Tan Hooi Ling ~  Founder Penggila Teknologi Sang Suksesor Grabtaxi

Tan Hooi Ling

Image dari e27.co

Salah satu layanan pemesanan transportasi berbasis online yang paling terkenal saat ini adalah Grabtaxi. Dengan jangkauan yang telah mendunia, perusahaan dengan markas pusat di Malaysia tersebut saat ini terbilang menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Kesuksesan serta pencapaian tersebut tentu tidak terjadi dengan sendirinya. Ada beberapa nama penting yang menjadi motor penggerak hingga Grabtaxi bisa mencapai posisinya saat ini. Salah satunya yakni sang co-founder, Tan Hooi Ling. Dengan berbagai inovasi dan terobosan yang ia buat, perlahan Grabtaxi mampu mengungguli para pesaingnya di bidang jasa pemesanan transportasi online.

Berikut kisah lengkap dari Tan Hooi Ling, penggila teknologi yang berubah menjadi suksessor Grabtaxi.

Mempunyai Ketertarikan Tinggi Di Bidang Teknologi

Dalam ulasan salah satu portal online menyebutkan bahwa, wanita yang menghabiskan masa remajanya di Malaysia tersebut mempunyai ketertarikan yang tinggi di bidang teknologi. Terutama dengan adanya gadget canggih yang ada saat itu, Tan dikenal sangat gemar mengikuti perkembangan teknologi tersebut.

Ketertarikan tersebut terus ia kembangkan dengan menggali ilmu tingkat perguruan tinggi. Dan sebagai puncaknya, alumnus Harvard Business School tersebut mencoba mendirikan perusahaan startup Grabtaxi. Awal mula sebelum mendirikan GrabTaxi tentu tidaklah mudah bagi Tan. Membawa konsep binsis digital yang tergolong masih baru di kawasan Asia Tenggara, tentu mempunyai tantangan tersendiri bagi wanita berperawakan langsing tersebut.

Artikel lain: GrabTaxi ~ Inovasi Kemudahan Booking Taksi Aman, Cepat dan Tepat

Bertemu Dengan Tandem Pendiri Grabtaxi

Tan Hooi Ling merasa sangat bersyukur mempunyai rekanan Anthony Tan yang akhirnya bersama dirinya membangun Grabtaxi. Tepatnya pada tahun 2012, Anthony yang juga lulus dari perguruan tinggi yang sama sepakat untuk mulai mengembangkan layanan Grabtaxi. Kesepakatan tersebut menjadi tanda awal berdirinya perusahaan startup Grabtaxi.

Terkait dengan kerja sama yang ia jalin dengan Anthony, Tan mengatakan bahwa dirinya lebih fokus kepada operasional perusahaan. Sedangkan rekanannya tersebut mempunyai kelebihan di bidang pemasaran serta hubungan dengan investor. Kerjasama inilah yang menurutnya membuat Grabtaxi menjadi perusahaan yang solid.

“Kami memiliki kekuatan untuk saling melengkapi, kami seperti yin dan yang. Anthony Tan adalah orang yang fokus pada pemasaran dan hubungan investor. Saya lebih ke operasional perusahaan. Saya selalu memastikan pekerja kami memproses pekerjaan dengan benar,” jelas Tan.

Tan Hooi Ling Memutuskan Fokus Membangun Grabtaxi

Sebelum sepenuhnya mengembangkan Grabtaxi, Tan telah bekerja di salah satu perusahaan yang juga berbasis teknologi, McKinsey. Namun setelah melihat besarnya potensi dari startup Grabtaxi, akhirnya ia memutuskan untuk resign dari perusahaan lamanya tersebut.




Sumbangsih besar yang dilakukan oleh Tan dimulai dari mengubah nama layanan yang sebelumnya bernama MyTeksi menjadi Grabtaxi. Dari situ Grabtaxi telah memiliki beberapa layanan utama yakni GrabHitch, GrabCar dan GrabBike. GrabHitch merupakan layanan yang fokus pada layanan ride sharing sosial untuk moda transportasi komuter.

Kala itu, atensi dari masyarakat terhadap konsep pelayanan yang berhasil diciptakan oleh Tan nyatanya sangat tinggi. Selain bisa memangkas biaya yang lebih ringan, konsep pemesanan moda transportasi melalui aplikasi online juga menawarkan kelebihan lain dari sisi ketepatan layanan serta kepastian biaya.

Baca juga: Mau Naik Mobil Lamborghini Gratis? Ikut Saja Program GrabSpeed dari GrabCar

Selain itu Tan jika tak henti berupaya untuk menjalankan ekspansi bisnis negara lain. Namun ia menyatakan dalam waktu dekat, sasaran “invasi” Grabtaxi masih akan berada di seputaran Asia Tenggara. Meskipun begitu, visi untuk menjangkau pasar global tentunya masih menjadi impian dari para founder Grabtaxi.

Saat ini layanan aplikasi Grabtaxi telah aktif 6 negara yakni Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, Filipina serta negara kita Indonesia. Dengan total aset mencapai US$700 juta, grabtaxi telah ditasbihkan sebagai salah satu perusahaan berbasis teknologi yang paling sukses di Asia Tenggara. Pendanaan yang didapatkan oleh Grabtaxi juga tidak main-main. Terdapat lima kelompok investor tingkat dunia yang saat ini menyokong pergerakan grabtaxi, yakni Softbank, GGV Capital, Tiger Global Management, perusahaan BUMN Singapura serta Vertex Venture Holding.




Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud