Apakah Pinjaman Modal Usaha Adalah Sebuah Kesalahan? Sama Sekali Tidak

pinjaman-modal-usaha-bisnis

Bila kita bicara soal usaha pasti tidak lepas dari yang namanya modal. Pemikiran umum adalah modal tentunya berasal dari uang sendiri. Kalau harus berutang? Hmm, tidak sedikit yang paranoid. Sebenarnya ingin mengajukan pinjaman, hal tersebut tentu jauh lebih mudah daripada harus menunggu mengumpulkan uang, bukan? Tetapi, ya itu, takut kalau-kalau salah kelola – usaha bukan hanya bangkrut tetapi Anda juga terlilit utang.

Helow, waktu tidak akan menunggu kita. Sering kali kesempatan tidak akan datang di waktu mendatang. Jadi, apakah kita cukup berani? Lagipula, tujuan Anda untuk meminjam bukan untuk hura-hura, bukan?

Masih ingat dengan kisah Merry Riana yang berutang ke pemerintah Singapura melalui program student loan sebesar $40.000 agar dia bisa kuliah? Memang pinjaman yang dimiliki Merry bukan untuk usaha tetapi sekali lagi, dia kemungkinan besar hanya punya kesempatan saat itu saja. Kalau dia sia-siakan, kemungkinan besar Merry Riana tidak akan jadi ‘sebesar’ sekarang. Nah, begitu juga dengan Anda. Jika memang tidak punya modal, bukan berarti Anda harus menyerah. Jika ternyata Anda benar-benar harus meminjam untuk pengembangan usaha Anda, mengapa tidak? Sama sekali tidak salah. Asal tahu saja, pengusaha-pengusaha besar di sana juga punya pinjaman. Hehe. Tapi…

Mari, sebelumnya, lihat dulu beberapa alasan seseorang tidak bisa melunasi utangnya:

1. Pinjaman digunakan untuk hanya untuk kepentingan pamer dan tidak mau kalah saja.
2. Salah mengelola uang, mengira bahwa utang adalah aset.
3. Tabiat yang memang suka berutang namun tidak suka membayarnya.
4. Nasib memang sedang jelek, entah karena bisnis tidak sesuai harapan. Namun, jika memang berusaha pasti bisa!

Daripada menunggu peluang usaha ‘menguap’ begitu saja, pikirkan saja bagaimana Anda akan mengelola keuangan Anda. Baik berutang atau tidak, dalam usaha, Anda tentu harus belajar mengelola keuangan, bukan? So?

Artikel lain: 5 Kesalahan Manajemen Keuangan yang Selayaknya Dihindari

Rencana Sebelum Ajukan Pinjaman

Entah Anda mengajukan pinjaman tanpa jaminan ataukah menggunakan jaminan, berikut beberapa hal yang bisa Anda beri perhatian khusus sebelum memulainya.

1. Bisnis apa?

Perhatikan tren bisnis yang sedang berkembang saat ini. Dengan begitu, Anda akan bisa prediksi apakah usaha akan berjalan lancar. Ada tren tahunan ataupun musiman. Memerhatikan tren bukan sekadar untuk menentukan bisnis apa yang akan dijalankan, melainkan untuk mewanti-wanti bagaimana nanti bisa tetap lancar membayar cicilan pinjaman. That’s it.

Yang pasti pilihlah usaha yang memang ‘aman’ dijalankan. Tidak perlu aneh-aneh. Pilih saja usaha yang sudah hampir pasti laku. Tentu saja pemilihan lokasi yang tepat juga pasti menentukan keberhasilan usaha yang Anda lakoni.

Satu lagi, usaha yang dijalankan ada baiknya yang memang sesuai passion Anda. Anda akan lebih enjoy menjalani bisnis tersebut dan tentunya jauh lebih mudah. Paling tidak Anda akan dengan mudahnya menjelaskan berbagai hal terkait dagangan Anda kepada calon customer Anda. Calon pelanggan tentu akan lebih percaya. Modal kepercayaan ini bisa jadi pegangan kuat ke depannya.

2. Strategi bisnis




Ya, menghitung pengeluaran dan penghasilan secara cermat mutlak dilakukan. Tak lupa pula untuk menghitung seberapa besar layanan yang ingin diberikan. Sebagai contoh, jika Anda memilih untuk berbisnis di bidang #fashion. Apakah Anda hanya ingin menjual semua jenis pakaian, pakaian wanita saja, ataukah bahkan lebih spesifik lagi hanya berjualan dress saja?

Semakin banyak layanan atau produk yang Anda berikan memang memberikan untung yang lebih banyak pula. Namun, dengan memilih niche tertentu, Anda akan lebih mudah lagi dikenal dan diingat.

3. Disiplin

Ketika Anda berani mengajukan pinjaman untuk usaha, Anda harus lebih disiplin lagi. Jangan ‘terbuai’ melihat nominal penghasilan Anda. Ingatlah bahwa sebagian dari penghasilan Anda harus dibayarkan melunasi pinjaman. Disiplin juga mencakup untuk lunasi terlebih dahulu utang Anda, sebelum mengajukan lagi pinjaman berikutnya.

4. Jangan hanya bayar utang, pikirkan tabungan Anda

Usaha yang sukses tentu saja tidak hanya sanggup membiaya kebutuhan hidup Anda dan bayar cicilan pinjaman, tetapi juga menambah nominal tabungan Anda. Tabungan tersebut bisa jadi dana cadangan Anda apabila kalau-kalau usaha sedang sepi dan sebagainya.

5. Bedakan rekening usaha dan pribadi

Kadang hal ini bisa jadi terlupakan. Anda mungkin mengira catatan di buku saja sudah cukup. Padahal dengan membedakan rekening usaha dan pribadi, Anda tidak perlu kerepotan lagi atau lalai sehingga ‘tidak sengaja’ menggunakan uang yang seharusnya untuk usaha.

Nah, sudah siap mengajukan pinjaman? Oiya, ingat sekali lagi, tidak dipungkiri berutang itu sangat riskan. Jadi, pakai uang yang Anda peroleh dari pinjaman benar-benar untuk usaha dan sepeser pun tidak digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Anda tidak akan dibuat bingung karena merasa “lho kok uang saya pinjam bisa habis begitu saja.

Kemudian, bagaimana cara melunasi pinjaman yang sudah Anda gunakan untuk usaha? Perhatikan poin-poin berikut ini:

Cara Lunasi Pinjaman untuk Usaha

1. Hitung nominal utang

Pastikan Anda ingat berapa nominal utang, waktu jatuh tempo dan tanggal dan berapa cicilan per bulannya. Dengan punya gambaran seperti ini, Anda akan jadi lebih disiplin.

2. Rencana pelunasan pinjaman untuk usaha

Hitung penghasilan dan pengeluaran, kemudian Anda bisa melihat seberapa besar kemampuan tabungan Anda pula. Jadi, selain melunasi pinjaman secepatnya, Anda bisa mengekspansi usaha.

3. Sisihkan cicilan setiap minggu atau bahkan setiap hari

Meskipun cicilan Anda dibayarkan per bulan namun sisihkan cicilan setiap minggu atau bahkan setiap harinya. Dengan begitu, Anda tidak merasa terlalu berat untuk membayar cicilan pinjaman. Ini bukan ujian anak sekolah yang masih bisa dikejar dengan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam) lho ya!

Setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara besar”.

Baca juga: Kenapa Bisnis Pengusaha Tionghoa Selalu Sukses? Ini Rahasianya

Anda pernah dengar pepatah tersebut? Penerapannya berlaku untuk usaha yang akan Anda rintis. Mulailah dari yang kecil terlebih dahulu. Tidak perlu muluk-muluk. Manfaatnya adalah Anda tidak begitu terkejut mengelolanya karena masih bisa di-handle sendiri atau dalam skala kecil. Kalau Anda sudah terbiasa dengan usaha kecil dan berhasil tentu saja tidak menutup kemungkinan bisa mengelola usaha yang lebih besar.

Prinsip tersebut juga bisa berlaku pada pinjaman yang Anda ajukan. Namun khusus untuk utang pepatah tersebut sebaiknya jangan sepenuhnya diadopsi ya. Tidak perlu berutang terlalu banyak di awal, apalagi kalau masih dalam tahap merintis. Tetapi juga tidak meminjam dalam jumlah yang ternyata kurang ya. Sesuaikan. Hitung, hitung dan hitung. Prediksikan setepat mungkin. Kemudian, kelola usaha dengan secermat mungkin dan segera lunasi utang Anda. Jangan ditunda-tunda. Nah dengan begitu, Anda akan jauh lebih tenang mengelola usaha Anda ke depannya karena bisa terbebas dari utang.

Jikalau ingin ajukan pinjaman lagi di masa mendatang untuk pengembangan usaha, semua bergantung pada Anda. Ikuti lagi instruksi yang ada di artikel ini terkait pinjaman untuk usaha tersebut. Namun tentu saja, pastikan Anda sudah mencapai tujuan usaha Anda terlebih dahulu.



1 comment on this postSubmit yours
  1. jika bisa dan mampu hindari meminjam dana dari bank, setidaknya menghindari riba. Lebih baik maksimalkan potensi yang ada, dan modal bukan dari pinjaman yang berbunga. Barangkali usaha tidak cepat sebagaimana jika modal besar,namun hal ini bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhinya. Ini hanya sekedar saran, selanjutnya terserah anda. Kalau anda yakin bisa, pasti bisa.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud