Siaga Banjir, Aplikasi Pantau Banjir di Jakarta

Siaga-Banjir-Aplikasi-Pantau-Banjir-di-Jakarta

Banjir adalah fenomena yang seringkali melanda kawasan Indonesia sejak dulu kala. Indonesia yang berada diiklim tropis dengan pengaruh dua angin muson, membuat Indonesia memiliki dua musim besar setiap enam bulannya yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Musim penghujan yang dipengaruhi angin muson barat ini biasanya terjadi antara bulan Oktober hingga Maret.

Dengan adanya musim penghujan ini maka Indonesia memiliki banyak potensi dan fenomena yang mengikutinya. Salah satu fenomena yang kini sering dijumpai dibanyak wilayah adalah banjir. Selain intensitas hujan yang tinggi, penyebab banjir di Indonesia adalah karena rusaknya lingkungan dari saluran air yang mampet hingga kurangnya daya resap air.

Jakarta yang merupakan salah satu kota yang sering dilanda banjir saat musim penghujan ini tentu sudah kenyang pengalaman dengan banyak cerita dan riwayat banjir. Karena dampak banjir yang seringkali membawa hal kurang menyenangkan seperti kemacetan dan ancaman penyakit ini maka berbagai usaha pun dilakukan agar banjir cepat ditangani dan bisa diatasi.

Salah satu usaha untuk mengantisipasi dampak banjir itu adalah hadirnya #aplikasi Siaga Banjir. Apa itu Siaga Banjir dan bagaimana efektivitasnya? Berikut Ulasannya.



Artikel lain: Download Aplikasi Android Babe (Baca Berita)

Siapa Di Balik Siaga Banjir?

Sebelum kita mengupas banyak tentang aplikasi Siaga Banjir ini, kita harus tahu dulu orang-orang dibalik Siaga Banjir ini. Orang-orang dibalik Siaga Banjir ini adalah Fauzan Helmi Sudaryanto sebagai Product Captain, Enreina Annisa Rizkiasri sebagai Code Constructor, dan Riska Incoss Fadilla sebagai UI/UX Wizard. Mereka semua yang tergabung dalam Tim Kawung Labs ini adalah mahasiswa Fasilkom UI angkatan 2011.

Manfaat dan Kelebihan Siaga Banjir

Orang yang menggunakan aplikasi Siaga Banjir ini akan terbantu dengan banyak informasi terkait banjir di Jakarta. Siaga Banjir akan memberikan informasi tentang kondisi terkini dari 14 pintu air di Jakarta. Pengguna bisa memantau kondisi terkini 14 pintu air di Jakarta tadi dengan mudah lewat siagabanjir.org atau lewat smartphone dari unduhan dari Google Play.

Data-data yang diperoleh Siaga Banjir ini didapat karena tim Kawung Labs ini bekerjasama dengan Pusat kendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta. Dengan fitur aplikasi Siaga Banjir ini diharapkan bisa memberikan manfaat peringatan dini bagi penggunanya. Bagian interface yang user-friendly ini adalah keunggulan dan kelebihan dari Siaga Banjir.

Dengan hal ini penggunanya akan lebih mudah memanfaatkan aplikasi serta memahami data atau informasi yang tersedia. Dan saat ini, informasi yang diberikan Siaga Banjir ini sudah bisa dibagi atau di share ke sosial media.

Pantau Pintu Air dan Kondisi Banjir

Status ketinggian pintu air sendiri bisa dibedakan menjadi normal, rawan, waspada, dan kritis. Dalam aplikasi Siaga Banjir, kondisi ketinggian air di pintu tersebut disimbolkan dengan warna tertentu, misalkan warna hijau yang berarti keadaan normal, warna kuning yang berarti keadaan waspada, warna oranye yang bermakna rawan, dan warna merah menyatakan keadaan telah menjadi kritis.

Untuk kondisi banjir sendiri juga bisa dilihat situasinya dengan simbol warna seperti genangan air dengan warna hijau, banjir semata kaki dengan warna kuning, banjir setinggi betis dengan warna jingga dan bajir parah dengan warna merah.

Untuk kondisi pintu air dalam keadaan normal, perubahan ketinggian airnya bisa diperbarui (diupdate) oleh Siaga Banjir setiap 1 sampai 2 jam sekali. Namun, bila statusnya sudah mencapai level waspada maka data akan diusahakan diupdate dalam hitungan menit.

Download aplikasi Android Siaga Banjir DI SINI

Penghargaan Yang Diterima

Aplikasi Siaga Banjir ini telah meraih Grand Prize Winner dalam ajang “Code For Resilience”yang diselenggarakan oleh Global Facility for Disaster Reduction and Recovery (GFDRR) of World Bank Group. Ajang ini diselenggarakan di London, Inggris pada 30 Juni 2014.

Code For Resilience sendiri adalah kontes pencarian teknologi
inovatif sebagai upaya mengantisipasi bencana alam yang terjadi di dunia yang pesertanya berasal dari seluruh negara di dunia, terutama negara yang acapkali dilanda bencana alam.

Baca juga: Indonesia Sambut E-Government, Seperti Apa Pemerintahan Tersebut?

Selain penghargaan dari GFDRR, Siaga Banjir ini juga berhasil mendapatkan penghargaan di dua kontes lainnya, yaitu juara ke-3 Hackathon #RetasBangsa serta juara ke-2 Jakarta Smart Disaster Software Competition.





Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud