Siti Rahmani Rauf ~ Kreator Buku Legendaris “Ini Budi”, Dedikasi Tanpa Batas Demi Pendidikan Anak Indonesia

Siti Rahmani Rauf

Image dari Jurnalnusa.com

Bagi Anda yang menghabiskan masa kecil daerah tahun 80 hingga 90-an, mungkin mengenal buku “Ini Budi” yang begitu melegenda. Buku yang mengajarkan tentang bagaimana membaca lewat panduan gambar ini, merupakan program pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa kala itu. Namun jika ditanya, siapa pengarang dari buku tersebut, tentu mayoritas dari kita masih bertanya-tanya.

Ialah sosok yang sangat inspiratif, Siti Rahmani Rauf. Sosok tauladan yang kini menginjak usia 97 tahun ini, mempunyai dedikasi yang luar biasa besar untuk memajukan pendidikan Indonesia. Menghabiskan, masa belia hingga hari tua sebagai seorang pengajar, nyatanya Siti Rahmani Rauf masih menyanggupi tanggung jawab untuk mengembangkan buku “Ini Budi” begitu melegenda. Inilah perjalanan serta bukti dedikasi seseorang Siti Rahmani Rauf untuk pendidikan Indonesia.

Masa Tua Siti Rahmani Rauf

Dikutip dari salah satu media online mengisahkan bahwa saat ini Siti Rahmani Rauf yang telah menginjak usia 97 tahun menghabiskan waktu bersama salah satu anaknya di rumah pribadi di kawasan Petamburan Jakarta Pusat. Di rumah yang cukup sederhana nan asri tersebut, Siti tinggal bersama Karmeni Rauf sang anak. Dalam Liputan tersebut, sang anak tersebutlah yang mengisahkan bagaimana perjalanan hidup ibunda tercintanya.

Menceritakan sejak awal kala itu Siti Rahmani sudah mulai menapaki profesi sebagai seorang guru sejak usia 18 tahun. Iya yang pernah mengenyam pendidikan dari sekolah Belanda tersebut memang sejak awal mempunyai perhatian tinggi terhadap perkembangan pendidikan utamanya di sekitar kawasan tempat tinggalnya.

Artikel lain: Dr. Warsito P. Taruno ~ Penemu Alat Terapi Kanker yang Telah Diapresiasi Ahli Medis Dunia

Siti yang lahir di Sumatra Barat pada tanggal 5 Juni 1919, pertama kali menjadi seorang pendidik di salah satu desa di pulau Sumatera selama kurun waktu 15 tahun mulai tahun 1938 hingga 1953. Di sana pengalaman mengajar Siti tentunya sangat berbeda dengan pendidikan di pulau Jawa. Berbagai keterbatasan dan juga tantangan Kerep meliputi perjalanan karir siti rahmani.

Baru pada tahun 1954, Siti Rahmani pindah dari Sumatera ke Jakarta. Kepindahan tersebut tidak lepas dari peran sang suami yang memang mendapat tugas di Jakarta. Akhirnya ia bersama suami dan juga anak-anaknya resmi meninggalkan sumatera. Namun tentunya perjalanan karir siti sebagai seorang pendidik tidak terhenti. Di Jakarta ia tetap aktif menjadi pengajar hingga yang terakhir menjadi kepala sekolah SD Tanah Abang 5 pada tahun 1976.

Mendapat Proyek Pembuatan Buku Ini Budi

Masih dikisahkan oleh sang anak, setelah resmi pensiun pada tahun 1976. Ternyata besarnya dedikasi yang diberikan oleh siti Rahmani dilirik sebagai potensi oleh pemerintah kala itu. Utamanya oleh Dinas Pendidikan, akhirnya Eni, sapaan akrab Siti Rahmani, mendapat tawaran untuk membuat membuat buku Ini Budi di tahun 1986.

Kala itu dirinya mendapatkan proyek tersebut berdasarkan keperluan untuk membuat buku paket serta alat peraga utamanya untuk pelajaran bahasa Indonesia. Dan buku Ini Budi menjadi salah satu buku pegangan wajib yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk seluruh sekolah dasar yang ada di Indonesia. Lewat buku yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan tersebut, nyatanya perjalanan karir Eni masih terus berlanjut.

Akhirnya dibantu oleh sang anak, Eni mulai mengkreasikan materi pembelajaran yang berbasis gambar untuk memperkenalkan pendidikan Bahasa Indonesia. Sang anak menuturkan, meskipun kondisi fisik sudah tidak lagi prima, namun kecintaan terhadap dunia pendidikan lah yang akhirnya menguatkan Eni untuk terus berkarya lewat buku Ini Budi.




Dengan menggunakan metode SAS, struktur analisa sintesa, perlahan buku Ini Budi bisa dirampungkan oleh pasangan ibu anak tersebut. Mengenai waktu pengerjaan, disampaikan bahwa buku ini rampung selama kurang dari 1 tahun. Baru setelah selesai buku beserta alat peraga mulai dicetak dan disebarkan ke seluruh sekolah yang ada di pulau Jawa dan Sumatera.

Baca juga: Khoirul Anwar ~ Ilmuan Asal Indonesia Pemegang Hak Paten Atas Teknologi Sinyal 4G

“Ya namanya anak-anak kan pasti suka gambar. Dalam “Ini Budi”, mami juga membuat anak menjadi aktif dalam pembelajaran. Kan dalam penerapannya juga ada permainan-permainan. Saat saya keliling buat sosialisasi, anak-anak terlihat sangat senang,” kata Eni.

Meskipun saat ini sudah begitu renta, namun kisah dan dedikasi seorang Siti Rahmani Rauf patut untuk kita jadikan inspirasi. Terutama bagi generasi muda, keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi negara adalah hal yang wajib ditanamkan sejak dini. Tentunya kita bisa menjalankan hal tersebut lewat beragam cara salah satunya dengan berprestasi. (update: Siti Rahmani Rauf telah wafat pada tanggal 10 Mei 2016 lalu)




3 total comments on this postSubmit yours
  1. Maaf bro..thn 1976 sy sdh baca buku tsb..di artikel ini pembuatan 1986..ko bisa? Apa beda versi?

  2. jadi inget waktu masih SD hehehehe

  3. Ini Budi
    Ini Iwan
    Ini Wati

    Budi punya 2 adik yaitu Iwan dan Wati…

    Hehe… saya pernah ngalamin pelajaran ini…

    Salam,

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud