Toilet Rate ~  Aplikasi Unik Solusi Masalah Sanitasi Indonesia

Image dari Youngsters.id

Masalah sanitasi atau kebersihan masyarakat mungkin hanyalah satu dari sekian banyak masalah yang kita hadapi sehari-hari. Namun ternyata, masalah sanitasi bisa menjadi momok yang sangat menakutkan apabila tidak ditangani dengan baik.

Lebih khusus lagi, di Indonesia masalah yang sering ditemui adalah sulitnya mencari toilet yang layak pakai. Kebanyakan toilet yang berada di berbagai lokasi, kondisinya sangat tidak layak serta butuh banyak perbaikan. Dari ide sederhana inilah, seorang pemuda bernama Yugnan Adi Sasongko mencoba melahirkan inovasi dengan membuat sebuah aplikasi bernama Toilet Rate.

Sekilas Tentang Aplikasi Toilet Rate

Aplikasi Toilet Rate merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh tim yang dipimpin Yugnan Adi Sasongko. Aplikasi ini perjalanan berbasis LBS (location Based service) perta terkoneksi langsung dengan layanan Google Maps. Fungsi utama dari aplikasi ini adalah untuk mencari lokasi WC umum yang tidak hanya dekat namun juga bersih.

“Jadi ini berawal dari susahnya mencari toilet umum yang benar-benar bersih. Kami pun memutuskan men-develop masalah ini dalam bentuk aplikasi dengan tujuan apa yang kami buat minimal harus bisa menyelesaikan masalah pribadi kami dulu, syukur-syukur orang lain ikut terbantu juga,” tambah pemuda kelahiran 29 Juli 1993 itu.

Artikel lain: Cakra Croze ~ Aplikasi Terapi Autis Buatan Anak Muda Indonesia




Aplikasi yang dirilis pada pertengahan tahun 2016 tersebut, mendapat respon positif dengan peningkatan unduhan melalui Google Play Store. Dari data berbasis crowdsource aplikasi ini mempermudah pemudik untuk menemukan toilet di tengah perjalanan jauh.

Tak sekadar menemukan toilet, aplikasi ini juga dilengkapi fitur petunjuk arah dan panduan dari lokasi user ke tempat toilet bersih terdekat yang dapat di tentukan dengan peta.

Ingin Membantu Kebersihan Sanitasi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tujuan dari aplikasi ini adalah menyediakan informasi terpercaya terkait lokasi toilet yang layak pakai. Selain itu, dalam lingkup yang lebih luas lagi, nantinya para pengguna juga bisa ikut berkontribusi mengembangkan kesehatan sanitasi lewat adanya rating.

Semakin banyak rating maka database aplikasi pun akan semakin banyak. Selain itu, pengembangan data toilet rusak akan dikolaborasikan dengan pemerintah agar siap diperbaiki.

“Dengan aplikasi ini kami bisa ikut menyelesaikan masalah-masalah yang ada di sekitar, baik itu masalah lingkungan dan sosial dengan cara cara kami sendiri dari sisi teknologi,” jelas Yugnan.




Langkah yang ingin dilakukan oleh Yugnan adalah mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mengubah kebiasaan menjaga kelayakan serta kebersihan fasilitas sanitasi toilet. Selain itu, di sisi lain dukungan dari pemerintah untuk memperbaiki fasilitas toilet umum sudah sangat di butuh. Pelaporan dari masyarakatlah yang nantinya akan menjadi jembatan aspirasi.

Pengalaman Mendirikan Startup

Disampaikan langsung Yugnan, awalnya ia mendirikan startup berbasis situs yakni Semogaberkah.id. Namun yang merasakan untuk mendirikan sebuah startup digital memang tidaklah mudah. Sarjana teknik lulusan Telkom University ini menceritakan bahwa startup besutannya dibuat berdasarkan mimpi bersama dengan beberapa teman.

“Awal berdirinya Semogaberkah ID ini sebenarnya tidak sengaja. Berawal dari obrolan dengan beberapa teman yang juga sama-sama developer. Kami akhirnya sepakat untuk membentuk sebuah tim. Selain untuk menyalurkan bakat dan kemampuan juga untuk bagaimana caranya kita bisa ikut berpartisipasi menyelesaikan masalah-masalah yang ada di sekitar dari sisi teknologi,” ucap Yugnan lagi.

Baru pada bulan April 2016, ketika mengikuti ajang kompetisi startup di Bandung, mereka berhasil menjadi juara regional Bandung Rocket Pitching Nextdev Telkomsel 2016 berbekal aplikasi Toilet Rate.

Yugnan dan tim masih sangat yakin untuk terus mengembangkan layanan Toilet Rate menjadi layanan yang lebih besar lagi. Alasannya adalah, yang pertama karena aplikasi ini memiliki keunikan dan susah untuk ditiru. Tantangan terbesar ada pada pengguna aplikasi Toilet Rate.

Baca juga: 4 Bahaya Penggunaan Gadget Sebelum Tidur Bagi Kesehatan, Waspadalah!

“Yang paling susah adalah untuk mengajak masyarakat berpartisipasi mengubah kebiasaan menjaga sanitasi toilet. Ini juga perlu kerjasama dengan pemerintah untuk memperbaiki fasilitas toilet yang rusak serta peran masyarakat dalam pelaporan kualitas toilet,” ungkapnya.

Ke depan, harapan Yugnan adalah bisa mengembangkan Toilet Rate menjadi aplikasi B2B atau yang berkenaan langsung dengan bisnis serta konsep B2G yang berhubungan dengan pengembangan pemerintah.



1 comment on this postSubmit yours
  1. aplikasi solusi sebuah permasalahan publik memang lebih baik untuk indonesia

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud