Stan Shih ~ Pendiri Acer Computer, Memilih Untuk Pensiun Dini Demi Regenerasi

Image dari Dailytech.com

Image dari Dailytech.com

Siapa yang kini tak mengenal brand Acer. Brand yang mengawali kesuksesan penjualannya dari perangkat #komputer, kini telah memiliki pasar yang lebih luas di perangkat laptop dan mobile. Mungkin Anda sendiri juga merupakan salah satu pengguna produk Acer tersebut.

Jika Anda tahu sejarah perkembangan perusahaan #teknologi komputer, maka sebenarnya negara Amerika banyak yang berjaya diawal-awal perkembangan komputer. Sebut saja IBM, Apple, Hewlet-Packard atau yang lainnya.

Namun kini perusahaan negara adidaya itu harus waspada dengan perusahaan teknolog di Asia. Pasalnya brand seperti Samsung, Toshiba dan Acer telah mampu menunjukkan kekuatannya. Salah satu perusahaan Acer yang dirintis oleh Stan Shih juga telah mampu bersaing dan mengibarkan bendera kejayaannya di pasaran teknologi.

Lalu seperti apakah kisah Stan Shih dalam membangun perusahaan Acer ini? Berikut ulasannya.

Mulai Berwirausaha Sejak Kecil

Stan Shih kecil adalah seorang yatim yang hidup serba kekurangan. Karena harus selalu membantu ibunda untuk berjualan telur, maka waktu bermain Stan Shih pun sirna. Setiap hari selepas sekolah Stan Shih harus menjajakan telur-telur ibunya.




Namun dari sinilah jiwa wirausaha Stan Shih mulai diasah dan tumbuh. Walau kemiskinan menyelimuti hidupnya, Stan Shih tetap berjuang untuk bisa bersekolah. Setelah SMA, dengan tekadnya itu, Stan Shih akhirnya bisa kuliah di Universitas National Jiao Tong di Taiwan. Dari kampus inilah pria kelahiran Taiwan, 8 Desember 1944 menerima gelar sarjana dan master di jurusan Teknik Elektro.

Artikel lain: Michael Dell, Penjual Koran yg Sukses Menjadi Miliader Bisnis Teknologi

Menikah dan Mendirikan Acer

Setelah lulus Universitas National Jiao Tong, pria yang memiliki nama Shi Zhenrong ini kemudian menikah dengan Carolyn Yeh. Setelah menikah mereka berdua sepakat untuk berbisnis dengan mendirikan Multitech pada 1976. Pada tahun 1987 Multitech kemudian diubah namanya menjadi Acer agar mudah diingat.

Dalam perjalannya, perusahaan yang berbasis di Taiwan ini menghasilkan produk-produk seperti komputer, laptop, LCD, notebook dan smartphone. Meski merupakan produk Asia, namun saat ini Acer telah mampu menyaingi produk-produk merk ternama lain seperti IBM, Dell dan Hewlwett-Packard.

Pensiun Dini Untuk Regenerasi Bisnis

Sebuah kejutan terjadi di tubuh Acer saat sang pemimpin perusahaan Stan Shih memutuskan untuk pensiun tahun 2004. Sebuah kejadian yang dirasa cukup aneh jika melihat tradisi pengusaha Tionghoa yang akan bekerja keras tak peduli sampai umur berapa hingga dirinya tak sanggup. Bagi Stan Shih pensiun dini memang sudah direncanakannya dengan matang.




Selain ingin merubah hal tradisi pengusaha Tiongkok tersebut, Stan Shih juga ingin memberi kesegaran pada perusahaan dengan memberikan kesempatan pada generasi muda untuk mengembangkan perusahaan agar terus bisa eksis dan menjadi yang terbaik. Menurutnya kaum muda memang memiliki kehalian dalam menelurkan berbagai ide dan inovasi yang sangat dibutuhkan perusahaan untuk terus mengikuti perkembangan jaman.

Kepemimpinan Stan Shih

Selama menjadi pemimpin perusahaan, Stan Shih dikenal sangat toleran dan memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Selain menganggap sebagai keluarganya sendiri, Stan Shih juga sering memberikan pembagian keuntungan selain gaji kepada para karyawannya.

Meski telah sukses dan hidup sangat layak, Stan Shih dan keluarga selalu menerapkan kesederhanaan. Gaya hidup Stan Shih yang sederhana ini memang diciptakannya untuk mencerminkan gaya hidup orang Taiwan yang sederhana, santai, harmonis, kuat, dan humoris.

Perkembangan Acer Saat Ini

Berkat rintisan pengelolaan bisnis oleh Stan Shih, kini Acer telah menjadi perusahaan raksasa dengan pemasaran yang mencapai lebih dari 100 negara dan pekerja yang melebihi 39 ribu orang. Dengan pemasaran yang telah mencapai lebih dari 100 negara ini tak ayal kemudian jika pendapatan Acer mencapai 12,9 miliar dolar pada tahun 2012.

Baca juga: Bill Gates ~ Pendiri Microsoft, Perusahaan Perangkat Lunak Terbesar di Dunia

Beberapa tahun terakhir ini, pasaran Acer mengalami perubahan yang cukup menguntungkan dengan menurunnya permintaan di Amerika Utara namun meningkat drastis di Eropa. Hal ini diduga karena keikutsertaan Acer dalam mensponsori Tim Formula 1 Ferrari dan bekas tim F1, Prost Grand Prix.

Meskipun kini Acer telah menjadi perusahaan internasional namun mereka tak mau memindahkan kantor pusatnya dari Taiwan ke Amerika. Meskipun Amerika terkenal dengan pusat industri dan teknologi, namun tim Acer tetap memilih Taiwan karena ia sangat mencintai Taiwan.




Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud