Project Wings ~ Tahun 2017 Google Akan Kirimkan Paket Lewat Drone

Image dari Techattend.com

Image dari Techattend.com

Semakin tahun teknologi memang semakin canggih. Dengan semakin canggihnya teknologi yang ada tentu akan membuat banyak perubahan muncul disekitar lingkungan kita. Salah satu teknologi yang telah muncul dan banyak merubah hal yang ada disekitar kita yaitu drone. Pewasat tanpa awak ini sekarang memang sedang populer digunakan dalam berbagai kegiatan dan aktivitas manusia.

Selain untuk selfie, drone saat ini juga seringkali digunakan untuk keperluan jurnalistik, seperti peliputan dan pengambilan gambar untuk live report. Penggunaan drone yang makin populer di masyarakat ini ternyata memicu #Google untuk ikut menyemarakkannya dengan meluncurkan Project Wings, sebuah pesawat tanpa awak atau drone yang akan disiapkan untuk mengudara tahun 2017.

Seperti apakah kisah dan latar belakang Google meluncurkan Project Wings ini? Berikut ulasannya.

Project Wings untuk Pengiriman Barang

Sebagai salah satu perusahaan yang kini telah merambah bisnis komersial, Google yang dikenal dengan karya-karyanya yang futuristik ini memang membutuhkan sebuah #teknologi yang memudahkan usahanya.

Untuk itulah Alphabet sebagai induk perusahaan Google kemudian merilis Project Wings, sebuah drone atau pesawat tanpa awak yang rencananya akan digunakan dalam pelayanan pesan antar barang (delivery). Menurut pemimpin dalam Project Wings sendiri yaitu David Vos, Project Wing memang dihadirkan untuk meningkatkan bisnis komersial Google pada tahun 2015 dan pada tahun-tahun berikutnya.

Artikel lain: Asyik! Tahun Depan Balon Google Loon Mulai Sambangi Indonesia

Project Wings sendiri diagendakan akan meluncur pada tahun 2017. Untuk mewujudkan ambisinya ini, David Vos menyatakan dirinya sedang melakukan ‘lobi’ dengan Federasi Administrasi Penerbangan (FAA) dan instansi terkait lainnya di Amerika Serikat tentang pengaturan sistem kontrol lalu lintas udara untuk kendaraan tidak berawak dengan teknologi jaringan seluler dan #internet.

Akan Terbang di Ketinggian 152 Meter

Dilansir dari sebuah media massa The Telegraph, Project Wings yang masih dalam tahap pengembangan ini direncanakan akan menggunakan teknologi mobile dan internet untuk mengkordinasikan #drone di ketinggian hingga 500 kaki atau 152 meter.

Drone yang mempunyai empat baling-baling yang biasanya diterbangkan diketinggian 60 meter sendiri memang akan memiliki masalah dan kendala saat terbang yaitu bertabrakan dengan saluran listrik, pohon atau rumah. Maka dari itu lobi dari David Vos ini juga akan meminta ketinggian drone ini hingga 500 kaki atau 152 meter. Nantinya, kontrol lalu lintas udara dari Project Wings ini akan berada di dekat Washington.

Peraturan Terbang Drone yang Belum Pasti

Bicara tentang peraturan drone, FAA sebenarnya saat ini belum memiliki aturan yang baku dan pasti. Kepastian dan ketetapan Peraturan tetap terkait soal penggunaan drone untuk keperluan komersil sendiri rencananya akan dirilis dan dipubikasikan FAA tahun depan. Vos mengatakan, salah satu peraturan tersebut akan menitikberatkan ke sebuah sistem identifikasi operator drone yang nantinya akan `menyingkirkan` perangkat tersebut ketika berada di wilayah lintasan pesawat terbang.




Selain itu, Vos juga mengungkap pada 20 Desember 2015 mendatang, pendaftaran drone komersil akan segera ditutup. Ini artinya, perusahaan yang tengah menciptakan drone untuk keperluan komersil sudah harus bersegera mendaftar jika tak ingin dieliminasi oleh pihak penyelenggaranya.

Harus Juga Mendapat Izin dari CAA

Selain harus mendapat izin dari FAA, drone Project Wings kabarnya juga diwajibkan mendapatkan izin dari CAA (otoritas penerbangan sipil). CAA sendiri memang memiliki seperangkat aturan penggunaan drone yang dikenal sebagai droncode termasuk kewajiban untuk menerbangkan pesawat dalam ketinggian maksimum 400 kaki, jauh dari pesawat, helikopter, bandara dan lapangan udara.

Pihak-pihak yang berniat menggunakan pesawat tanpa awak untuk kepentingan komersial harus mendaftar untuk mendapatkan izin dari otoritas penerbangan sipil. Untuk mendapatkan lisensi atau izin ini sendiri CAA mensyaratkan bahwa drone haruslah dinyatakan ‘cukup kompeten’.

Terkait peraturan yang ditetapkan oleh FAA dan CAA ini Google menyatakan bahwa dirinya akan memanfaatkan ruang udara “Class G” untuk menerbangkan drone Project Wings. Wilayah udara “Class G” sendiri akan berada di bawah ketinggian terbang pesawat berawak, sehingga dinilai tak berbahaya untuk penerbangan sipil.

Baca juga: Inilah 6 Proyek Spektakuler Google yang Pernah Dijalankan Di Google X Lab

Project Wings Bukanlah Satu-satunya

Terkait rencana pengiriman barang dengan penggunaan drone ini ternyata Google tidak sendirian. Pasalnya beberapa perusahaan seperti #Amazon, Walmart, serta beberapa perusahaan lain pun juga sedang mempersiapkan drone dengan konsep serupa. Proyek milik Alphabet ini diprediksi juga akan sangat mungkin akan berkompetisi langsung dengan Amazon Prime Air yang menggunakan GPS dan bisa terbang mandiri mengantarkan paket pesanan dalam waktu 30 menit saja.




2 total comments on this postSubmit yours
  1. Wah bahaya ga kira- kira kirim paket lewat drone, kalau dekat sih ga masalah
    hahah

    • Kalau di Indonesia sih masih bahaya banget lah. Bisa diambil orang di tengah jalan hehehe. Kalau di negara lain ga tau deh

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud