupakan faktor penyebab dilakukannya tindakan abortus. Misalnya ibu hamil memiliki penyakit kandungan yang membahayakan nyawanya.

3. Faktor Lainnya

Selain faktor kesehatan ibu dan anak, ada faktor lain yang menjadi penyebab dilakukannya tindakan abortus. Misalnya faktor ekonomi, faktor sosial, faktor psikologis ibu hamil akibat perkosaan, dan lain sebagainya.

Baca juga: Pengertian Depresi

Dampak dan Risiko Melakukan Aborsi

Kegiatan aborsi sendiri memang menimbulkan pro dan kontra di berbagai negara. Kasus-kasus aborsi sendiri di seluruh dunia sangat tinggi. Mirisnya, kebanyakan aborsi dilakukan di usia remaja. Padahal tidak terhitung banyaknya bukti akademik yang melaporkan potensi dampak dari aborsi yang dapat merusak tubuh.

Efek samping yang umum dirasakan setelah tindakan aborsi seperti sakit perut, kram, mual, diare, bercak darah dan muntah. Bahkan Aborsi dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius bagi wanita.

Sangat penting untuk mengetahui beberapa dampak berbahaya dari aborsi, diantaranya:

  1. Pendarahan vagina berat; salah satu dampak buruk dari aborsi yaitu terjadi pendarahan vagina berat yang disertai dengan demam tinggi beserta gumpalan jaringan janin dari rahim. 1 dari 1000 kejadian aborsi mengalami pendarahan berat.
  1. Infeksi; selain pendarahan, wanita yang melakukan aborsi juga dapat terjadi infeksi dengan peluang yang lebih tinggi. Infeksi ini terjadi di leher rahim karena leher rahim yang melebar selama proses aborsi akibat penggunaan obat yang diinduksi. Gejala infeksi setelah aborsi ini dirasakan seperti sakit kepala, nyeri otot, pusing dan adanya sensasi tidak enak badan.
  1. Sepsis; ini merupakan kondisi medis serius di mana terjadi peradangan di seluruh tubuh yang disebabkan oleh infeksi. Sepsis atau septicaemia adalah penyakit yang mengancam kehidupan yang dapat terjadi ketika seluruh tubuh bereaksi terhadap infeksi..
  1. Endometritis; ini merupakan kondisi dimana terjadi peradangan pada lapisan rahim yang juga diakibatkan karena infeksi. Wanita yang masih berada di usia remaja dan melakukan aborsi akan lebih rentan terserang endometritis.
  1. Infeksi peradangan panggul; ini merupakan masalah yang dapat meningkatkan resiko kehamilan ektopik atau mengurangi kesuburan seorang perempuan di masa depan setelah melakukan aborsi. Kondisi ini juga dapat berpotensi mengancam nyawa. Gejala dari infeksi peradangan panggul juga dapat dirasakan dalam waktu 4 minggu setelah melakukan aborsi di trimester pertama.

Baca juga: Kebugaran Jasmani

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian aborsi, jenis-jenisnya, penyebab, serta dampak dan risiko aborsi terhadap seseorang. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.