Beranda SNMPTN Pengertian Passing Grade dan Cara Menghitung Passing Grade

Pengertian Passing Grade dan Cara Menghitung Passing Grade

Arti Passing Grade
Ilustrasi via Merdeka.com

Arti Passing Grade

Sebenarnya, apa itu passing grade? Arti Passing Grade adalah suatu persentase nilai yang digunakan sebagai acuan untuk meluluskan seseorang dalam program studi di perguruan tinggi tertentu.

Arti passing grade dapat juga didefinisikan sebagai batas nilai minimal yang harus dipenuhi seseorang ketika memilih suatu program studi di perguruan tinggi tertentu. Umumnya passing grade digunakan dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN).

Setiap tahun angka persentase passing grade di setiap kampus pasti mengalami perubahan karena dipengaruhi oleh peminat program studi tersebut. Dan semua kampus tidak pernah mempublikasikan nilai passing grade mereka secara resmi, sehingga persentase passing grade tersebut hanya sebagai prediksi nilai terendah untuk bisa masuk suatu perguruan tinggi.

Cara Menghitung Passing Grade

pengertian passing grade
Ilustrasi Menghitung Passing Grade

Ada cara mudah yang bisa kamu lakukan untuk menghitung nilai passing grade mu di suatu program studi universitas tertentu. Begini caranya:

Rumus menghitung passing grade:

Passing Grade = (B*4-S*1)*100%/JS*4

Keterangan:

  • B = Jumlah jawaban Benar
  • S = Jumlah jawaban Salah
  • JS = Jumlah Soal

Contoh:

Misalnya jumlah soal SBMPTN adalah 120 soal. Pada soal kemampuan dasar, saya menjawab benar 25 soal, tidak diisi 20 soal dan Salah 15 soal.

Pada soal kemampuan IPA, saya menjawab benar 40 soal, tidak diisi 10 soal, dan salah 10 soal.
Lalu, berapa nilai passing grade saya?

Jawaban:

B = 25 + 40 = 65

S = 15 + 10 = 25

* tidak diisi = tidak memiliki bobot nilai

Maka PG = (65*4 – 25*1)*100%/120*4

PG = (260 – 25)*100%/480

PG = 23.500%/480

PG = 48.955%

Misalnya kamu memilih jurusan A di kampus UI, dimana passing grade pada tahun sebelumnya adalah di bawah 48% maka peluang kamu untuk lolos relatif besar. Sebaliknya, jika jurusan A tersebut memiliki passing grade pada tahun sebelumnya di atas 48,9% maka peluang untuk lolos SNMTPN akan kecil.

Angka Passing Grade Tidak Ada yang Valid

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setiap kampus tidak pernah mengeluarkan nilai passing grade mereka secara resmi. Dengan kata lain, passing grade yang selama ini kita dapatkan dari tempat Bimbingan Belajar dan juga media online bukanlah angka valid tapi hanya prediksi saja.

Sebagai contoh, misalnya Fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia memiliki 200 kuota untuk mahasiswa baru. Lalu suatu lembaga Bimbel menyebutkan bahwa calon mahasiswa harus mencapai nilai 50% dari nilai maksimal soal SNMPTN agar bisa diterima di fakultas tersebut.

Ternyata setelah seleksi SNMPTN dilakukan, nilai tertinggi peserta SNMPTN hanya mencapai 49,5% saja. Apakah semua peserta tersebut akan ditolak dan membiarkan 200 kuota mahasiswa baru menjadi kosong?

Tentu saja tidak.

Sebaliknya, misalnya dengan kuota yang sama (200) dan nilai passing grade 50%, ternyata sebagian besar peserta SNMPTN berhasil mencapai persentase passing grade dengan nilai 55%. Apakah semua peserta dengan nilai passing grade 55% tersebut akan diterima?

Tentu saja tidak.

Dari penjelasan di atas kita bisa melihat gambaran bahwa passing grade tersebut bukanlah angka yang pasti. Akan lebih baik bila kamu mempersiapkan diri untuk bersaing di SNMPTN dan tentukanlah nilai passing grade mu sendiri dimana nilainya jauh di atas nilai passing grade yang tersebar di luar sana.

Baca juga: Passing Grade UNPAD

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai arti passing grade dan cara menghitung passing grade dengan mudah. Semoga artikel ini bermanfaat.