Perpetu ~ Startup Layanan Perlindungan Aset Online Paska Kematian

Perpetu ~ Startup Layanan Perlindungan Aset Online Paska Kematian

Image dari Numrush.nl
Image dari Numrush.nl

Ada beberapa hal di dunia ini yang memang di luar kekuasaan kita, seperti salah satunya yakni maut. Kita tidak akan pernah tahu kapan ajal akan menjemput kita. Bisa saja masih 1 tahun lagi, 2 tahun lagi, atau mungkin beberapa detik setelah ini, setiap orang tidak ada yang bisa menebak waktu pasti terjadinya hal tersebut.

Bagi beberapa orang mempersiapkan segala sesuatu sebelum mereka meninggal dipandang sebagai cara terbaik agar nantinya keluarga yang ditinggalkan bisa sedikit terbantu. Sebagai contoh yakni dengan membuat surat warisan, serta membagi harta yang dimiliki dari jauh hari. Dan khusus untuk aset yang bersifat online, ternyata saat ini sudah ada #startup yang mengambil peluang dengan menawarkan layanan pengelolaan aset online pasca kematian.

Startup bernama Perpetu  ini, nampaknya bisa menjadi alternatif bagi Anda yang ingin melindungi atau menyerahkan aset online seperti akun #media sosial atau data perbankan digital kepada orang lain. Yang menarik terdapat juga layanan posting konten media sosial, seperti contohnya foto kenangan agar keluarga yang ditinggalkan tetap merasa seakan orang tersebut masih bisa “menyapa” mereka. Lebih dalam tentang startup perpetu, berikut telah kami rangkum ulasannya.

Terinspirasi Dari Kasus Kematian

Startup Perpetu kali didirikan oleh dua orang founder yakni Ryanne Lai serta Andrea Livotto. Ryanne sendiri merupakan seorang pengacara profesional yang bekerja di Hongkong serta Inggris. Sedangkan sang rekan Andrea telah mempunyai basic bisnis teknologi dan keuangan di perusahaan Credit Suisse and Brevan Howard Asset Management yang bermarkas di London.

Terkait dengan ide awal mendirikan Perpetu, Ryanne menyatakan bahwa awalnya dirinya termotivasi setelah melihat sebuah kasus kematian. Kasus tersebut merupakan kematian dari seorang tentara bernama Justin Elsworth. Kalau itu di tahun 2005, pihak keluarga Justin menuntut penyedia jasa #email, Yahoo, agar mereka dapat mengakses akun email milik Justin. Namun tentunya keinginan keluarga tersebut menemui jalan buntu.

Pihak Yahoo tidak bisa memberikan akses, karena di sisi lain ternyata sang almarhum juga telah melakukan pembatasan privasi agar orang lain tidak bisa melihat isi akun emailnya.

Artikel lain: Legacy Contact, Mewariskan Akun Facebook Setelah Meninggal

“Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah almarhum mungkin tak ingin keluarganya melihat semua isi email-nya. Tapi, tentu ia tak punya kontrol dan tak ada cara yang bisa menyeimbangkan antara privasi dan akses.” jelas Ryanne.

Dari situlah Ryanne mulai berfikir tentang pentingnya pengelolaan aset online seperti akun email, media sosial serta akun digital lain ketika kita sudah tiada kelak. Bahkan untuk beberapa akun yang bersifat lebih sensitif seperti online banking, tentunya akun tersebut masih bisa bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan.

Mengusung Konsep Keseimbangan Privasi Dan Akses

Meski berusaha memberikan kemudahan bagi keluarga yang ditinggalkan atau juga bagi kliennya dalam pengelolaan aset online, namun pihak Perpetu tetap berusaha untuk tidak melanggar akses dan privasi yang telah diterapkan oleh pihak penyedia layanan.

Tujuan utama yang ingin diraih oleh startup yang satu ini adalah memberikan kemudahan bagi ahli waris untuk dapat mengakses aset online dengan cara ataupun proses yang lebih simpel dan mudah. Karena seperti kita tahu di beberapa layanan online, mengharuskan kita untuk menyerahkan beberapa surat resmi semacam sertifikat kematian bahkan hingga perintah persidangan jika ingin mengakses akun yang telah “ditinggal” oleh sang pemiliknya.

Untuk mencapai tujuan tersebut langkah yang dijalankan oleh Perpetu adalah dengan memberikan pilihan file folder atau informasi apa saja yang ingin diberikan atau diwariskan pada orang tertentu. Jadi di sini pewaris bukan selalu dari pihak keluarga, bisa juga sahabat, rekan bisnis ataupun orang lain yang kita tunjuk.

Baca juga: Apa Yang Terjadi Pada Akun Media Sosial Jika Penggunanya Meninggal?

Layanan yang Ditawarkan Perpetu

Secara umum ada 3 pilihan pengelolaan aset online yang bisa dipilih oleh para klien. Tiga pilihan tersebut yakni untuk mengunci aset online tersebut selamanya, menghapus dan menghilangkan data tersebut atau pilihan yang ketiga yakni membuka akses aset online kepada pihak ahli waris.

Nantinya aset online baik yang berbentuk seperti email pribadi, dokumen maupun foto atau video akan disimpan oleh pihak Perpetu untuk kemudian disampaikan setelah kita tiada. Mengenai proses penetapan kapan klien dinyatakan telah meninggal, pihak Perpetu akan melakukan konfirmasi berganda yang pertama dengan menghubungi kontak klien dan jika tidak mendapatkan jawaban,  baru konfirmasi dialihkan kepada pihak keluarga atau orang terdekat yang telah kita tentukan sebelumnya.

Kelebihan lain dari layanan yang ditawarkan perpetual adalah, pelayan tidak perlu memberikan password akun digital milik client sama sekali. Ini pula yang membedakan Perpetu dengan layanan yang lain seperti Legacy Locker, AssetLock, Google Inactive Account Manager.

2 KOMENTAR

  1. Keren!

    Baru tau ada model begini. Di Indonesia sudah ada Perpetu belum ya?

  2. mantap..perpetu, tapi start up begini terkadang penting juga, apalagi kalau yang mempunyai blog yang sudah di monetize, terkadang harus ada yang bisa mengurusnya meskipun pemilik aslinya sudah tidak ada lagi..

Tinggalkan Balasan