Siap-siap! Tahun 2016 “Coding” Akan Jadi Pelajaran di Sekolah

Image dari ibtimes.co.uk

Image dari ibtimes.co.uk

Sepertinya pemerintah Indonesia benar-benar ingin membuat Indonesia bisa bersaing dengan negara lain dalam hal pengembangan teknologi. Dalam hal teknologi, saat ini Indonesia memang dikenal sebagai negara konsumen daripada negara produsen. Keadaan yang tidak menguntungkan ini tentu saja memang harus membuat negara ini segera bergerak dan berubah mencari formula sebagai solusinya.

Maka dari itulah untuk bisa memajukan inovasi dan #teknologi yang ada di Indonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara sempat mengutarakan niatnya untuk memasukkan coding sebagai unsur dasar teknologi digital ke dalam pelajaran sekolah.

Pembelajaran coding memang masih sangat jarang di Indonesia, hal ini membuat minat anak-anak muda di Indonesia untuk belajar coding jadi menurun. Lebih lanjut, untuk mewujudkan keinginan tersebut Rudiantara kemudian menyatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan Menteri Pendidikan, Anies Baswedan untuk membahas masalah tersebut.

Artikel lain: 5 Hal yang Perlu Dilakukan Pemerintah Guna Mendukung Perkembangan Bisnis Online di Indonesia

Hasilnya menurut Rudiantara, Anies Baswedan telah setuju untuk memasukkan dan menerapkan pelajaran coding pada kurikulum  di jenjang SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) pada tahun 2016 mendatang. Pemilihan SMK sendiri oleh Anies dinilai akan lebih tepat dan sesuai dengan minat dan bakat peserta didik sebelum nantinya ada evaluasi untuk kemudian dikembangkan di jenjang pendidikan lain.




Latar belakang Penerapan Pelajaran Coding di Sekolah

Mengapa pemerintah yang diwakili Menkominfo, Rudiantara ini sangat menginginkan pelajaran coding ini masuk sebagai kurikulum di sekolah? Menurut pernyataan pria yang akrab dipanggil Chief RA ini potensi generasi muda Indonesia memang sangat besar dalam teknologi digital.

Buktinya sudah banyak karya berupa aplikasi populer yang merupakan buatan anak negeri yang telah diciptakan. Lebih lanjut pria kelahiran Bogor, 3 Mei 1959 ini mengungkapkan bahwa karya-karya yang dihasilkan oleh anak-anak muda Indonesia tadi juga banyak yang mendapatkan apresiasi dan prestasi.

Namun sayangnya bakat dan talenta generasi muda Indonesia ini tidak didukung oleh sistem lembaga pendidikan yang saat ini ada. Buktinya pelajaran coding saja belum terdapat di sekolah-sekolah. Padahal di negara lain pelajaran coding sudah lama diterapkan dan menjadi bagian dari pelajaran di sekolah.

Mereka para putra bangsa yang berprestasi pada bidang coding ini selama ini memang mendapatkan ilmunya secara otodidak (dengan usaha sendiri). Maka dari itu menurut Rudiantara jika dipelajari secara otodidak saja bisa berprestasi, apalagi jika dipelajari di sekolah? Tentu akan lebih berprestasi.

Harapan Menkominfo Rudiantara

Dalam acara malam penganugerahan pemenang lomba aplikasi Inaicta 2015 yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo di Jakarta, Rabu malam (9/9/2015) kemarin, Rudiantara memang berharap pelajaran coding bisa diberikan sejak awal agar generasi muda Indonesia mampu bergerak lebih cepat dan bersaing dengan anak-anak dari negara-negara lainnya.




Dengan adanya coding masuk sekolah ini, Rudiantara juga berharap bahwa  mereka  yang mengikutinya nanti tidak hanya bisa membuat program (#software), tapi juga mampu membuat chip. Dalam harapan tersebut Rudiantara juga berpesan setelah developer menciptakan karya, mereka tidak harus melulu fokus pada bisnis, namun lebih dari itu mereka harusnya lebih konstentasi pada terciptanya karya yang baru dan bermanfaat serta bisa menjadikan negera lebih maju.

Pelajaran “Coding” Sudah Masuk Kurikulum SD di Australia

Jika di Indonesia baru nanti tahun 2016 pelajaran coding ini akan masuk ke sekolah (dalam hal ini SMK), maka tetangga kita negara Australia sudah merealisasikan pelajaran “coding” mereka sejak lam bahkan sejak jenjang sekolah dasar (SD).

Di Australia sendiri pendidikan sekolah dasar (SD) telah memiliki empat fokus dasar pendidikan, yakni science, technology, engineering, dan maths (STEM). Menurut Menteri Pendidikan Australia Christopher Pyne, saat anak berumur lima tahun mereka sudah mendapatkan pelajaran pembuatan program #komputer. Sedangkan saat anak berusia tujuh tahun, maka mereka akan diberikan pelajaran pemrograman yang lebih rumit.

Baca juga: Indonesia Sambut E-Government, Seperti Apa Pemerintahan Tersebut?

Lebih lanjut Pyne menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dan keterampilan dibidang IT ini memang sangat dibutuhkan untuk generasi mendatang. Pasalnya perkembangan di industri teknologi dan digital yang semakin bertumbuh ini memang akan akan membuat dan menciptakan lapangan pekerjaan yang berkaitan dengannya. Maka dari itu di Australia anak sekolah dasar sudah dibekali peljaran coding sejak dini agar di masa depan mereka akan menjadi pekerja yang dibutuhkan.

So, kita tunggu saja bagaimana implementasi rencana pemerintah ini. Dan semoga saja akan semakin banyak saja ahli pemrogragaman dan teknologi yang lahir dari putra bangsa di masa depan.



2 total comments on this postSubmit yours
  1. Kenapa tidak kemarin.. Disaat saya masih sekolah… :'(
    Jadi pengen sekolah lagi nih…:D

  2. Saya padahal kurang ngerti tentang coding mas, tapi saya masih ingin terus belajar lagi agar bisa mengetahui apa itu coding, dan hal hal yang berkaitan tengan coding, ya sedikit dikit ngerti lah coding dari belajar selama ini, karena banyak yang mengajarkan coding melalui web ataupun blog

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud