Sempat Bersinar Di 2015, Aplikasi Meerkat Akhirnya Ditutup

Sempat Bersinar Di 2015, Aplikasi Meerkat Akhirnya Ditutup

Meerkat ditutup
Image dari Techcrunch.com

Pada awal tahun 2015 yang lalu, persaingan dari ranah aplikasi mobile dikejutkan dengan kehadiran salah satu pesaing baru yakni Meerkat. Menawarkan konsep live streaming untuk personal, Meerkat bahkan mampu menjadi salah satu #aplikasi paling banyak diunduh dan menjadi bintang dalam event teknologi tahunan, SXSW 2015.

Namun apa yang terjadi saat ini setelah hampir 1 tahun dikembangkan, secara mengejutkan Meerkat justru terpaksa harus ditutup dengan sejumlah alasan. Menurut sang founder Ben Rubin, ini merupakan keputusan yang cukup berat namun harus dilakukan untuk membangun kembali perusahaan digital besutannya. Meskipun ditutup, kabarnya Meerkat akan lahir kembali dengan sosok yang baru!

Seperti apa keterangan lengkap? Rekan-rekan bisa menyimak pada artikel dibawah ini.

Perjalanan Aplikasi Meerkat

Ketika tahun 2015 diprediksi menjadi tahun perkembangan aplikasi mobile, cukup banyak pendatang baru yang memberikan kejutan dengan berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan. Salah satunya yakni aplikasi Meerkat, aplikasi live streaming personal ini memang sempat menjadi hype bahkan memperoleh popularitas dalam jangka waktu yang relatif singkat.

Aplikasi ini dikembangkan oleh seorang developer bernama Ben Rubin setelah mendapatkan ilham terkait penciptaan aplikasi yang mampu menghubungkan komunikasi secara live antar satu pengguna dengan pengguna lain. Bahkan pada kala itu, Meerkat sudah dapat menarik sejumlah investor yang akhirnya mengucurkan dana sekitar 12 juta dollar untuk pengembangan aplikasi.

Artikel lain: Meerkat ~ Aplikasi Mobile Untuk Live Streaming Video

Namun ternyata perkembangan aplikasi Meerkat tidak semulus yang diperkirakan. Ketika banyak pihak memprediksi bahwa Meerkat mampu menjadi salah satu platform media sosial populer berikutnya, kenyataan yang hadir justru berseberangan. Dalam waktu beberapa bulan saja, sejak akhir tahun 2015 hingga awal 2016, traksi bisnis Meerkat merosot tajam.

Alasan yang mendasari kondisi tersebut disinyalir karena muncul para pesaing baru yang memiliki sokongan lebih kuat dibanding Meerkat. Sebut saja Periscope, layanan yang digawangi oleh salah satu pemain besar media sosial, Twitter ini menawarkan layanan yang sama persis seperti Meerkat. Dan tak berselang lama, #Facebook pun ikut terjun dengan memperkenalkan aplikasi live streaming buatannya sendiri.

Bersaing dengan sejumlah aplikasi yang didukung perusahaan mapan macam Facebook dan Twitter, Meerkat seakan tak berdaya dan harus menyerah di bulan-bulan akhir menjelang tutup tahun 2016.

Pengguna Yang Mulai Bosan

Kabar bahwa layanan aplikasi Meerkat sudah mulai dinonaktifkan disampaikan langsung oleh sang founder Ben Rubin melalui akun Twitter pribadinya. Dalam tweet tersebut, Ben menulis bahwa aplikasi Meerkat sudah ditarik dari laman App Store. Selain itu, pengembangan aplikasi Meerkat juga tidak lagi dilanjutkan.

Pada sebuah kesempatan, Ben menyebut bahwa salah satu alasan mengapa Meerkat gagal memperoleh kesuksesan adalah, mulai munculnya kebosanan dari para pengguna. Jika dibandingkan pada saat awal dirilis, aplikasi Meerkat banyak dihuni oleh pengguna aktif yang memposting video live streamingnya secara reguler.

Namun setelah 5 bulan berjalan, muncul perubahan perilaku pengguna dimana mereka lebih jarang memposting #video. Umumnya, mereka memposting video dengan jarak yang cukup jauh mulai dari rentan harian bahkan mingguan. Inilah yang membuat Ben selaku pimpinan merasa bahwa Meerkat harus segera mendapat pembaruan.

Baca juga: Baru Dirilis, Aplikasi #Fame Telah Capai 500 Ribu User di Indonesia

Kemunculan Aplikasi Baru

Meskipun telah menyerah dengan Meerkat, namun Ben yang merupakan CEO dari perusahaan induk Meerkat, Life on Air, menyatakan tidak akan menghentikan sepenuhnya pengembangan aplikasi dengan konsep live streaming. Pihaknya merasa bahwa, komunikasi secara live streaming masih terus akan menunjukkan perkembangan.

Oleh karena itu, dalam kesempatan yang sama Ben memperkenalkan pula sebuah aplikasi baru yang diberi nama HouseParty (http://joinhouse.party). Secara sederhana, aplikasi ini mampu membuat para penggunanya berkomunikasi dalam sebuah grup live video chat berisi 8 orang. Yang menarik, aplikasi ini akan secara aktif menghubungkan para pengguna yang sedang online secara otomatis. Jadi komunikasi bisa terus terjalin secara real time dan memungkinkan kita serasa selalu ditemani oleh para sahabat.

Kabar terakhir menyebut bahwa, aplikasi HouseParty telah meraih satu juta pengguna dalam 1 minggu. Hingga saat ini, aplikasi HouseParty sudah mulai bisa digunakan untuk pengguna perangkat Android maupun iOs.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan