Tips Sukses Jalankan Usaha Kantin Kantoran

Tips Sukses Jalankan Usaha Kantin Kantoran

Usaha Kantin Kantoran
Image dari Soyouknowbetter.com

Wilayah perkantoran adalah salah satu tempat yang selalu padat dengan aktifitas di perkotaan. Hilir mudik kendaraan, keramaian di kala jam masuk dan waktu pulang hingga segala hiruk pikuknya menjadi pemandangan sehari-hari di kawasan perkantoran. Namun di balik itu semua, kawasan perkantoran tentu menyimpan peluang besar sebagai tempat membuka usaha yang potensial.

Salah satunya yakni usaha kuliner. Kebutuhan mengisi perut sehabis penat berkerja praktis membutuhkan tempat makan yang tidak hanya nikmat namun juga dekat dan terjangkau. Nah, bagi Anda yang ingin menjalankan #bisnis kuliner dalam hal ini kantin makanan di lingkungan perkantoran, berikut ini kami punya beberapa tips suksesnya yang Anda coba.

1. Baca Peluang Pasarnya

Sebelum membuka usaha kantin di kawasan kantor, hal pertama yang bisa menjadi pertimbangan adalah peluang pasar dari kawasan tersebut. Maksudnya adalah seberapa padat pekerja kantoran yang ada di lingkungan tersebut. Tentu akan semakin bagus jika lingkungan tersebut terdapat banyak pekerja setiap harinya.

Namun tidak berarti jumlah banyak menentukan besarnya potensi pasar. Pastikan juga bahwa kebanyakan pegawai tersebut memang mencari tempat makan di waktu istirahat mereka. Karena ada juga beberapa kantor yang sudah menyediakan fasilitas tempat makan bagi karyawannya.

Artikel lain: 6 Tips Sukses Memulai Bisnis Kuliner Bagi Pemula

2. Amati Daya Beli Konsumen

Setelah yakin dengan potensi pasar di kawasan tersebut, langkah berikut yang harus dilakukan adalah mencari tahu terkait daya beli para karyawan atau pekerja di kawasan itu. Hal ini sangat penting, karena jika nanti kita jadi membuka usaha kantin kantoran, informasi tentang daya beli ini bisa menjadi pertimbangan untuk menentukan harga serta menu apa yang pas untuk dijual.

Sebagai contoh ketika membuka kantin di kawasan kantor elit serta di kawasan pabrik, tentu daya beli konsumennya akan berbeda bukan. Jika para pekerja pabrikan biasa makan di tempat dengan konsep warteg atau warung biasa, beda dengan karyawan kantor elit yang lebih memilih makanan berkonsep modern atau mungkin café mini dengan varian makanan yang sedang trend.

3. Pertimbangkan Masalah Pesaing

Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah membaca persaingan dagang yang ada di kawasan tersebut. Jika memang kawasan tersebut adalah kawasan yang potensial untuk membuka usaha makanan, sudah barang tentu kita akan menemui banyak pesaing yang sudah lebih dulu membuka usaha di sana. Namun jangan cepat minder dan urung membuka usaha.

Meski sudah ada pesaing, bukan berarti kita tidak bisa membuka usaha di kawasan tersebut. Yang terpenting adalah melihat dulu variasi makanan yang ada dan masuk pada celah yang belum di isi. Contohnya banyak kantin yang menjual bakso atau mie ayam, maka kita bisa menjual kuliner lain semacam ketoprak atau siomay. Yang pasti jika memang sajian kita enak plus menarik, tidak perlu kawatir dengan pesaing yang ada.

Baca juga: 5 Teknik dan Trik Sukses Menjalankan Bisnis Kuliner Khas Daerah

4. Utamakan Kualitas

Mengapa harus mengutamakan kualitas? Karena para pekerja umumnya lebih pemilih ketika menentukan tempat makan. Hal ini tentu berbeda dengan membuka kantin untuk anak sekolah yang cenderung kurang selektif.

Oleh karena itu, selalu usahakan untuk mempertahankan kualitas sajian Anda baik dalam hal rasa, bahan serta kebersihan. Jika memang konsumen puas, imbasnya mungkin ia akan merekomendasikan kantin makan Anda pada rekannya dan seterusnya hingga usaha Anda bisa berkembang lebih besar lagi.

Dalam membangun usaha kantin kantoran, hal terakhir yang wajib diperhatikan adalah dalam hal pelayanan. Berikan pelayanan yang prima kepada tiap konsumen yang datang, jadilah penjual yang ramah dan bersahabat. Dan kadang kala jika ada yang mengutang (asal tidak keterlaluan) bolehlah di kasbon dulu, hitung-hitung untuk mengakrabkan Anda dengan pelanggan.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan