Sinekdok ~ Mengenal Media Sosial-nya Para Seniman dan Sastrawan

Sinekdok ~ Mengenal Media Sosial-nya Para Seniman dan Sastrawan

media sosial Sinekdok
Image dari Sinekdok.com

Saat ini, kita  hidup di jaman dimana perkembangan teknologi digital sangat pesat. Munculnya teknologi internet seakan menjadi pintu gerbang bagi perkembangan teknologi lainnya. Kehadiran internet yang salah satunya memunculkan media sosial sebagai ruang baru bagi masyarakat untuk berinteraksi, membuat gaya hidup manusia juga mengalami pergeseran.

Media sosial ternyata tak hanya untuk bercuap-cuap sekedar mengobrol ringan saja, namun #media sosial berkembang menjadi salah satu media yang sangat populer baik untuk kepentingan bisnis, berbagi, dan juga untuk menuangkan ide-ide kreatif penggunanya.

Terkait perkembangan dunia digital ini, baru-baru ini muncul media sosial baru dengan tajuk Sinekdok. Sinekdok sendiri adalah sebuah platform media sosial yang akan mengakomodir seniman dan sastrawan untuk menuangkan karya sastra mereka melalui #internet. Menurut pendirinya, media sosial Sinekdok akan mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kratifitas mereka dan juga berusaha untuk membangkitkan budaya literasi dan seni musik di Indonesia.

Visi dan Misi Media Sosial Sinekdok

Media sosial Sinekdok yang bakal mewadahi berbagai karya sastra para netizen ini tidak muncul begitu saja tanpa alasan. Menurut Shofa Mh, pendiri Sinekdok, media sosial ini muncul karena melihat fakta di lapangan bahwa sebenarnya banyak sekali pemuda Indonesia yang memiliki potensi dan bakat dalam menulis. Bahkan lebih dari itu, banyak sekali para penulis muda yang berserakan di berbagai daerah namun sulit sekali menembus pasar penerbitan karena berbagai hambatan.

Nah, melihat masalah mendasar ini, muncullah gagasan untuk membuat media sosial teruntuk para sastrawan dan seniman muda ini. Selain itu, Sinekdok juga berusaha membantu penulis dan penerbit dalam melihat selera pasar melalui feedback antar sesama user melalui karya yang diposting. Bukan hanya di bidang penulisan, Sinekdok juga mewadahi karya musikal.

Artikel lain: Akankah Ke Depan Media Sosial Jadi Platform Utama Ecommerce?

Ke depan, media sosial Sinekdok memiliki visi bisa menjadi sebuah referensi bagi masyarakat luas mengenai berbagai pengetahuan sastra dan musik. Selain itu, Sinekdok juga ingin bisa melahirkan seniman dan sastrawan yang bisa berbicara dan bersaing di pasar internasional. Sehingga secara tidak langsung Sinekdok akan menjadi sebuah pendorong dalam perkembangan literasi di Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Karena seperti kita ketahui bahwa pengguna media sosial sangat didominasi oleh para kaum muda.

Fitur yang Terdapat Pada Sinekdok

Karena media sosial ini lebih menitikberatkan pada hasil karya sastra, maka fitur yang disediakan pun juga tak jauh dari produk karya sastra yang ada di Indonesia. Ada banyak kategori yang disediakan pada fitur Sinekdok, seperti misalnya novel, cerpen, puisi dan lainnya.

Pengguna bisa memilih sendiri kesukaannya kemudian bisa berbagi apapun ide kreatif yang mereka miliki kepada orang lain. Bukan itu saja, Sinekdok juga memberikan kesempatan kepada para penggunanya untuk menerbitkan berbagai karya sastra mereka. Dalam hal ini, Sinekdok telah bekerjasama dengan salah satu penerbit ternama di tanah air yaitu Elex Media Komputindo.

Perlu diketahui bahwa setiap penulis di akun media sosial Sinekdok memiliki hak cipta atas karyanya, jadi Anda tidak perlu khawatir. Bagi penulis yang telah diterbitkan karyanya, maka royalti tentu saja sepenuhnya menjadi hak dari penulis dan juga penerbit yang sudah bekerja sama dengan Sinekdok.

Baca juga: Menyongsong Tahun Baru, Inilah Beberapa Resolusi Positif Dalam Media Sosial yang Patut Anda Terapkan

Menawarkan Fungsi Jual Beli Online

Selain itu, Sinekdok juga memberikan apresiasi kepada hasil karya penggunanya melalui sebuah karya dalam bentuk produk yang memiliki nilai jual. Dari produk yang bernilai jual tersebut, nantinya sebagian royalti juga akan menjadi hak pengguna. Untuk produk yang diperjualbelikan ini biasanya dalam bentuk kaos, jaket, wood painting dan lainnya.

Selain berbagai layanan yang diberikan oleh media sosial Sinekdok kepada penggunanya di atas, ada satu lagi fitur yang cukup membantu bagi para penulis yang karyanya sudah melakukan publikasi pada karyanya. Fitur tersebut adalah “sinestore” semacam toko online yang digunakan oleh Sinekdok untuk membantu menjualkan produk para pengguna ini secara online.

Sinekdok sendiri selama tahun 2016 ke depan ini akan menargetkan mampu meraih sebanyak 100.000 penulis. Diharapkan melalui Sinekdok bisa muncul beragam karya sastra baru sehingga bisa menjadi pendorong kemajuan dunia literasi Indonesia.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan