Beranda Bisnis Restrukturisasi Fortuna Dengan Pengangkatan Direktur Baru

Restrukturisasi Fortuna Dengan Pengangkatan Direktur Baru

Fortuna Grup merupakan perusahaan yang berdiri sejak 1970 dan menyediakan jasa solusi bisnis komunikasi di Indonesia. Karena bergerak di jasa bisnis komunikasi, Fortuna menyediakan jasa periklanan, media, digital, market research hingga jasa konsultasi brand.

Fortuna Grup atau lebih dikenal FORU telah dikenal oleh masyarakat luas Indonesia karena kelihaian dalam melakukan kampanye pemasaran untuk publik. Untuk melakukan perbaruan tatanan internalnya dan meningkatkan performa perusahaan, FORU melakukan restrukturisasi manajemen internal tahun ini.

Restrukturisasi Fortuna adalah agenda yang masih terus berkesinambungan bagi Fortuna atau FORU, dan 26 April 2019, direksi internal Fortuna kembali diperbarui. Berdasarkan pada RUPS Tahunan PT Fortune Indonesia TBK (“FORU”), resmi pada hari Jumat 26 April 2019 di kantor Perseroan Jl. R.M. Harsono No.2, Ragunan, Jakarta Selatan, susunan FORU pun diperbarui dengan diresmikannya Ratna PUspitasari sebagai Direktur baru.

Dalam hari pengangkatan tersebut, berikut susunan terbaru management Fortuna Grup:

  • A.G. Edhi Bawono sebagai CEO sekaligus Direktur Utama FORU;
  • M.D. Menuk Sudaryanti sebagai CFO sekaligus Direktur FORU;
  • Ratna Puspitasari sebagai CCO sekaligus Direktur FORU
  • John Sebayang sebagai Direktur Independen FORU.

Agenda restrukturisasi manajemen dalam Fortuna Grup memang telah dilakukan secara berkesinambungan. Agenda tersebut reformasi internal massif yang dilakukan sepuluh tahun terakhir, dalam prakteknya perombakan manajemen mencakup sistem, organisasi hingga sumber daya manusia. Hal ini dilakukan agar Fortuna Grup semakin dan selalu siap menghadapi segala tantangan di depan.

Edhi Bawono, CEO Fortuna Grup, mengatakan dengan tegas, “Dengan restrukturisasi, kami optimis dapat melakukan penguatan dan makin maju dan bertumbuh kembang untuk mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan di tahun 2019,”. Edhi menambahkan bahwa restrukturisasi yang terus berkesinambungan hingga tahun 2019 ini telah memberi pengaruh positif dalam meningkatkan produktivitas perusahaan.

Hal ini terbukti pada tahun 2018, FORU mencatat penjualan jasa mencapai lebih dari Rp 156 Miliar. Sedangkan dalam segmen jasa media yang merupakan kontrubutor utama juga mencapai pendapatan lebih dari Rp 61,8 Miliar, selain itu di segmen periklanan sendiri mencatat angka Rp 46,7 Milar, segmen Public Relations juga telah mencatat Rp 27,2 Miliar, untuk segmen aktiviasi juga mencatat Rp 16,3 Miliar serta segmen digital juga telah mencatat angka Rp 3,9 Miliar.

Selain itu, di tahun 2018 juga, Fortuna Grup mendapatkan penghargaan terbaik dari Social Media Award, event GIIAS, PR Indonesia Award serta Ramadhan Ads menurut versi Kantar MIllwardbrown. Menilik banyaknya pembuktian – pembuktian yang diukir oleh Fortuna Group, 2018 adalah salah satu tahun gemilang yang dimiliki oleh Fortuna Group dan sesuai dengan yang telah diungkapkan oleh Edhi, pembaruan internal Fortuna Group diharapkan mampu membawa Fortuna semakin inovatif.

”Dengan restrukturisasi yang berkelanjutan Fortune Grup akan semakin di depan dalam menghadapi tantangan kekinian,” ujar Edhi Bawono, CEO Fortuna Group saat menutup peresmian manajemen internal terbaru 2019.

Beberapa penghargaan tersebut membuktikan bahwa di tahun tersebut, kualitas sumber daya manusia di FORU kompetitif dan sangat bagus. Berkaca dari capaian – capaian angka penjualan hingga banyaknya penghargaan untuk kualitas sumber daya manusianya, Fortune Grup semakin terbakar semangatnya untuk terus menerus menjadi terdepan dan dapat diperhitungkan di mata masyarakat Indonesia.

Foru sendiri kini telah menjadi partner business di berbagai perusahaan – perusahaan swasta Nasional, Multinasional, Pemerintah, NGO hingga maupun berbagai lembaga donor. Untuk informasi selengkapnya mengenai profile Fortune Group dapat diakses di www.thefortuna.co.

Tinggalkan Balasan