Soichiro Honda ~ Pendiri Perusahaan Otomotif Dunia Honda Motor

Soichiro Honda

Hampir semua orang, tidak akan asing dengan brand motor yang satu ini. Saya sendiri sudah mengenal brand ini sejak kecil. Brand motor dan mobil ini memang telah mendunia dengan pemasarannya yang ada disetiap negara di dunia.

Dibawah bendera Honda Motor Company, kini perusahaan yang berbasis di Jepang ini telah menjadi sebuah perusahaan raksasa dan multinasional yang sukses besar. Namun tahukah Anda siapa orang dibalik pendirian perusahaan Honda Motor Company ini? Dia adalah Soichiro Honda, seorang anak dari keluarga miskin, lemah pada akademis dan lemah juga fisiknya.

Lalu dengan berbagai keterbatasannya, bagaimana perjalanan Soichiro Honda hingga sukses membangun perusahaannya ini? Berikut ulasannya.

Antusias Soichiro Honda Pada Mesin

Honda kecil merupakan anak yang antusias mempelajari mesin, apapun jenis mesinnya. Minatnya pada mesin tak bisa dikesampingkan dari keseharian Honda menemani dan sesekali membantu ayahnya di bengkel sederhana di Hamamatsu. Antusias dan minatnya yang begitu besar pada dunia mesin, membuat Honda kecil kuat berdiri berjam-jam melihat cara kerja mesin. Dan pada hari-hari tertentu tak jarang Honda kecil mengayuh sepedanya sejauh 10 mil hanya untuk melihat pesawat terbang.

Artikel lain: Kisah Sukses Ciputra – Sang Pelopor Real Estate Indonesia

Bekerja dan Berprestasi di Hart Sokhai Company

Saat berusia 12 tahun, pria kelahiran Hamamatsu, Shizuoka, Jepang, pada tanggal 17 November 1906 ini telah berhasil menciptakan karyanya yang pertama yaitu sepeda angin dengan rem kaki. Ia kemudian pindah kota dan bekerja di  Hart Sokhai Company pada usia 15 tahun. Karir awalnya di Hart Sokhai Comany sangat gemilang. Honda begitu cekatan menyelesaikan pekerjaan  sehingga Bos nya yang bernama Saka Kibara terlihat sangat senang melihat pekerjaan Honda.

Dalam bekerja Honda memang sangat teliti dan detail. Hal-hal seperti suara mesin, oli yang bocor selalu bisa dideteksi dan tidak pernah luput dari pengamatannya. Setelah enam tahun bekerja, Honda ditawari oleh bosnya untuk membuka cabang di Hamamatsu daerah asal Soichiro Honda. Tanpa banyak pertimbangan, Honda pun langsung menerima tawarannya.

Saat bekerja di cabang Hamamatsu, Honda tetap berprestasi dengan gemilang. Ia selalu bisa menyelesaikan permasalahan yang tidak bisa diselesaikan oleh orang lain. Karena kecintaannya pada dunia mesin, tak jarang Honda bekerja sampai larut malam. Meski demikian, ia tetap profesional dan selalu fokus serta menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

Membuat Hak Paten dan Mendirikan Perusahaan Sendiri

Pada usia 30 tahun, Honda berhasil membuat hak paten atas ruji besi pada kendaraan. Ya, sebelum ada ruji besi, ruji-ruji kendaraan dibuat dari kayu yang sangat rentan pada goncangan. Dengan adanya ruji besi yang dikreasi oleh Honda maka kendaraan pun semakin baik. Setelah sukses dengan bisnis ruji besinya dan mendapat cukup modal, Honda kemudian memutuskan keluar dari pekerjaanya dan mulai mendirikan perusahannya sendiri. Saat pertama kali menggerakkan perusahaan, Honda memutuskan membuat produk Ring Pinston.

Saat menjalankan perusahaannya ini, Honda tak luput dari rintangan. Ketika mulai memproduksi ring piston tahun 1938, karyanya ditolak Toyota karena dinilai kurang lentur. Honda pun sempat drop dan sakit selama dua bulan karena penolakan itu. Ini disebabkan ring piston tersebut merupakan satu-satunya harapan untuk pemasaran dan pengembangan bisnisnya.




Setelah terpuruk selama dua bulan, Honda pun bangkit lagi. Ia kemudian coba menimba ilmu lagi dengan kuliah untuk mencari solusi dari ring pinstonnya. Materi dari kuliahnya dipraktekkannya pada siang hari. Namun sayang, ia kembali menelan kekecewaan karena ia tak mendapatkan jalan keluar dari teori-teori di perkualiahan tersebut.

Kembali Ke Eksperimen Sendiri

Kecewa dengan perkuliahan, Honda pun memutuskan untuk kembali melakukan eksperimen sendiri. Ia dengan tekun mencoba mencari akar permasalahan dari ring piston buatannya. Setelah melakukan eksperimen berulang-ulang akhirnya Honda pun berhasil memperbaiki rem pinstonnya dan membuat Toyota menerimanya. Ketika Honda akan melakukan produksi besar-besaran, Honda kembali mendapatkan rintangan. Dana yang dibutuhkan dan diharapkan dari bank pemerintah tidak bisa dipenuhi karena pemerintah jepang yang saat itu sedang fokus mendanai perang.

Baca juga: Walt Disney ~ Bapak Animasi dan Pendiri Disneyland

Berada di Titik Nadir

Keterpurukan kembali mendatangi Honda kali ini justru saat ia telah berhasil mengumpulkan dana dari sekelompok orang. Pabrik piston yang terbakar dua kali dan hancur karena terkena perang dan gempa bumi ini membuat ia frustasi dan memutuskan menjual pabriknya ke Toyota. Meski perang kemudian berakhir, Honda masih terpuruk bahkan berada di titik nadir. Honda tidak dapat menjual satupun mobil buatannya. Hingga ia tidak mampu membeli makanan untuk keluarganya.

Dalam kondisi di titik nadir ini, Honda coba menenangkan dirinya dengan berkeliling kota menggunakan sepeda anginnya. Tetapi supaya tidak capek mengayuhnya, Honda kemudian memasang motor kecil di sepedanya sehingga dapat berjalan tanpa harus dikayuh dan sepedanya juga mampu menempuh jarak yang lebih jauh dengan waktu tempuh lebih singkat dari pada menggunakan sepeda angin biasa.

Dari sinilah kemudian banyak orang melirik sepeda dengan motor karya Honda. Tanpa disangka, pesanan untuk sepeda motornya pun datang begitu banyak sampai-sampai ia kewalahan melayaninya. Tidak hanya didalam negeri, pesanan juga datang dari luar negeri termasuk Indonesia. Honda pun kembali bangkit dengan lebih gemilang tanpa ada lagi kejatuhan yang mendalam.




Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud