Wow Usaha Budidaya Ternak Cacing Tanah Bisa Hasilkan Ratusan Juta Rupiah

Usaha Budidaya Ternak Cacing Tanah

Usaha Budidaya Ternak Cacing Tanah – Saat saya membaca kisah Abdul Azis Adam Maulida di harian Kompas sempat terkaget-kaget karena ia bisa berpenghasilan rata-ratanya 300 juta per bulan hanya dengan membuka usaha budidaya ternak cacing.

Tidak percaya kan? Sama!

Namun, setelah membaca berbagai artikel tentang cacing di internet, ternyata hewan yang dianggap menjijikkan ini diincar banyak orang. Mulai dari peternak burung, peternak ikan, peternak ayam dan juga orang yang berkecimpung di dunia kesehatan. Sangat tidak menyangka kalau permintaan masyarakat tentang cacing begitu tinggi.

Ngomong-ngomong soal usaha budidaya ternak cacing, ternyata tidak membutuhkan media yang terlalu besar. Bahkan dengan peralatan seadanya, berikut ulasan singkatnya.

Membuka Usaha Budidaya Ternak Cacing Tanah Dari Nol

1. Kolam Cacing Tanah

Kolam Cacing TanahBudidaya ternak cacing tanah dianggap paling mudah. Anda hanya perlu memakai sisa limbah alami misalnya grajen dari bekas tanam jamur dan tanah. Letakkan bahan ini ada kolam budidaya dengan ukuran 1×4 meter dan tinggi 60 cm. Gunakan batu bata dan lapisi dengan media untuk pembibitan, grajen tadi.

Yang perlu diingat agar usaha budidaya ternak cacing tanah Anda bisa sukses, pastikan kelembapan tanah pas. Cacing menyukai tempat-tempat lembab dan jauh dari sinar matahari. Akan tetapi, jangan sampai tempat pembiakan cacing terlalu basah, atau malah terlalu kering. Kalau terlalu kering, gunakan semprotan beberapa kali sehari agar cacing tidak stress.

Ada juga peternak cacing yang memilih menggunakan kain goni dan digantung seperti wajan tengadah ke atas. Tujuannya untuk memudahkan panen dan menghindarkan cacing dari hama seperti ayam, semut dan binatang lainnya. Medianya juga sama, tetap memakai grajen atau kotoran hewan. Yang pasti Anda hanya menentukan kelembapannya.

Artikel lain: 6 Usaha Kecil Menengah yang Menguntungkan di Indonesia

2. Pemberian Pakan dan Perawatan Cacing Tanah

Perawatan Cacing TanahSebenarnya tidaklah sulit merawat cacing tanah. Gunakan tumbuhan yang memiliki kadar air tinggi dan berbau tajam. Makanan yang disukai antara lain sawi putih, selada, kol, daun lamtoro, dedak padi, dedak jagung, ampas singkong, ampas tahu dan batang pisang.

Selain cocok untuk perkembangan cacing tanah, sayur ini juga bisa terurai bersama tanah dan menstabilkan pH kolam. Alternatif lain yang bisa digunakan adalah kotoran ternak. Kotoran ternak memiliki protein tinggi serta mudah dicerna.




Biarkan kotoran selama beberpa hari, kemudian berikan pada cacing. Kalau kering, semprot sedikit supaya lembab.

Berapa Taksiran Harga Cacing Tanah di Pasaran?

Masa panen cacing tanah tidak terlalu lama, hanya sekitar 2-3 bulan sudah bisa dipanen. Harga cacing tanah di pasar lokal bisa mencapai Rp. 85.000 – Rp. 100.000 per kg-nya. Ini untuk cacing tanah jenis lumbricus.

Kalau dipikir-pikir, dengan biaya perawatan yang lebih murah, cacing ini malah tidak kalah dari bisnis ternak lain, seperti ikan gabus, lele atau nila. Apa lagi dengan masa panen yang relatif pendek.

Tentu kita tidak perlu heran apa bila ada pebisnis cacing tanah yang bisa meraup omset 300 juta per bulan.

Bagaimana Agar Cacing Tanah Bisa Cepat Laku?

Hal terpenting dalam menjalankan usaha budidaya ternak cacing tanah adalah cara pemasarannya. Cobalah mencari para peternak ayam, burung, dan ikan. Mereka sangat membutuhkan cacing tanah sebagai bahan utama untuk pakan ternak mereka.

Menjelajahi forum diskusi khusus peternak secara online juga bisa sangat menguntungkan. Banyak sekali pegiat cacing yang loyal dan mau membantu pemasaran. Kalau sekiranya perlu, ajak orang untuk bekerjasama memasarkan cacing panenan Anda ke orang lain agar usaha budidaya ternak cacing bisa cepat berkembang pesat.

Satu tips yang paling sering diberikan oleh peternak kepada newbie yang baru membuka usaha budidaya ternak cacing adalah jangan langsung memanen cacing. Pisahkan cacing kecil menjadi indukan dan biarkan berkembang biak sampai beranak kembali.

Rata-rata para peternak cacing hanya melakukan compounding bibit hingga bulan ke empat. Setelah itu mereka bisa melakukan panen dari 2-3 hari sekali, tergantung banyaknya cacing yang Anda punya. Setelah proses ini selesai, selanjutnya Anda bisa melebarkan sayap dengan bermain marketing.

PENUTUP

Ternyata hal-hal sederhana di sekitar kita bisa menjadi peluang usaha yang sangat menguntungkan. Dulu usaha budidaya ternak cacing mungkin tak terpikirkan oleh sebagian besar masyarakat kita, tapi sekarang sudah mulai banyak yang mau mencobanya.

Anda juga bisa membuat budidaya sampingan seperti merawat ikan tawar atau berternak ayam kampung. Banyak yang bilang kalau ternak ayam kampung yang diberi makan cacing secara teratur bisa lebih sehat dan cepat gemuk dan sehat. Semoga usaha budidaya ternak cacing Anda bisa berkembang biak dengan cepat.

Berikut ini adalah video cara budidaya ternak cacing dari A.A. Adam, M, ST



1 comment on this postSubmit yours
  1. Pernah dengar sih pengusaha budidaya cacing, tapi ngga nyangka bisa sebesar itu omsetnya. Bisa dapat omset 300juta pee bulan berarti konsumennya banyak banget ya mas

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud