Sleekr, Startup Manajemen HR yang Targetkan UKM dan Bisnis Kecil Rintisan

Sleekr-Startup-Manajemen-HR

Bagi sebuah bisnis dan perusahaan yang sudah besar mungkin manajemen pengelolaan para pekerjanya sudah baik karena telah ada divisi HR tersendiri yang mengurusinya. Namun apa yang terjadi pada usaha dan perusahaan  kecil atau baru dirintis yang kebanyakan tak punya dana untuk membuka divisi HR? Tentu saja pengelolaannya pekerjanya akan dilakukan secara apa adanya.

Namun kini ada kabar gembira bagi bisnis UKM dan usaha kecil dan #startups lainnya terkait permasalahan pengelolaan pekerja ini. Sleekr.co hadir dengan platform dan layanan manajemen HR untuk bisnis UKM dan bisnis kecil rintisan (dengan jumlah pekerja rata-rata 15 orang) secara gratis. Lalu seperti apakah startup yang juga termasuk masih dalam rintisan ini? Dikutip dari TechInAsia, berikut ulasan tentang Sleekr.co.

Tiga Co-Founder Kompeten Dibalik Sleekr

Ada tiga co-founder dibalik startup Sleekr yaitu Suwandi, Dirman Suharno, dan Hanif Ali. Ketiga orang ini adalah orang berpengalaman yang bertahun-tahun telah berkecimpung di dunia digital. Dengan pengalamannya yang banyak itu, akhirnya mereka bertiga memutuskan membuat platform tersendiri yang bergerak pada dunia HR yang diperuntukkan bagi #bisnis UKM dan usaha kecil perintisan.

Permasalahan untuk mengurus pengelolaan pekerja yang sering dihadapi para pengelola bisnis kecil ini menjadi alasan mereka untuk merintis Sleekr. Dengan banyaknya industri UKM dan usaha kecil rintisan yang ada di Indonesia, mereka mengaku optimis untuk mengembangkan dan menumbuhkan Sleekr. Dalam  menjalankan startupnya ini ternyata mereka tidak sendirian, ketiga founder ini masih dibantu oleh dua orang yang bertugas sebagai penguji produk dan juga pengembang website.

Artikel lain: Kisah Sukses Anantya Van Bronckhorst Dirikan Digital Agency

Anak Usaha Dari Bisnis Agensi Digital

Jika ditilik dari sejarahnya, Sleekr sebenarnya merupakan anak usaha dari bisnis agensi digital Harnods. Ya ketiga founder Sleeker  tadi yaitu Suwandi, Dirman Suharno, dan Hanif Ali adalah salah satu pengembang Harnods yang sudah ada sejak tahun 2004. Dari Harnord inilah mereka mendapatkan airan dana secara bootstrapping sebesar Rp 400 juta untuk membangun Sleekr.

Dari Harnords jualah mereka bertiga memiliki bekal, ilmu dan pengalaman tentang  hal-hal yang dibutuhkan platform startup dan UKM. Sementara untuk investor, pihak Sleekr mengaku sudah berbicara dengan seorang investor dalam negeri namun belum ke tahap yang lebih lanjut.

Jaring 200 Pengguna Terdaftar Dalam Sebulan

Sleekr yang merupakan platform layanan HR ini sebenarnya sudah ada dan digunakan sejak beberapa tahun lalu untuk internal Harnods. Namun, pada akhir tahun 2014, akhirnya tim sepakat untuk mulai serius untuk mengenalkan Sleekr ke pasaran.

Waktu pengerjaan Sleekr untuk publik ini sendiri hanya menghabiskan waktu sebulan hingga akhirnya resmi diluncurkan pada awal Februari 2015 lalu. Satu bulan pasca peluncuran tersebut, Suwandi mengklaim telah menjaring lebih dari 200 pengguna terdaftar di Sleekr.

Alasan Memilih Target Pasar Bisnis Kecil Dan Menengah

Mungkin banyak yang bertanya kenapa Sleekr menarget pasar UKM yang memiliki citra tak punya potensi mendatangkan keuntungan besar? Menurut Suwandi, bisnis UKM yang tak terlalu banyak dilirik ini justru menjadi peluang emas baginya guna menjadikannya sebagai pasar yang menjanjikan.

Dengan proyeksi yang mencapai angka 12 juta bisnis UKM, Sleekr akan meraih keuntungan yang besar jika mereka hanya mengambil satu persen saja dari total proyeksi tersebut. Didukung dengan perkembangan teknologi yang terus bertumbuh, Sleekr mengaku semakin optimis untuk mengembangkan Sleekr dan bersaing dengan platform sejenis.




Baca juga: KerjaDulu.com, Starup Jejaring Sosial Karir Pertama Di Indonesia

Target Dan Rencana Di Masa Mendatang

Ditahun 2015 ini, Sleekr masih akan fokus untuk memperkenalkan produk ke pasar terlebih dahulu. Setelah dirasa sudah cukup kuat dan telah populer di masyarakat, platform yang kini masih belum melakukan monetisasi ini  berencana akan mengembangkan Sleekr for bussiness dengan klien yang jumlah karyawannya lebih dari 20 orang.

Nantinya antara Sleekr dan Sleekr for bussines ini akan ada perbedaaan pada fitur dan layanan yang ditawarkan. Karena memiliki fitur yang lebih, maka Sleekr for bussiness ini akan diberlakukan skema biaya langganan per bulan. Namun sampai saat ini, Suwandi dan timnya masih belum tahu detail skema berlangganan tersebut, entah diambil berdasarkan fitur atau jumlah karyawan ditiap perusahaan. Sleekr for Business ini rencananya akan diluncurkan pada semester kedua tahun 2015.



1 comment on this postSubmit yours
  1. Wah ini solusi yang bagus, tapi bagaimana dengan bisnis online apa butuh juga yang namanya HR..?

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud