Perjalanan Panjang Kisah Sukses Perusahaan Apparel Nike

Image dari Jdsports.co.uk

Dalam persaingan perusahaan apparel, nama Nike tentu diperhitungkan sebagai salah satu pemain terbesar. Menjadi sponsor dari banyak klub serta pelaku olahraga tingkat dunia, Nike bahkan sudah menjadi brand abadi untuk beberapa perangkat pendukung olahraga di penjuru dunia.

Di balik itu semua, tentu ada usaha keras dari mereka yang pertama kali mengembangkan brand tersebut. Dan salah satu orang yang berhasil mengantar Nike hingga mencapai kesuksesan seperti saat ini ada, Phil Knight. Dengan kecerdasan melihat peluang serta memanfaatkan kreativitas, Phil berhasil menjadi salah satu orang terkaya di Amerika berkat bisnis Nike tersebut.

Bagi rekan-rekannya yang ingin kau seperti apa perjalanan lengkap Phil Knight mengasuh Nike dari perusahaan kecil menjadi salah satu raksasa apparel dunia, berikut ulasan lengkapnya.




Awal Mendirikan Usaha

Pada awalnya ternyata ide mendirikan usaha bukan langsung datang dari seorang Phil Knight. Melainkan dirinya diajak oleh mantan pelatih Freshman Football di Stanford University, bernama Bill, untuk mendirikan usaha sepatu olahraga.

Karena melihat prospek yang bagus, Phil menyetujui ide tersebut dan mulai membuat konsep bisnis. Salah satu hal yang menarik dari kombinasi 2 entrepreneur ini adalah, yang satu memilih kecerdasan di bidang bisnis, dan yang satu sangat paham akan target market yang ingin disasar yakni dunia olahraga. Gabungan keduanya, menjadikan bisnis sepatu olahraga yang ingin dikembangkan memiliki potensi yang luar biasa besar.

Artikel lain: 6 Resep Sukses dari Brand Biskuit Legendaris Khong Guan

Jadilah mereka mendirikan usaha yang diberi nama Blue Ribbon Sport. Tujuan dasar yang ingin mereka raih adalah, menghadirkan produk sepatu olahraga khususnya untuk bidang atletik yang tidak hanya berkualitas namun juga memiliki harga terjangkau.

Pada waktu itu pasar mayoritas masih dikuasai oleh produk sepatu atletik yang berasal dari Jerman. Meskipun dikenal memiliki kualitas tinggi, namun produk dari Jerman masih dibandrol dengan harga tinggi sehingga belum bisa dinikmati oleh banyak konsumen.

Ide pun ditelurkan Bill dengan cara mengimpor produk sepatu olahraga dari Jepang. Bekerja sama dengan sebuah perusahaan Japanese Onitsuke Tiger (ASICS), akhirnya duo entrepreneur tersebut berhasil menghadirkan produk sepatu olahraga berkualitas namun dengan harga terjangkau untuk konsumen di Amerika.

Perkembangan Bisnis

Dalam beberapa tahun sejak mulai pertama kali membuka usaha, bisa dibilang  Blue Ribbon Sport mampu mendapatkan perhatian tinggi dari konsumen. Hal ini tidak terlepas dari bagaimana Phil berhasil melahirkan eksperimen untuk menciptakan produk yang lebih inovatif, khususnya dalam sisi desain. Perkembangan pun nampak ketika Blue Ribbon Sport resmi buka toko ritel pertamanya di kawasan Pico Boulevard, Santa Monica California. Lokasi ini, juga menjadi cikal bakal lahir brand Nike.

Tahap selanjutnya dari perkembangan bisnis, dimulai ketika mereka menjalin hubungan kerjasama dengan seorang pengusaha lain bernama Jeff Johnson. Dari kerjasama tersebut, lahir inovasi sepatu olahraga yang lebih trendy yakni “Cortez” training shoe. Bak kacang goreng, seri Cortez sukses besar di pasaran dengan terjual  jutaan pasang di seluruh Amerika.

Selain itu, Phil juga berhasil menuangkan eksperimen cetakan sol berbentuk pola waffle yang kemudian banyak diterapkan pada sepatu-sepatu modern. Selanjutnya dari waffle outsole lahirlah produk Waffle Racer, Air Force One, Air Max 93, Max 95, dan Air Max 97.

Lahirnya Brand Nike

Nama Nike, hadir dari mimpi yang dialami oleh Jeff pada suatu malam. Mimpi tersebut kemudian diceritakan kepada dua founder lain yang kemudian setuju untuk mengubah nama Blue Ribbon Sports menjadi Nike.

Langkah besar pertama yang dilakukan oleh Nike adalah memproduksi sepatu khusus Nike “Moon Shoes”, yang diperuntukkan bagi atlet US Olympic Trials di Eugene, Oregon. Tak disangka, sepatu tersebut sangat menarik bagi para atlet dan juga masyarakat umum. Inilah batu loncatan, hingga dalam waktu kurang dari 3 tahun, Nike berhasil menguasai 50% pangsa pasar sepatu di Amerika.

Baca juga: 5 Merek Batik Indonesia yang Ternama dan Paling Populer Saat Ini

Langkah selanjutnya yakni, Nike mencoba berekspansi ke beberapa negara lain yakni di kawasan Asia dan Eropa. Langkah tersebut berhasil, bahkan mampu menempatkan Nike sebagai salah satu merk global paling sukses kala itu. Keuntunganpun mengalir deras hingga mencapai miliaran dolar.

Philip H Knight, atau Phill Knight menjadi salah satu orang yang paling beruntung atas cemerlangnya bisnis Nike. Menduduki posisi sebagai CEO Nike, kabarnya harta kekayaan Phil Knight mencapai 10,4 miliar dolar di tahun 2008.



4 total comments on this postSubmit yours
  1. Inspiratif story banget.. bisa menjadi penyemangat kalau lagi banyak masalah.
    salam bisnis.

  2. Wahh mantep nih,, pencerahan juga buat kita.. thanks bang info nya..

  3. Setelah saya sana sini cari Motivasi diri eh ternyata dapet Kisah Seperti diatas hem tambah semangat ni salam sukses dan terimakasih

  4. perjalanan yang begitu jauh membuatnya kuat di pasaran

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2017 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud