Perjalanan Panjang Meraih Kesuksesan Ala Founder Elhasbu

Lulu Elhasbu

Lulu Elhasbu via Kapanlagi.com

Adalah Lulu Elhasbu, seorang entrepreneur wanita sukses yang saat ini menukangi label fashion Elhasbu. Tidak hanya memiliki bisnis sendiri, wanita berhijab juga sukses sebagai model, designer dan fashion blogger baju muslimah.

Bagi para penggemar busana muslimah di Indonesia, mungkin mayoritas dari anda sudah mengenal sosok yang satu ini. Terlebih yang sudah bergabung dengan salah satu komunitas wanita muslimah besar di Indonesia, Hijabers Community. Karena Lulu sapaan akrabnya, juga aktif sebagai fashion director untuk komunitas tersebut.

Namun, untuk mendapat semua pencapaian tersebut jalan panjang harus dilalui Lulu. Setelah sempat tidak mendapat dukungan dari orang tua, namun pada akhirnya kerja keras tidak ada berbohong terhadap hasil yang didapatkan. Inilah kisah dari Lulu Elhasbu.

Mendirikan Label Fashion

Pada tahun 2012, Lulu Elhasbu mendirikan label fashion sesuai dengan namanya yakni Elhasbu. Mengedepankan busana ready to wear yang bergaya simple dan nyaman, busana muslim ini juga didominasi warna monochrome dengan dominan hitam dan pink yang sedang tren.

Berkat “keunikan” itu label Elhasbu mendapat perhatian publik. Bahkan pada Jakarta Islamic Fashion Show, Elhasbu bersanding dengan karya Dian Pelangi, Ria Miranda dan Ghaida Tsurayya.

Artikel lain: Jilbab Rabbani ~ Peluang Usaha Reseller Brand Busana Muslim

Namun bagi dirinya sendiri, sebenarnya dunia fashion muslimah tidak harus berkutat dengan hal terlalu ribet. Yang terpenting adalah bagaimana agar bisa diterima oleh semua kalangan.

“Bagi saya fesyen enggak muluk-muluk, let it flow saja. Saya tidak mau menggurui orang dalam mengenakan busana muslim. Bagi saya ini cara yang lebih halus dan lebih menarik untuk busana muslim dapat diterima oleh semuanya,” ucap Lulu.

Meyakinkan Orang Tua

Salah satu tahap dalam hidup Lulu yang dirasa paling sulit adalah, ketika harus mendapat restu dari kedua orang tua. Pasalnya keinginan untuk menekuni bisnis di bidang fesyen sempat tidak mendapat restu dari orang tua. Jalan berliku pun dilalui perempuan kelahiran 27 November 1983 ini. Butuh 10 tahun baru lampu hijau diberikan.

“Butuh 10 tahun untuk meyakinkan orang tua kalau jalan yang saya pilih ini adalah dunia fesyen. Saya ingin hidup saya punya tujuan,” kenangnya.




Mengenang kembali, Lulu juga sempat berencana untuk disekolahkan di luar negeri. Namun dirinya menolak, dan memutuskan untuk mengambil sekolah public relation di Indonesia.

“Saya ingin kuliah pilihan saya sendiri. Cita-cita saya awalnya jadi diplomat, karena saya senang jalan-jalan ke luar negeri,” ungkapnya.

Tetapi sejak jatuh cinta pada dunia fesyen dia menjadikan ilmu PR sebagai bekal untuk tampil di hadapan khalayak.

Salah satu hal yang paling menarik menurut dirinya adalah, bagaimana fashion muslimah bisa mengubah dirinya tari dulunya yang bersifat pemalu menjadi lebih terbuka dan mampu berkembang dengan baik.

“Dulu, saya ini anak pemalu. Bahkan, kadang kalau ada orang bertamu ke rumah saya ngumpet. Namun sejak kenal dunia model sifat introvert saya berubah,” kisah Lulu.

Itulah alasan mengapa bagi dirinya tidak butuh kan waktu lama untuk benar-benar memfokuskan diri dalam dunia fashion. Apalagi dia mendapat bimbingan model senior Ratih Sanggarwati. Kehidupan keluarga yang religius memang telah menempa kepribadian Lulu, sehingga sejak awal Lulu langsung menekuni dunia model hijab.

Yang menarik adalah, ternyata Lulu juga sempat mencicipi bagaimana rasanya berkarir sebagai seorang PNS. Pada waktu itu, ia bekerja di Kementerian agama, selepas Lulus tes masuk. Namun karena jiwanya yang bukan berada di situ, akhirnya ia tetap mengembangkan karir dunia fashion hingga mampu mendapat Restu orang tua.

“Papa melihat perkembangan dunia fesyen baik. Dan akhirnya dia merestui keputusan saya terjun ke dunia fesyen dan melepas status PNS saya,” kenang Lulu.

Dari situlah, perkembangan bisnis fashion muslimah miliknya terus berkembang dengan pesat. Nama Lulu sebagai pemerhati fashion muslimah juga semakin dikenal di seluruh Indonesia.

Artikel lain: Moz5 ~ Peluang Usaha Salon Muslimah Minim Pesaing

Langkah berikutnya adalah dengan mendirikan agency model Zaura Model Management. Dari situ, ia semakin banyak mengenal profil yang telah lama berkecimpung di dunia fashion. Ini pula yang membuka kesempatan untuk mencoba hal baru dan mengembangkan diri.

“Karena punya satu visi misi juga makanya dibentuk Zaura model itu, kami menerima yang berhijab. Kami juga mensyiarkan, menularkan mengenakan hijab. Ada beberapa model yang enggak berhijab, kemudian ikut di Zaura jadi punya niat untuk berhijab. Senang banget kalau sudah lihat teman-teman pakai hijab,” ungkap Lulu.



1 comment on this postSubmit yours
  1. Memang tidak ada sukses tanpa pengorbanan waktu, tenaga ya, kalau maunya serba instant dan setengah-setengah hasilnya juga setengah. Saya dah coba usaha ini itu dalam beberapa tahun terakhir tapi putus tengah jalan terus. Artikel ini sangat menginspirasi saya membangun bisnis lagi.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud