Rapotivi, Startup Aplikasi Aduan Tayangan TV Yang Tak Layak Tonton

Rapotivi-Startup-Aplikasi-Aduan-Tayangan-TV

Hal yang memprihatinkan terjadi di dunia pertelevisian Indonesia, khususnya beberpa tahun belakangan ini. Hampir keseluruhan tayangan mempertontonkan sebuah program yang tidak layak ditonton oleh masyarakat. Kadang melontarkan ucapan yang tidak pantas, kasar sampai dengan mempertontonkan sebuah nilai yang tidak mendidik sama sekali. Bahkan sebuah program digunakan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu saja.

Masalah semacam ini membuat keresahan dan kekhawatiran akan dunia pertelevisian di Indonesia ini akan menjadi seperti apa kelak. Atas latar belakang itulah #startup di Indonesia yang mengkaji dan memantau tayangan televisi di Indonesia, Remotivi (Remotivi.com) melakukan tindakan nyata dengan menghadirkan sebuah aplikasi android yang bernama Rapotivi (Rapotivi.org) untuk melaporkan sebuah tayangan televisi yang tidak layak tonton dan tidak mengedukasi melalui smartphone.

Pendiri Aplikasi Rapotivi

Remotivi adalah sebuah startup yang sudah berdiri sejak tahun 2010, Remotivi ini terbentuk karena adanya apresiasi dari masyarakat yang memiliki sikap dan pemikiran yang kritis terhadap tayangan televisi nasional yang kini telah mengabaikan tanggung jawab untuk memberikan edukasi dan informasi yang bermanfaat hanya untuk kepentingan komersil semata. Dengan semakin banyaknya aduan dari para warga, tim Remotivi memutuskan membuat aplikasi Rapotivi untuk memudahkan penikmat televisi melakukan pengaduan melalui smartphonenya.

Artikel lain: Nonton.com ~ Startup Inovatif Penyedia Streaming Film & Video Gratis

Pertama Kali Rapotivi Diluncurkan

Aplikasi Rapotivi ini resmi diluncurkan pada Februari 2015 lalu. Setiap pengguna aplikasi ini dapat langsung mengirimkan sebuah laporan dengan menggunakan opsi Buat Laporan dimana pengguna harus mengisi kolom judul tayangan terkait, stasiun televisi yang menyiarkan, waktu penayangan, jenis pelanggran dan penjelasan mengenai pelanggaran yang dilakukan. Setelah semua kolom terisi dan dikirim, teim dari Rapotivi akan melalukan verifikasi terhadap laporan tersebut lalu laporan yang sudah diverifikasi akan di laporkan ke Komisi Penyiaran (KPI).




Penangggung jawab sekaligus Direktur dari Rapotivi menjelaskan bahwa, semua laporan yang sudah masuk ini akan diverifikasi apakah aduan tersebut benar adanya ataupun ditolak karena alasan yang tidak mendukung dari aduan tersebut, baru setelah itu laporan yang lolos verifikasi akan dilanjutkan laporannya ke KPI.

Pelapor akan terus mendapatkan informasi terkini mengenai aduannya melalui email yang digunakan untuk mengirim. Dan pada setiap bulannya pengguna aplikasi Rapotivi akan mendapatkan informasi data aduan yang sudah masuk.

Sampai dengan sekarang Remotivi telah memantau seluruh tayangan dari 10 stasiun televisi nasional dan 1 stasiun televisi milik pemerintah yaitu TVRI. Mulai dari pertama peuncurannya pada Februari 2015 lalu sampai sekarang aplikasi ini telah diunduh sebanyak 600 pengguna. Selain dapat menyampaikan aduan melalui aplikasi ini para pengguna juga dapat melaporkan melalui website resmi Rapotivi (Rapotivi.org).

Sumber Dana Operasional Rapotivi

Saat ini seluruh biaya operasional dari aplikasi Rapotivi ini bersumber dari dana hibah organisasi Cipta Media Selular, CMS (Ciptamedia.org). Dimana organisasi ini aktif dalam mengajak warga masyarakat dalam penggunaan teknologi internet untuk hal yang lebih positif. Organisasi CMS sendiri saat ini dibawah naungan Ford Foundation dan telah memberikan suntikan dana sebesar Rp 700 Juta kepada tim Rapotivi sebagai dana operasional.




Selain menerima dana dari Ford Foundation, Rapotivi juga melakukan monetisasi dari kegiatan penelitian untuk lembaga yang membutuhkan. Rapotivi sendiri digawangi oleh empat orang founder. Mereka bertugas sebagai manajer program, promosi dan marketing, pelaksana verifikasi tayangan yang diadukan, dan penanggung jawab tim. Semua anggota tim di Rapotivi merupakan pecahan dari tim Remotivi yang masing – masing personalnya memiliki skill yang mendukung satu sama lain.

Hingga saat ini hanya beberapa nama saja yang terlihat eksis yang ikut menyuarakan masalah ini diantaranya Lembaga Studi Pers & Pembangunan yang saat ini pula tidak terdengar kabarnya lagi entah kemana. Tim Rapotivi berharap dengan munculnya mereka, hal tersebut akan lebih mendorong munculnya aplikasi serupa demi mewujudkan tayangan televisi yang lebih berkualitas dan mendidik bagi masyarakat yang menikmatinya.

Baca juga: Mivo TV ~ Nonton TV Streaming Online Indonesia

Jadi tayangan TV bukan hanya untuk kepentingan kelompok saja dan hanya untuk hal komersil semata. Semakin banyak yang peduli semakin baik pula dunia pertelevisian negeri kita dan semakin bermanfaat pula informasi yang diberikan kepada masyarakat melalui media televisi. Semoga semakin baik dunia televisi kita.




2 total comments on this postSubmit yours
  1. kbetulan bnyak nih yg mau dilaporin, trutama acra dedean itu. cm ap bedany sm KPI, n ap bner independen, tkurnya y gtulah..

    • Menurut saya ini independen mas bro. Remotivi ini terbentuk dari masyarakat jadi bukan institusi pemerintah yang kebanyakan ditunggangi oleh banyak kepentingan

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud