Shae Hong ~ 2 Kali Gagal Hingga Rugi Jutaan Dollar Tak Mampu...

Shae Hong ~ 2 Kali Gagal Hingga Rugi Jutaan Dollar Tak Mampu Hentikan Semangat Bisnisnya

Shae Hong
Image dari Hdnux.com

Bagi rekan-rekan yang berprofesi sebagai pengusaha, tentu sadar betul bahwa bidang yang satu ini mempunyai tingkat resiko tinggi. Karena kita harus siap kapan saja tantangan bisnis akan datang menerjang tanpa ampun terutama bagi mereka yang tidak mempunyai kesiapan mental maupun strategi.

Rekan-rekan juga tentunya sudah sering kali mendengar banyak kisah sukses para pebisnis yang inspiratif. Seperti salah satunya yakni seorang pengusaha keturunan negeri ginseng Korea bernama Shae Hong. Lahir di keluarga pebisnis sukses, nyatanya tak lantas membuat Hong mampu mencapai kesuksesan bisnis dengan mudah.

Dalam perjalanannya, ia sempat mengalami 2 kali kegagalan besar yang mengakibatkan kerugian hingga jutaan dolar. Merasa terpukul dan hampir menyerah, nyatanya Hong memilih untuk terus melangkah. Hingga takdir pun berbalik, dan perlahan kesuksesan mampu dicapai oleh Shae Hong yang kini menjadi CEO perusahaan Seiso, salah satu supplier perangkat rumah tangga terbesar di Amerika.

Kisah Jatuh Bangun Bisnis Shae Hong

Menilik pada awal mula mengembangkan usaha, kala itu Shae Hong pertama kali mengembangkan usaha di bidang teknologi yakni pada perangkat tablet. Mengusung nama merek dagang ePods, mulanya ia memang sangat optimis bisnis tersebut bakal menuai kesuksesan. Namun ternyata perkiraan tersebut meleset seiring dengan berkembangnya perangkat smartphone yang menggeser peran penggunaan tablet.

Dampak terbesarnya yakni, pada tahun 2000, perusahaan produsen tablet miliknya harus gulung tikar dengan meninggalkan kerugian hampir satu juta dolar. Pada waktu itu dirinya berfikir bahwa apa yang dialami tersebut merupakan pelajaran yang sangat besar dan ia berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Artikel lain: Nicholas Woodman ~ Kisah Sukses Founder Brand Kamera Fenomenal GoPro

Tak berselang lama, Hong mencoba peruntungan dengan membuka bisnis baru yakni pembuatan peralatan memasak dan dapur. Untuk membangun bisnis ini, dana yang dibutuhkan juga tidaklah sedikit. Ia bahkan harus meminjam kepada sang orang tua untuk bisa memulai bisnis keduanya tersebut.

Namun apa mau dikata, hanya berselang 2 tahun pada tahun 2002, perusahaan yang mempunyai lisensi produk Amana ini juga mengalami nasib yang sama dengan beralihnya aset perusahaan pada pihak swasta, Maytag. Secara total, tak kurang dari US$3,5 juta ludes karena kegagalan Hong dalam mengelola dua bisnis terdahulu.

Bangkit Dari Keterpurukan

Setelah 2 kegagalan yang sangat menyakitkan bagi Hong, akhirnya ia berfikir lebih keras tentang sebenarnya masalah apa yang menyebabkan dirinya tak kunjung sukses. Dari masa frustrasi tersebut, datanglah sang ayah yang merupakan seorang pengusaha sukses di Amerika. Terinspirasi dari kisah ayahnya yang datang dari Korea ke Amerika hanya berbekal koper dan semangat untuk sukses berbisnis, akhirnya Hong tersentak dan menyadari bahwa ini bukanlah akhir perjuangannya.

Berkat bantuan dari sang ayah pulalah, ia diperkenalkan dengan seorang mitra bisnis baru bernama Danny Lavi. Dari pertemuan tersebut Hong seakan mendapat angin segar dan memperoleh kembali semangat bekerja. Perlahan namun pasti ia kembali menyusun strategi bisnis dengan memanfaatkan pengalaman yang sudah ada.

Karena pada perusahaan yang kedua ia menangani beragam perangkat rumah tangga dan keperluan dapur, akhirnya link untuk menghubungi banyak perusahaan lain yang masih berhubungan dengan usaha ini sangatlah mudah. Ia mulai mengontak banyak pihak seperti perusahaan marketing hingga jaringan retail besar. Produknya masih tetap sama yakni peralatan meja dapur dan peralatan memasak.

Baca juga: Farrah Gray ~ Milioner Muda yang Penuh Dengan Kisah Inspiratif

Mendulang Kesuksesan Besar

Setelah didirikan pada tahun 2003, perusahaan yang diberi nama Sensio ini mampu mencuri perhatian hingga dipercaya untuk memasok banyak produk kebutuhan rumah tangga di beberapa jaringan ritel besar seperti JC Penney, Macy’s, dan Walmart. Selain itu, yang yang juga turut menyumbang besarnya kesuksesan Sensio adalah adanya kerjasama dengan seorang chef terkenal asal Amerika, Gordon Ramsay yang membuat seri produk khusus dengan merk Sensio.

Pencapaian ini perlahan mengangkat nama Sensio yang mempunyai pusat pengembangan di kota New York, Amerika. Beberapa tahun berselang, di usia yang ke 37 dan telah menghadapi beragam kegagalan bisnis, akhirnya Shae Hong mampu menemukan jalan sukses sebagai CEO Sensio. Perusahaan ini pun ditaksir telah mempunyai aset sebesar US$150 juta.

“Sekarang saya berusia 37 tahun dan telah gagal berkali kali. Pelajaran yang telah saya pelajari bertahun tahun telah berhasil membantu saya hari ini,” ungkap Shae Hong.

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan