Tak Mampu Bertahan, Rakuten Indonesia Pastikan Gulung Tikar 1 Maret Mendatang

Rakuten Indonesia tutup

Image dari Rakuten.co.id

Gejolak perekonomian nasional akhir-akhir ini telah berdampak besar pada banyak sektor bisnis. Salah satu efeknya yakni tak sedikit perusahaan asing di Indonesia yang menjalankan “langkah mundur” untuk mengantisipasi dampak buruk yang lebih besar. Tak hanya melakukan pengurangan pekerja, beberapa perusahaan bahkan memutuskan untuk menghentikan bisnisnya yang ada di Indonesia.

Dan yang terbaru dari ranah #bisnis online, salah satu ecommerce besar yakni Rakuten Indonesia mengkonfirmasi bahwa akan menutup semua layanannya mulai tanggal 1 Maret 2016 mendatang. Keputusan perusahaan yang juga dikenal dengan nama Rakuten Belanja Online (RBO) tersebut, tentunya tidak diambil tanpa pertimbangan yang dalam.

Lantas apakah alasan keputusan tersebut dan bagaimana nasib transaksi para pengguna RBO yang masih aktif hingga saat ini? Informasi lengkapnya bisa rekan-rekan simak dalam artikel di bawah ini.

Telah Diumumkan Secara Resmi

Dalam pemberitaan di sejumlah portal informasi online beberapa waktu belakangan, kabar akan hengkangnya Rakuten Belanja Online dari pasar #ecommerce Indonesia memang telah tercium sejak pertengahan tahun lalu. Namun kala itu pihak Rakuten mengkonfirmasi bahwa perusahaannya masih sangat sehat dan mampu bersaing dengan ecommerce lainnya.

Dan pada awal tahun 2016, kabar tersebut benar-benar terjadi. Rakuten Indonesia secara resmi mengumumkannya penutupan bisnisnya di kawasan Asia Tenggara dan tentunya termasuk Indonesia. Jadwal eksekusi keputusan tersebut juga telah disampaikan secara jelas yakni per 1 Maret 2016 mendatang.




Dalam pernyataan resmi yang tertulis di situs Rakuten.co.id, pihak pengembang menyatakan permintaan maaf kepada seluruh pengguna Rakuten Indonesia, termasuk pembeli maupun merchant yang telah mendukung Rakuten selama ini. Selain itu Rakuten juga menyebutkan adanya kemungkinan layanan baru yang akan dirilis di kemudian hari.

Artikel lain: Rakuten Fokus Gandeng UKM Pada Event Rakuten Expo 2015

“Kami senang Anda telah menjadi pelanggan Rakuten dan kami berharap untuk dapat meluncurkan layanan Rakuten yang baru dan menarik dalam beberapa bulan mendatang,” tulis pengembang Rakuten Indonesia.

Penyebab Rakuten “Tutup Lapak” Di Indonesia

Menyusul kabar hengkangnya perusahaan ecommerce asal Jepang tersebut dari Indonesia, terdapat beberapa alasan yang  mendasari keputusan tersebut. Alasan pertama seperti yang secara resmi disampaikan oleh pengembang Rakuten yakni yang berkaitan dengan tujuan Visi 2020 Rakuten.

Visi 2020 Rakuten merupakan sebuah target pencapaian yang ingin didapatkan oleh Rakuten sebelum tahun 2020 dalam hal operasional perusahaan baik yang ada di pusat maupun di beberapa negara lain. Dalam target tersebut, Rakuten ingin mencapai pendapatan sebesar 1700 miliar Yen atau setara dengan Rp203 triliun. Sedangkan untuk pendapatan operasional non GAAP, Rakuten memasang target sebesar 300 miliar Yen atau sama dengan Rp35 triliun.




Hubungan antara penutupan layanan Rakuten di kawasan Asia Tenggara dengan Visi 2020 tersebut adalah, pada dasarnya Rakuten ingin memaksimalkan pasar yang lebih potensial danA menutup layanan di negara dengan kontribusi laba yang kurang menjanjikan. Seperti diketahui saat ini di Jepang Rakuten masih menjadi salah satu ecommerce raksasa yang menguasai mayoritas pasar belanja online negeri Sakura. Bersama dengan target pasar di kawasan Asia Timur dan Amerika Serikat, rakuten ingin lebih memaksimalkan potensi yang ada di negara tersebut.

Kurang Mampu Menyesuaikan Diri

Selain alasan utama yang diungkap secara resmi oleh pihak pengembang, terdapat beberapa kemungkinan lain yang nampaknya juga mempunyai pengaruh besar hingga ditutupnya layanan Rakuten Indonesia. Alasan tersebut yakni, Rakuten dinilai tidak berhasil menerapkan konsep ecommerce yang sesuai dengan konsumen di Indonesia.

Bagi rekan-rekan yang jasa atau pernah belanja di Rakuten Indonesia, tentu merasakan perbedaan jika dibandingkan dengan ecommerce lain seperti Lazada, Bukalapak ataupun Tokopedia. Jika dibandingkan dengan lazada yang sama-sama merupakan perusahaan asing, Rakuten nampak lebih keukeuh mempertahankan kesan dan prinsip bisnis ala negara asalnya. Inilah yang kemudian membuat kinerja penjualan Rakuten indonesia tak kunjung berbuah manis, bahkan tertinggal dari para pesaingnya.

Selain itu penerapan prinsip bisnis rakuten yang masih berkiblat negara matahari terbit, juga menjadi pemicu perpecahan antara perusahaan tersebut dengan salah satu investor lokal terbesarnya yakni MNC Group. Meski telah cukup lama menjalankan bisnis di Indonesia yakni sejak akhir tahun 2010, kerjasama antara rakuten Indonesia dengan MNC Group harus terputus dengan opsi penjualan kembali saham MNC sebesar 49% pada Rakuten Jepang.  Hal ini juga santer dikabarkan menjadi salah satu pukulan telak, hingga akhirnya Rakuten Indonesia terkapar dari persaingan ecommerce lokal.

Baca juga: Bersiaplah, 5 Toko Online Ini Akan Beri Diskon Menarik di Tahun Baru Imlek 2016

Dalam jadwal penghentian layanan Rakuten Indonesia, para pengguna maupun merchant bisa melihat dengan jelas tanggal serta keterangan layanan yang masih bisa diakses. Yang utama, proses pembelian akan dihentikan pada tanggal 29 Februari 2016 tengah malam.

Berikutnya terdapat beberapa jadwal lain terkait dengan detil transaksi seperti pengiriman, pengembalian barang, komplain, dan banyak informasi lainnya. Selengkapnya bisa rekan-rekan simak laman www.rakuten.co.id/event/info/.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud