Sepanjang Tahun 2015, Inilah Statistik Periklanan Televisi Nasional

Periklanan Televisi Nasional

Image dari Rsvprojektai.lt

Iklan atau sering juga disebut pariwara adalah hal yang sudah biasa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi dengan dominannya penggunaan perangkat televisi sekarang ini, maka keberadaan iklan pun makin tumbuh subur dan menjamur. Di Indonesia sendiri iklan atau pariwara televisi sudah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Bayangkan saja dari tahun 2008 dimana total belanja iklan tercatat mencapai Rp 41 triliun, maka di tahun 2014 kemarin angkanya telah meningkat 3 kali lipat menjadi Rp 150 triliun.

Walau di sepanjang periode tahun 2015 angka belanja iklan TV ini mengalami penurunan dari Rp 99 triliun ke angka Rp 71,4 triliun, namun dengan rata-rata belanja per bulan sebesar Rp 5.959 triliun dapat dipastikan pertumbuhan iklan televisi ini masih berada dalam tahap yang tinggi. Lalu seperti apakah gambaran detail pertumbuhan iklan televisi di Indonesia saat ini? Berikut ulasannya.

Sumbangan 10 Merk Pengiklan Terbesar Televisi Saat Ini

Pembahasan terkait detail pertumbuhan iklan televisi di Indonesia saat ini bisa kita mulai dari penyumbang 10 merk pengiklan terbesar televisi di Indonesia saat ini? Mengapa harus membahas merk? Sebab tanpa adanya merk yang mau beriklan maka pertumbuhan pariwara ini tentu saja mustahil terjadi.

Catatan atau data mengenai sumbangan 10 merk pengiklan terbesar televisi Indonesia saat ini sendiri didapat dari Adstensity. Adstensity sendiri adalah sebuah aplikasi media yang bekerja untuk terus monitoring khusus iklan-iklan TV. Dari sinilah maka Adstensity menemukan 10 merek paling banyak melakukan iklan di televisi di tahun ini.

Data yang didapatkan Adstensity ini sendiri diperoleh dari pemantauan aktivitas penyiaran TVC/Ads spot yang tayang di 13 TV nasional selama 24 jam sehari. Dari data mentah ini kemudian diolah dengan penghitungan kualitatif yang dilakukan secara otomatis. Penghitungan belanja iklan yang merupakan hasil olahan ini sendiri cukup meyakinkan sebab data ini didasarkan atas harga published rate yang dikeluarkan masing-­masing Stasiun TV.

Urutan 10 Pengiklan Terbesar di Televisi Indoensia Saat Ini

CEO Adstensity Sapto Anggoro, menyatakan meski sepanjang 2015, iklim bisnis relatif melambat, namun iklan TV yang dilakukan pemilik brand dari perusahaan terlihat masih sangat besar. Sebut saja Djarum yang telah menggelontorkan uangnya di sepanjang tahun 2015 ini dengan mencapai total belanja Rp1,005 triliun. Di tempat kedua ada setelah Djarum, ada perusahaan Sampoerna yang mengeluarkan uang untuk iklan di televisi mencapai Rp 902,974 miliar/tahun. Di posisi ketiga sendiri belanja iklan di TV ditempati oleh Pepsodent dengan total belanja iklan Rp 804,503 miliar.

Lalu berturut-turut di posisi empat, lima dan enam ada brand Dettol, Lifebuoy dan Frisian Flag yang masing-masing mencatatkan angka Rp 761,855 miliar, Rp 730,545 miliar dan Rp 664,059 miliar. Sementara di tempat ke tujuh dan delapan ada brand Indomie dan Mie Sedap yang mencatatkan angka belanja iklan TV selama setahun mencapai 590-an miliar rupiah. Brand aplikasi Tokopedia dan Traveloka sendiri menempati peringkat sembilan dan sepuluh dengan angka belanja iklan pertahun mencapai Rp 559 miliar dan Rp 553 miliar.

Urutan Stasiun Televisi yang Memperoleh Pendapatan Iklan Terbesar

Selain urutan brand dan perusahaan yang menggelontorkan iklan di televisi, Adstensity juga memiliki data stasiun televisi yang mendapatkan keuntungan terbesar dari iklan brand dan perusahaan tersebut. Di posisi pertama stasiun televisi yang mendapatkan iklan terbesar adalah Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI). Stasiun televisi yang merupakan TV swasta pertama di Indonesia ini memperoleh pendapatan iklan mencapai Rp 9,9 triliun selama Januari hingga November 2015.

Urutan kedua ada Surya Citra Televisi (SCTV) yang meraup pendapatan iklan mencapai Rp 8,8 triliun dalam kurun waktu yang sama. Di urutan ketiga, keempat dan kelima berturut-turut ada MNC TV, Indosiar dan ANTV. Ketiga stasiun televisi ini mendapatkan pendapatan iklan sebesar Rp 7,9 Trilun untuk MNC TV, Rp 7,07 Triliun untuk Indosiar dan Rp 6,6 Triliun untuk ANTV.




Jika urutan keenam sendiri ada Global TV dengan pendapatan mencapai Rp 5,4 triliun. Sedangkan di posisi ketujuh dan kedelapan ada grup televisi Transcorp yaitu Trans 7 dan Trans TV yang masing –masing mendapat perolehan mencapai Rp 5,1 Triliun dan Rp 4,5 Triliun. Peringkat sembilan sendiri ditempati TV One dengan pendapatan mencapai Rp 4,5 Triliun. Sedangkan peringkat kesepuluh ada Metro TV dengan pendapatan iklan mencapai Rp 2,9 Triliun.



1 comment on this postSubmit yours
  1. dunia periklanan televisi tidak ada namanya adblock. Bagi publisher adsense susah

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud