Ternyata Begini Cara Australia Menyadap Jaringan Telkomsel

Cara-Australia-Menyadap-Jaringan-Telkomsel

Meski menjadi salah satu hal yang diagung-agungkan pada zaman modern ini, rupanya #teknologi juga bisa membawa sejumlah dampak buruk bagi kehidupan masyarakat. Munculnya kecenderungan “addict” atau ketergantungan terhadap produk teknologi membuat masyarakat masa kini menjadi lebih malas dan kurang mandiri dalam menjalankan beragam aktivitas sehari-hari.

Belum lagi sikap individualisme dan tindakan penyalahgunaan teknologi lainnya yang menjadi bagian erat dari perkembangan teknologi. Salah satu penyalahgunaan teknologi yang tengah menjadi isu hangat di Indonesia adalah penyadapan.

Secara harafiah menurut definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sadap adalah kegiatan mendengarkan atau merekam informasi orang lain dengan sengaja tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan. Tindak penyadapan tersebut kembali dilakukan Australia kepada Indonesia dalam era pemerintahan presiden Joko Widodo beberapa waktu yang lalu.

Bukan Untuk Yang Pertama Kalinya

Penyadapan yang dilakukan Australia terhadap sistem telekomunikasi di Indonesia kali ini bukanlah suatu hal yang baru. Pada era pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Australia dan Amerika Serikat juga pernah menyadap percakapan telepon milik 2 provider telekomunikasi besar di Indonesia. Selain sabotase percakapan pejabat, kala itu Australia dan Amerika Serikat juga melakukan penyadapan percakapan tokoh dana tersangka teroris yang sering beraksi di Indonesia.

Dari hasil penyadapan yang dilakukan Australia dan Amerika Serikat pada tahun 2013, badan intelijen berhasil membongkar enkripsi lebih dari 1.8 juta pelanggan provider di Indonesia.

Tentang Penyadapan Yang Dilakukan Australia

Pemerintah Australia dan Selandia baru-baru ini dikabarkan kembali melakukan penyadapan terhadap jaringan telekomunikasi di Indonesia, khususnya penyadapan pada provider #Telkomsel. Kedua negara tersebut berusaha meretas jaringan telekomunikasi milik telkomsel yang memiliki lebih dari 122 juta pelanggan. Hal ini diakui oleh mantan kontraktor badan keamanan nasional Edward Snowden dalam dokumen yang dimuat di Australia The Sidney Morning Herald (SMH).

Seperti dokumen yang dimuat oleh SMH, Australia Signal Directorate (ASD) bekerjasama dengan Government Communications Security Bureau (GCSB) untuk memperoleh akses komperehensif jaringan komunikasi di Indonesia dan di kawasan pasifik selatan.

SMH bahkan menyebutkan bahwa sejak tahun 2009, seorang intelijen Selandia Baru yang bertugas di Canberra memiliki tugas khusus untuk menganalisis jaringan telekomunikasi Telkomsel demi menyelidiki rincian panggilan data melalui FTP (File Transfer Protocol). Selain itu, intelijen tersebut juga bertugas mengawasi gateway Telkomsel untuk sistem komunikasi domestik jarak jauh maupun panggilan internasional.

Australia dan Selandia Baru bekerjasama untuk melakukan sabotase terhadap sistem komunikasi satelit dan kabel komunikasi bawah laut. Hal tersebut membuat sistem penyadapan mampu memperoleh informasi dari panggilan telepon, email, #media sosial serta meta data.

Tujuan Penyadapan Yang Kedua

Penyadapan yang dilakukan Australia terhadap jaringan telekomunikasi Indonesia untuk yang kedua kalinya diduga berkaitan dengan eksekusi mati 2 terdakwa Bali Nine asal Indonesia. Karena tidak dapat menerima keputusan hukum yang dijatuhkan pihak Indonesia, besar kemungkinan pihak Australia kemudian mencari cara untuk menjatuhkan presiden Joko Widodo melalui penyadapan komunikasi yang dilakukan oleh sang presiden.

Dari hasil penyadapan percakapan tersebut, Australia akan berusaha mengamati kelemahan dan kekeliruan yang dibuat presiden Indonesia sehingga selanjutnya Australia mampu menyusun teknik baru untuk menjatuhkan atau menyudutkan posisi presiden.




Respon Telkomsel Terhadap Penyadapan

Pihak Telkomsel sendiri belum dapat dimintai keterangan terkait dengan tindak penyadapan yang dilakukan oleh pihak Australia. Meski belum bisa dimintai keterangan, namun tentunya kita berharap agar tindak penyadapan yang dilakukan oleh Austraia tidak menjadi masalah yang berlarut-larut dan mengganggu privasi komunikasi di Indonesia.

Dalam menghadapi tindak penyadapan dari negara lain, tentu saja provider telekomunikasi dan pemerintah harus bahu membahu bekerjasama untuk mewujudkan hak privasi komunikasi yang lebih aman tanpa campur tangan negara lain. Peningkatan standar teknologi komunikasi juga harus dilakukan untuk mengamankan jaringan dan aspek telekomunikasi dari incaran oknum yang tidak bertanggung jawab. Jangan sampai aksi penyadapan yang dilakukan negara lain bisa mengganggu stabilitas proses komunikasi dan pemerintahan di Indonesia.

Jadi, jangan terlalu bergantung dengan teknologi secara massive, ya. Mulailah menjalin komunikasi secara langsung supaya terhindar dari aksi penyadapan yang tidak bertanggung jawab.



4 total comments on this postSubmit yours
  1. harusnya jadi bahan intropeksi, agar semua telco memperkuat sistem pengamanannya, dan kita juga harus bisa menyadap mereka.

  2. Kalau urusan sadap menyadap sebenarnya ini soal intelegen, dan hampir semua intelegen menyadap baik yang terbuka maupun yang terturup. Namun penyadapan yang dilakukan autralia sungguh menciderai……..namun jangan khawatir, karena saya yakin kalau orang indonesia juga pasti bisa menyerang Australia

  3. dsar emg australi, dari dlu doyan ngupiing. udh negara sendiri benua sendiri, kesepian kli tu negara

  4. Astaga! Perlu dilapor kepada Anonymous Indonesia nih! Indonesia tidak bisa tinggal diam! Harus ada serangan balik nih! Tapi gimana cara lapornya ya? Apa penulis tau caranya dan di website mana lapornya?

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud