Manajemen Biaya: Pengertian, Konsep, Jenis, dan Tahapannya Dalam Bisnis

Sebenarnya, apa pengertian manajemen biaya (cost management)? Agar dapat memahami istilah ini, kita harus mengetahui makna dari masing-masing kata tersebut, yaitu kata “manajemen” dan “biaya”.

Secara singkat, pengertian manajemen adalah mengelola atau mengatur, sedangkan pengertian biaya adalah bentuk pengeluaran yang dilakukan oleh suatu pihak, baik individu maupun organisasi, untuk mendapatkan suatu manfaat.

Lantas, apa itu manajemen biaya? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap, mulai dari pengertian, konsep, jenis, dan tahapannya.

Apa Itu Manajemen Biaya?

Secara umum, pengertian manajemen biaya adalah sistem yang didesain sedemikian rupa untuk memberikan informasi lengkap bagi manajemen organisasi yang digunakan dalam kegiatan operasionalnya.

Kegiatan operasional tersebut mencakup proses identifikasi berbagai peluang untuk perencanaan strategi, penyempurnaan, dan pengambilan keputusan mengenai pengadaan dan penggunaan sumber daya yang dibutuhkan oleh organisasi.

Sederhananya, manajemen biaya adalah proses menemukan dan melaksanakan suatu pekerjaan atau proyek dengan cara yang benar.

Proses tersebut mencakup kegiatan perencanaan, anggaran, estimasi, pendanaan, pengelolaan, pengendalian, dan perbandingan antar biaya sehingga pekerjaan tersebut dapat selesai dengan baik sesuai dengan anggaran dan waktu yang ditetapkan.

Cost management bermanfaat bagi perusahaan dalam upaya pengoptimalan pembiayaan dan pengelolaan keuangan perusahaan. Selain itu, cost management juga dapat membantu perusahaan dalam menentukan skala prioritas dalam mengelola keuangannya sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Pengertian Manajemen Biaya Menurut Para Ahli

Berikut adalah pengertian manajemen biaya menurut beberapa ahli, di antaranya:

1. Yudi Herliansyah

Menurut Yudi Herliansyah, manajemen biaya adalah filosofi dalam upaya perbaikan terus menerus dalam peningkatan pelayanan dengan biaya rendah yang ditunjukkan dengan sikap proaktif yang mendasar bahwa setiap biaya produksi merupakan keputusan manajemen untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi.

2. Deden Mulyana

Menurut Deden Mulyana, manajemen biaya merupakan sistem yang didesain untuk menyediakan informasi baik bersifat keuangan (pendapatan dan biaya) maupun non keuangan (kualitas dan produktivitas) bagi manajemen organisasi untuk mengidentifikasi berbagai peluang penyempurnaan, perencanaan strategik, dan pembuatan keputusan operasional mengenai pengadaan dan penggunaan sumber-sumber yang dibutuhkan oleh organisasi.

Konsep Dasar Manajemen Biaya Perusahaan

Pengertian Manajemen Biaya

Seperti yang dijelaskan dalam pengertian manajemen biaya, untuk mengoptimalkan pembiayaan yang dikeluarkan perusahaan maka seorang manajer biaya perlu memahami beberapa konsep dasar berikut:

1. Konsep Nilai Tambah

Manajer harus melakukan segala aktivitas atau kegiatan perusahaan yang memiliki nilai tambah dengan cara-cara yang efisien serta menghilangkan kegiatan yang tidak bernilai tambah. Tujuannya adalah mengoptimalkan biaya yang diperlukan untuk operasional setiap kegiatan.

2. Konsep Akuntansi Aktivitas

Manajer bertugas untuk mengumpulkan dan melacak apakah operasional yang sudah dikeluarkan sesuai dengan aktivitas yang dijalankan. Sehingga dalam konsep ini dikenal istilah Activity-Based Costing (ABC) sebagai metode untuk mengukur biaya dan kinerja, sumber biaya dan obyek biaya.

3. Konsep Biaya Target

Manajer akan bertindak untuk menyempurnakan biaya target untuk mencapai pangsa pasar melalui biaya berbasis pasar. Biaya target di sini merupakan harga pasar untuk mendapatkan pangsa pasar atau laba yang diinginkan.

Tujuan konsep biaya target ini untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan selama daur hidup produk tertentu.

Dari konsep manajemen biaya diatas, maka secara keseluruhan manajemen biaya diperlukan untuk identifikasi biaya aktivitas, efektivitas dari ekonomi perusahaa, penyempurnaan untuk kinerja masa depan dan mengendalikan biaya perusahaan dari kegiatan-kegiatan yang tidak berguna.

Tujuan Manajemen Biaya dalam Bisnis

Secara garis besar ada empat tujuan dari sistem manajemen biaya, di antaranya adalah:

  • Untuk mengidentifikasi biaya aktivitas bisnis
  • Untuk mengetahui tingkat efisiensi, efektivitas, serta nilai ekonomi aktivitas bisnis
  • Membantu menyempurnakan kinerja organisasi di masa depan
  • Untuk mencapai tujuan di poin 1 – 3 secara bersamaan dalam sebuah lingkungan perubahan teknologi

Manfaat Manajemen Biaya Bagi Bisnis

Selain itu juga didapatkan beberapa manfaat cost management, di antaranya:

  • Sebagai bentuk perencanaan dan pengendalian bisnis.
  • Sebagai upaya peningkatan pelacakan biaya perusahaan.
  • Mengoptimalkan kinerja daur hidup suatu produk hasil produksi.
  • Sebagai dasar untuk membuat keputusan.
  • Sebagai bentuk manajemen investasi yang lebih efisien.
  • Sebagai alat untuk mengukur kinerja.
  • Dukungan dalam otomasi aktivitas dan filosofi pemanufakturan.

Jenis-Jenis Manajemen Biaya

Jenis Manajemen Biaya

Dalam ilmu manajemen ada lima jenis manajemen biaya, yaitu:

1. Biaya Bahan Baku Langsung dan Tidak Langsung

Biaya bahan baku langsung (direct material cost) adalah biaya bahan baku dari suatu produk atau objek lainnya dalam kegiatan perusahaan. Biaya ini dikurangi diskon pembelian namun ditambah biaya angkut dan hal terkait lainnya.

Biaya bahan baku tidak langsung (indirect material cost) adalah biaya bahan baku yang digunakan untuk mengolah produk namun bukan bagian dari produk jadi yang sudah diproduksi.

2. Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Tidak Langsung

Biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost) adalah biaya tenaga kerja yang digunakan untuk dapat menghasilkan suatu produk atau jasa. Biaya ini termasuk jam kerja tidak produktif yang normal, seperti; jam istirahat, sholat, makan siang, dan waktu jeda lainnya.

Biaya tenaga kerja tidak langsung (indirect labor cost) adalah biaya tenaga kerja yang meliputi pelatihan, penanganan bahan baku, kebersihan, inspeksi, pengadaan bahan baku, pengawasan, pengendalian mutu.

3. Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Biaya tetapa (fix cost) adalah biaya yang tidak berubah meskipun output berubah dalam rentang yang signifikan.

Biaya variabel adalah perubahan total biaya yang berhubungan dengan setiap perubahan pada jumlah total biaya yang telah ditetapkan.

Jadi, kedua biaya tersebut merupakan total biaya.

4. Biaya Per Unit

Biaya per unit adalah nilai rata-rata biaya yang dihitung dari pembagian total biaya produksi dengan jumlah unit yang dihasilkan.

5. Biaya Tidak Langsung Lainnya

Biaya tidak langsung lain biasanya dipakai ketika perusahaan akan memproduksi suatu barang atau jasa. Beberapa yang termasuk dalam biaya tidak langsung lainnya yaitu; pengadaan alat penghasil barang atau jasa, dan biaya untuk peralatan pendukung.

Tahapan Manajemen Biaya

Tahapan Manajemen Biaya

Pada pelaksanaannya, terdapat empat tahapan dalam proses cost management, yaitu:

1. Perencanaan Sumber Daya

Perencanaan sumber daya (plan cost management) merupakan tahap awal proyek; yaitu tahapan di mana perusahaan menetapkan berbagai kebijakan, prosedur, perencanaan sumber daya tenaga, dokumentasi perencanaan, pengelolaan, output serta pengendalian biaya pelaksanaan proyek.

Pada pelaksanaannya sebagian besar proses perencanaan sumber daya dilakukan oleh tenaga kerja manusia. Mulai dari penentuan sumber daya, struktur rincian kerja, dan perkiraan total biaya sumber daya yang diperlukan untuk proyek.

2. Perkiraan Biaya

Perkiraan biaya (estimate cost) adalah tahapan di mana perusahan memperkirakan berapa besar sumber daya keuangan yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan proyek.

Proses perkiraan biaya ini umumnya dilakukan selama progres pekerjaan proyek dilaksanakan. Dengan begitu, tingkat akurasi dari estimate cost akan semakin baik seiring dengan proses pekerjaan proyek.

3. Penganggaran Biaya

Penganggaran biaya (determine budget) adalah tahapan dalam proses manajemen biaya yang menggabungkan perkiraan biaya untuk menetapkan cost baseline.

Tahap ini bertujuan untuk menentukan cost baseline terhadap kinerja proyek yang terpantau dan terkendali.

4. Kontrol Biaya

Kontrol biaya (cost control) adalah tahapan di mana perusahaan melakukan pengendalian terhadap biaya, termasuk kinerja setiap pendanaan. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap perubahan biaya sudah dilakukan dengan tepat, termasuk dalam hal cost baseline yang bisa berubah.

Proses ini akan membantu perusahaan dalam memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan bahwa perubahan pada proses proyek akan menyebabkan perubahan biaya pula.

Langkah Manajer untuk Mengoptimalkan Manajemen Biaya

Mengacu dari pengertian manajemen biaya sebagai suatu aksi untuk mengoptimalkan dana perusahaan melalui kegiatan-kegiatan yang menguntungkan, maka seorang manajer sebagai langkah pertama untuk tujuan tersebut adalah dengan identifikasi biaya penggerak sebagai biaya utama yang dikeluarkan perusahaan.

Biaya penggerak disini merupakan suatu faktor yang dapat memberi implikasi terhadap total biaya.

Dalam hal ini manajer perlu mengelompokan biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan berdasarkan kategorinya, misalnya biaya operasional, biaya sumber daya dan biaya lainnya yang menyangkut kegiatan dalam perusahaan.

Pembedaan biaya tersebut didasarkan pada jenis biaya dan pertanggungajawabannya.

Pada manajemen biaya terdapat istilah pembebanan biaya atau cost assignment yang diartikan sebagai proses pembebanan elemen-elemen biaya ke tempat penampuangn biaya.

Seorang manajer dapat memiliki salah satu dari dua jenis pembebanan atau memilih keduanya yaitu alokasi dan pembebanan penelusuran langsung.

Alokasi di sini tujuannya untuk membebankan biaya tidak langsung (biaya yang tidak mudah ditelusuri dan ekonomis) sedangkan penelusuran langsung untuk membebankan biaya langsung (biaya yang mudah ditelusuri).

Baca juga: Pengertian Akuntansi

Kesimpulan

Ada banyak orang yang beranggapan bahwa manajemen biaya sama dengan manajemen keuangan. Padahal dalam penerapannya di lingkungan manajemen bisnis kedua hal tersebut berbeda berdasarkan pengertian dan juga aplikasinya.

Manajemen keuangan lebih mengarah pada pengelolaan keuangan perusahaan, sedangkan manajemen biaya fokus pada sistem dalam bisnis yang didesain untuk mengidentifikasi peluang-peluang penyempurnaan, rencana strategis, dan pemutusan operasional terkait pengadaan serta penggunaan sumber yang diperlukan perusahaan.

Intinya, cost management berkaitan dengan bagaimana manajer dapat mengoptimalkan berbagai pembiayaan yang dikeluarkan perusahaan dengan tujuan untuk menekan biaya perusahaan dari hal-hal yang tidak meningkatkan nilai.

Dengan begitu, manajemen biaya diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan profit perusahaan.

Itulah penjelasan ringkas mengenai cost management, mulai dari pengertiannya, konsep, jenis, dan tahapannya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita bersama.