Tips Aman Menegur Sikap Bos yang Keterlaluan

Tips Aman Menegur Sikap Bos yang Keterlaluan

atasan yang keterlaluan

Sikap dan perangai seseorang tentunya tidak sama dan beraneka ragam. Tidak bisa kita selalu berharap orang lain selalu bersikap manis kepada kita. Ada kalanya mereka bersikap yang menyebalkan juga. Jika mereka teman sekantor atau temana sebaya mungkin bisa kita menegurnya dengan bahasa yang santai. Namun bagaimana kalau yang bersikap menyebalkan dan keterlaluan itu adalah atasan atau bos kita?

Atasan memang tidak semuanya menyebalkan, ada banyak atasan yang menyenangkan dan justru menjadi inspirasi kita. Namun juga tidak sedikit sangat atasan yang sangat keterlaluan dan berlebihan. Sikap yang tidak perlu seperti mencampuran urusan pribadi kita, ikut mengatur keuangan kita atau sering berkata kotor termasuk sikap yang sudah sangat keterlaluan.

Nah, jika kalian menghadapi situasi seperti ini apa yang harus kita perbuat? bagaimana cara menegurnya agar si bos tidak menjadi tersinggung dengan teguran dari kita. Sebaiknya kalian tetap menegurnya dan memberitahukan bahwa sikapnya tidak tepat. Namun tentu dengan cara yang halus, perhatikan trik di bawah ini agar si Bos tidak tersinggung dengan teguran kalian.

1. Carilah Waktu yang Pas

Jangan sembarangan memberikan teguran kepada atasan. Lihat situasi dan kondisi yang tepat agar si Bos tidak mudah tersinggung. Jangan sampai menegur sikap Bos yang keterlaluan ketika ia sedang banyak pikiran. Atau mungkin ketika bisnis sedang tidak bagus, keadaan tersebut sangat sensitiv sekali baginya.

Jangan juga menegurnya ketika berada di depan klien, itu sama halnya kalian sedang mempermalukannya di depan orang banyak. Sebaiknya jika memungkinkan, bicaralah kepada atasan dalam suasana yang bersisfat prifat. Dengan cara ini si Bos akan merasa lebih terhormat, dan dimungkinkan lebih bisa menerima masukan dari kalian.

Artikel lain: Cara Sederhana Ini Bisa Membuat Pekerjaan Di Kantor Terasa Lebih Menyenangkan

2. Hindari Membuat Pernyataan, Lebih Baik Bersifat Saran

Lebih baik jika kalian ingin menegur sikap atasan yang kurang sesuai gunakanlah cara bicara yang bersifat saran dan masukan saja. Jangan sampai kalian menggunakan model bicara yang lebih bersifat seperti pernyataan. Kenapa demikian, karena dengan menyampaikan teguran yang bersifat pernyataan itu terkesan seperti kalian berkata “Anda salah, Saya benar”. Dan itu sangat buruk sekali, pernyataan seperti itu akan membuat atasan merasa sangat dijatuhkan harga dirinya.

Akan jauh lebih baik ketika kalian memberikan masukan yang bisa membuat atasan bisa berpikir kembali tentang kesalahan yang ia buat. Seperti ucapan “Saya kira cara ini lebih sesuai sebagai solusi permasalahan”. Kata-kata tersebut lebih mendinginkan suasana dan saya kira lebih bisa diterimanya.

3. Berikan Bukti Otentik

Sikap yang keterlaluan dari si Bos bisa dilakukan dengan berbagai latar belakang. Bisa karena si Bos memang sikapnya seperti itu, bisa juga karena si Bos sedang emosi, atau bisa jadi karena memang atasan tidak sadar bahwa sikapnya sangat mengganggu pada bawahannya.

Nah, dengan berbagai latar belakang tersebut, sangat bagus jika kalian menyampaikan teguran disertai dengan bukti otentik. Beri tahu kepada atasan bahwa sikapnya sudah sangat keterlaluan, dan sampaikan juga bahwa banyak orang yang sangat tidak nyaman dengan sikap tersebut.

4. Jangan Hanya Menegur, Berikan Juga Solusi

Sangat disarankan jangan hanya kalian memberikan teguran kepada atasan. Sebisa mungkin berikan juga pilihan solusi yang positif untuk merubah sikap tersebut. Mungkin solusi dari kalian tidak bisa langsung diterima oleh si Bos, namun setidaknya itu bisa membuat atasan mengetahui bahwa sikapnya selama ini kkuran tepat dan ada sikap yeng lebih baik yang bisa dilakukan.

Selain itu, dengan memberikan beberapa solusi, bisa menjadikan atasan memiliki lebih banyak opsi dalam bersikap kepada bawahan nya. Ini akan memberikan efek positif tidak hanya untuk Anda dan atasan, namun juga untuk keseluruhan tim kerja.

Baca juga: Inilah 5 Tanda Bahwa Anda Bekerja di Perusahaan yang Tepat

5. Jangan Terbawa Emosi

Jangan sampai kalian ikut terbawa emosi ketika menyampaikan teguran kepada atasan. Bersikaplah lebih sabar dan tenang. Itu bisa membuat keadaan akan lebih dingin dan tentu juga bisa lebih membuat atasan respek terhadap kalian.

Sampaikan semua yang sudah kalian rencanakan dengan tenang dan terperinci. Jika kalian bersikap emosi, maka yang ada adalah sama-sama emosi dan tidak akan pernah bisa membuat keadaan menjadi lebih kondusif.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan