Pengaruh Globalisasi

Apa saja pengaruh globalisasi terhadap gaya hidup masyarakat Indonesia? Sejauh ini Globalisasi telah memberikan pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia, baik itu dampak positif maupun negatif.

Globalisasi telah berlangsung pada semua sisi kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari bidang ekonomi, politik, sosial budaya, ideologi, dan lain sebagainya. Salah satu pengaruh globalisasi yang cukup signifikan adalah terhadap gaya hidup masyarakat Indonesia.

Bila pada artikel sebelumnya Maxmanroe.com membahas mengenai dampak positif dan negatif globalisasi pada suatu negara, maka pada artikel akan diulas beberapa pengaruh globalisasi terhadap gaya hidup orang Indonesia.

Pengaruh Globalisasi Terhadap Gaya Hidup

Globalisasi adalah sesuatu yang tidak mungkin dihindari oleh negara Indonesia. Dan tentu saja hal tersebut berpengaruh terhadap perilaku masyarakat kita. Adapun beberapa pengaruh globalisasi terhadap gaya hidup orang Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Sikap Individualis

Salah satu ciri khas masyarakat Indonesia dulunya adalah kebiasaan gotong-royong. Namun, pengaruh globalisasi dan modernisasi membuat sebagian besar masyarakat kita menjadi individualis.

Pergeseran gaya hidup ini tidak terjadi begitu saja, tapi melalui proses yang panjang sebagai dampak dari globalisasi. Masyarakat yang sudah terkontaminasi oleh sikap individualis umumnya tidak memperdulikan lingkungannya.

2. Kurang Bersosialisasi

Masih berhubungan dengan poin #1, umumnya orang yang individualis kurang bersosialisasi dengan orang di sekitarnya. Pengaruh globalisasi yang satu ini dapat membuat seseorang menjadi anti sosial dan canggung bila bertemu dengan orang lain.

Perilaku orang yang kurang bersosialisasi pun cenderung merugikan orang lain karena sering tidak memperdulikan norma di masyarakat. Biasanya orang yang kurang bersosialisasi di masyarakat lebih memilih dunia maya sebagai tempat untuk bersosialisasi sehingga mereka suka berlama-lama di depan komputer atau gadget.

3. Lupa Budaya dan Tradisi

Setiap suku bangsa yang ada di Indonesia memiliki budaya dan tradisi yang berbeda-beda. Inilah salah satu kekayaan dan keunikan Indonesia yang luntur akibat pengaruh globalisasi.

Sebagai contoh, bila dulu anak sekolah mendapat pelajaran menyanyi lagu-lagu daerah, sebagian sekolah tidak lagi mengajarkannya karena dianggap ketinggalan jaman. Bahkan banyak sekolah lebih mengutamakan pelajaran bahasa Inggris dan Mandarin ketimbang mempelajari bahasa Indonesia atau bahasa daerah.

Kekayaan budaya dan tradisi berbagai daerah di Indonesia telah diganti dengan budaya asing. Misalnya, ketimbang menonton festival musik daerah, banyak orang Indonesia yang lebih memilih menonton konser musik rock.

4. Penampilan Berubah

Pengaruh globalisasi juga mempengaruhi cara seseorang berpenampilan. Salah satunya adalah kebiasaan mewarnai rambut menjadi pirang karena ingin terlihat seperti orang barat.

Beberapa perubahan penampilan yang juga akibat dari globalisasi misalnya penggunaan anting untuk laki-laki, mengikuti gaya busana dari negara lain, mengikuti gaya rambut artis luar negeri, dan lain-lain.

5. Pergeseran Hiburan Anak

Globalisasi memang bisa memberikan dampak positif dan negatif, salah satunya adalah teknologi. Bila dulu permainan mengajak anak-anak untuk aktif, berbeda dengan sekarang yang telah didominasi oleh gadget.

Anak-anak jaman sekarang banyak yang lebih memilih gadget sebagai hiburan dan sarana bermain. Kebiasaan bermain gadget inilah yang kemudian membuat anak menjadi individualis dan sulit bergaul.

6. Timbulnya Hedonisme

Salah satu gaya hidup yang diakibatkan oleh pengaruh globalisasi adalah kebiasaan berbelanja. Berbagai teknologi dan kemudahan dalam berbelanja diberikan kepada masyarakat secara gratis sehingga menimbulkan sifat konsumerisme dan hedonisme.

Informasi produk dari berbagai media online, baik itu media sosial, mesin pencari, marketplace, dan situs-situs e-commerce membuat sebagian orang menjadi sangat suka berbelanja. Menghabiskan uang berbelanja demi menyenangkan diri dianggap sebagai hal yang wajar.

7. Cara Berpakaian Berubah

Masyarakat Indonesia juga mengalami banyak perubahan dalam hal berbusana sebagai akibat dari pengaruh globalisasi. Pakaian ala daerah sedikit demi sedikit ditinggalkan oleh masyarakat yang lebih memilih busana dari negara lain.

Dikalangan remaja dan pemuda misalnya, umumnya mereka lebih memilih pakaian yang praktis, bahkan terkadang agak terbuka. Cara berpakaian seperti ini diadopsi dari kebiasaan orang barat.

Dalam hal berbusana, sebenarnya tidak semua busana asing itu buruk dan tidak semua busana suku daerah dianggap pantas untuk umum. Misalnya, baju Koko yang aslinya dari Tiongkok ternyata diterima dan sesuai dengan kearifan lokal.

8. Suka Merawat Tubuh

Jaman dahulu perawatan tubuh hanya dilakukan oleh kaum hawa dari kalangan tertentu saja. Namun, sekarang ini merawat tubuh telah dilakukan oleh semua wanita dari berbagai kalangan, bahkan para pria pun melakukannya.

Perawatan tubuh memang hal yang baik, kebiasaan ini merupakan salah satu pengaruh globalisasi yang berdampak positif. Merawat tubuh bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya ke gym atau pusat kebugaran, salon, spa, dan lain-lain.

9. Timbulnya Narsistik

Narsistik adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan sehingga cenderung mengumbar aktivitasnya setiap hari. Contoh nyata dari narsistik ini bisa kita lihat di media sosial dimana banyak orang yang sangat suka mengumbar aktivitasnya ke internet.

Sebenarnya orang yang narsis tidak melanggar hukum selama tidak mengeluarkan kata-kata menghina atau kasar. Namun, dengan mengumbar segala aktivitas ke media sosial maka seseorang akan kehilangan privasinya.

10. Kemudahan Migrasi

Pengaruh globalisasi juga membuat kegiatan migrasi menjadi lebih tinggi dan mudah. Proses perpindahan manusia dari suatu wilayah ke wilayah lainnya, bahkan ke negara lain, dapat terjadi dengan cepat.

Hal tersebut bisa terjadi karena adanya berbagai kemudahan dan fasilitas transportasi yang canggih. Salah satu contoh adalah ojek online, mengakses transportasi ojek menjadi lebih mudah dan cepat melalui perangkat smartphone.

11. Konsumsi Makanan dan Minuman

Disadari atau tidak, globalisasi juga telah banyak mempengaruhi masyarakat Indonesia dalam hal konsumsi makanan dan minuman. Masyarakat Indonesia yang terkenal konsumtif membuat produk-produk makanan dari luar negeri sangat mudah diterima.

Tidak terhitung banyaknya jenis makanan dari luar negeri yang telah diterima dengan baik oleh masyarakat kita. Sebut saja beberapa diantaranya Pizza, Steak, Burger, Bostik, Sushi, Ramen, dan lain sebagainya.

Baca juga: Pengertian Ruralisasi

Di atas tadi adalah penjelasan singkat mengenai beberapa pengaruh globalisasi terhadap gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini. Globalisasi memang tak dapat dibendung, dan menjadi tugas kita untuk berusaha meminimalisir pengaruh buruknya bagi kehidupan kita di masa mendatang.