Pengertian Dividen

Pengertian Dividen dalam akuntansi adalah sebagai bentuk pembagian keuntungan atau laba kepada para pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Dengan kata lain, kebijakan dividen tergantung pada besarnya saham masing-masing pemilik.

Tentu saja kebijakan dividen berpengaruh terhadap laba dan kas dalam perusahaan dan cenderung lebih menguntungkan para pemilik saham jika tidak dikelola dengan kebijakan yang benar. Bisa saja sebuah perusahaan tidak ingin membagikan dividen dengan tujuan penggunaan laba untuk melakukan ekspansi atau pengembangan bisnis.

Pengertian Dividen Menurut Para Ahli

Beberapa ahli di bidang ilmu ekonomi akuntansi pernah menjelaskan apa definisi dividen, diantaranya adalah:

1. Scott Besley dan Eugene F. Brigham (2005)

Pengertian dividen menurut Scot Besley dan Eugene F. Brigham adalah pembagian uang tunai yang dilakukan oleh para pemegang saham atas keuntungan perusahaan, baik itu laba yang didapatkan dari periode yang sedang berjalan ataupun laba dari periode sebelumnya.

2. Baridwan (1997)

Menurut Baridwan, pengertian dividen adalah bagian dari laba yang dibagikan kepada para pemegang saham yang besarnya sesuai dengan jumlah lembar saham yang dimiliki oleh pemegang saham tersebut. Besar dividen yang didapatkan pemegang saham bisa mengalami perubahan dari tahun sebelum, sesuai dengan besar laba di tahun berikutnya.

3. Nikiforos K. Laopodis (2013)

Nikiforous menjelaskan definisi dividen sebagai pembayaran tunai yang dilakukan oleh perseroan kepada para pemegang saham. Dividen tersebut merepresentasikan pemegang saham terhadap penerimaan langsung atau tak langsung atas investasi mereka di perusahaan.

4. Jamie Pratt (2011)

Pengertian dividen menurut Jamie Pratt adalah distribusi uang tunai, properti, atau saham kepada para pemegang saham sebuah perusahaan. Dividen ini dinyatakan oleh resolusi resmi dewan direksi korporasi setiap triwulan, dan besarnya diumumkan berdasarkan basis per lembar saham.

5. Paul D. Kimmel, Jerry J. Weygandt, dan Donald E. Kieso (2011)

Menurut Paul D. Kimmel, Jerry J. Weygandt, dan Donald E. Kieso, pengertian dividen adalah distribusi yang dilakukan perusahaan kepada para pemegang saham secara proporsional sesuai kepemilikan saham.

Dengan kata lain, para investor hanya menerima laba sesuai dengan persentase investasinya di perusahaan tersebut.

Artikel terkait: Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Menurut Para Ahli Ilmu Ekonomi

Jenis-Jenis Dividen Dalam Bisnis

Secara umum, dividen dalam bisnis dan perusahaan dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan metode pembagiannya.

1. Dividen Tunai (cash dividend)

Cash Dividend adalah metode pembayaran keuntungan secara tunai dan dikenai pajak hanya pada di tahun saat pengeluarannya.

2. Dividen Saham (stock dividend)

Stock Dividend adalah metode pembagian dividen yang dilakukan melalui penambahan jumlah saham namun mengurangi nilai setiap saham dengan tujuan untuk tidak mengubah kapitalitas pasar.

3. Dividen Properti (property dividend)

Property Dividend adalah metode pembagian dividen yang dibayarkan melalui bentuk aset seperti pada bisnis properti, namun metode ini jarang digunakan dalam bisnis.

4. Dividen Interim

Dividen interm adalah pembagian dividen yang dilakukan sebelum tahun buku Perseroan selesai atau berakhir

5. Dividen Hutang (Scrip Dividen)

Scrip Dividen adalah pembagian dividen kepada para pemegang saham dalam bentuk janji tertulis dimana perusahaan akan membayarkan sejumlah kas di masa mendatang. Dividen scrip bisa berbentuk bunga atau tidak berbunga, dan bisa diperjualbelikan kepada para pemegang saham lainnya.

Baca juga:  Pengertian Manajemen Operasional Secara Umum, Fungsi dan Ruang Lingkupnya

Teori Kebijakan Dividen Menurut Para Ahli

1. Teori Dividen Tidak Relevan

Menurut Modiglani dan Miller, nilai sebuah perusahaan tidak ditentukan besar kecilnya Dividend Payout Ratio, tapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak dan kelas resiko perusahaan.

Dengan kata lain, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari asset perusahaan adalah faktor penentu nilai perusahaan tersebut.

2. Teori The Bird in The Hand

Menurut Linter dan Gordon, ketika Dividend Payout rendah maka biaya modal sendiri perusahaan akan meningkat. Hal ini disebabkan karena investor lebih memilih dividen ketimbang capital gains.

3. Teori Perbedaan Pajak

Teori kebijakan dividen menurut Litzenberger dan Ramaswamy, pajak diberlakukan terhadap dividen dan capital gains. Namun, para investor lebih menyukai capital gains karena pemegang saham dapat menunda pembayaran pajak.

4. Teori Signaling Hypothesis

Ada bukti empiris yang menyebutkan bahwa jika ada kenaikan dividen maka akan diiringi dengan kenaikan harga saham. Begitu juga dengan sebaliknya. Ini menjadi alasan lain mengapa investor lebih suka dividen ketimbang capital gains.

5. Teori Clientele Effect

Menurut teori ini, para pemegang saham punya sudut pandang berbeda terhadap kebijakan dividen sebuah perusahaan. Dividen Payout Ratio yang tinggi lebih disukai oleh investor yang butuh penghasilan saat ini. Sedangkan investor yang tidak begitu butuh uang saat ini lebih memilih jika perusahaan menahan sebagian besar laba bersih perusahaan.

Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Resiko Bisnis dan Perusahaan

Perusahaan yang baru berkembang sangat rentan terhadap peningkatan hutang. Rasio hutang terhadap aset total perusahaan yang semakin besar menunjukkan potensi resiko yang semakin besar pula. Hal ini bisa berakibat terjadinya financial distress.

1. Dividen Menjadi Sumber Konflik

Kebijakan pembayaran dividen bisa menjadi salah satu sumber konflik antara pemberi pinjaman dengan pemegang saham dan hasilnya bisa memunculkan biaya keagenan hutang.

2. Saat Dividen Ditiadakan

Dividen yang dibatasi dalam perjanjian hutang perusahaan dapat berisiko terhadap rendahnya konversi dividen akibat perusahaan yang mengalami kesulitan sumber dana atau kas perusahaan. Manajer perusahaan seringkali meniadakan dividen, padahal hal tersebut justru akan menjadi beban perusahaan untuk membayar lebih besar terhadap pemegang saham daripada ketika mereka membagian dividen dalam jumlah rendah.

Meniadakan dividen adalah pilihan yang buruk bagi suatu perusahaan yang kesulitan keuangan, karena para pemegang saham bisa saja merasa dirugikan dan meminta bagian lebih besar.

3. Saat Dividen Dinaikkan

Perusahaan yang menaikkan dividen untuk para investor padahal hutangnya sangat tinggi, bisa menjadi prespektif negatif bagi investor tersebut. Hal ini karena diduga dividen yang diberikan berasal dari penerbitan hutan atau dana investasi lain dengan mengabaikan kepentingan pembayaran hutang. Tentu ini membuat perusahaan rawan terhadap resiko kebangkrutan.

4. Daya Tarik Dividen

Perusahaan yang bisa memberikan dividen besar dengan tanggungan hutang yang sedikit bisa menjadi daya tarik bagi investor lain. Perusahaan akan dinilai memiliki kemampuan secara moril maupun finansial untuk mengelola perusahaan dengan benar tanpa belenggu hutang.

Bisnis atau perusahaan yang memiliki pengelolaan finansial yang baik memungkinkan profit yang lebih besar dikarenakan biaya produksi yang lebih rendah.

5. Menginvestasikan Dividen

Bisnis juga dapat berpengaruh terhadap penentuan kebijakan pembagian dividen. Profitabilitas seringkali dihasilkan dari penggunaan biaya operasi yang tetap dengan penjualan yang meningkat.

Perusahaan seringkali menginvestasikan keuntungan yang didapatkan untuk lebih meningkatkan laba di masa depan. Padahal ini menyebabkan berkurangnya dana perusahaan sehingga investor mendapatkan dividen rendah.

Dilema kebijakan dividen seringkali menjadi kendala bagi para pimpinan perusahaan. Dividen tidak dapat diputuskan hanya dari keuangan perusahaan saja, namun juga harus memperhatikan resiko yang bisa ditimbulkan.

Apalagi untuk perusahaan yang memiliki tanggungan hutang lebih rentang terhadap kebijakan dividen yang tidak sesuai dengan pandangan pemegang saham. Dividen bisa jadi menguntungkan atau malah membuat kemuduran perusahaan.

Baca juga: Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Penutup

Di atas tadi adalah penjelasan singkat mengenai pengertian dividen dalam akuntansi, jenis dividen, dan teori kebijakannya. Semoga bermanfaat.

NO COMMENTS